📑 Daftar Isi

Polestar 4 SUV terbaru dengan bodi wagon dan ruang kargo lebih besar dalam jajaran lini produk listrik Polestar.

Polestar Q3 2026: Penjualan Global Naik 1%, AS Jadi Penopang Terakhir

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan global Polestar Q3 2026 naik 1% jadi 14.371 unit, tapi turun 8% tanpa AS
  • Penjualan AS melonjak 124% ke 2.160 unit berkat diskon hingga US$25.000
  • Larangan penjualan di AS berlaku mulai tahun model 2027 akibat aturan Department of Commerce
  • Kerugian operasional 2025 sekitar US$1 miliar meski penjualan rekor 60.119 unit
  • Lini produk baru: Polestar 5, Polestar 4 SUV, Polestar 2 baru 2027, Polestar 7 2028

Telset.id – Polestar mencatat kuartal ketiga terkuat sepanjang sejarahnya pada 2026, tetapi pertumbuhan itu datang dari pasar yang justru telah menutup pintu bagi merek tersebut. Penjualan global produsen EV asal Swedia itu hanya naik 1% secara year on year pada Q3 2026. Namun jika angka Amerika Serikat dikeluarkan dari perhitungan, penjualan Polestar di seluruh dunia justru turun 8%. AS menjadi satu-satunya penopang yang menjaga angka perusahaan tetap positif, tepat ketika Polestar bersiap menghadapi masa depan tanpa akses ke pasar tersebut.

Data pengiriman kuartal ketiga mencapai sekitar 14.371 unit, naik tipis dari 14.222 unit pada periode yang sama tahun lalu. Di luar AS, volume anjlok menjadi 12.211 unit dari sebelumnya 13.256 unit. Selisih dari kedua angka itu menunjukkan penjualan di Amerika Serikat sebesar 2.160 unit, melonjak dari 966 unit atau naik sekitar 124%. Tambahan 1.194 unit dari AS itu lebih dari cukup menutupi penurunan 1.045 unit di pasar lainnya.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penjualan global Polestar mencapai rekor 44.790 unit, naik 0,6% dari 44.511 unit. Tanpa Amerika Serikat, angka itu turun 0,5% menjadi 40.773 unit dari 40.968 unit. Artinya, penjualan di AS sepanjang Januari–September 2026 mencapai 4.017 unit, naik sekitar 13% dari 3.543 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan di AS bukanlah cerminan permintaan yang sehat. Pada Juni 2026, Polestar benar-benar dilarang menjual mobil di Amerika Serikat menyusul aturan baru Department of Commerce yang melarang teknologi konektivitas dan bantuan pengemudi asal Tiongkok tertentu. Volvo, yang juga berada di bawah payung Geely Group, mendapat pengecualian, tetapi upaya Polestar untuk menghindari larangan tersebut ditolak. Polestar pun tercatat hentikan penjualan AS mulai tahun model 2027.

Setelah keputusan itu, Polestar memberikan diskon besar-besaran untuk mengosongkan stok. Potongan harga Polestar 4 mencapai US$25.000 atau sekitar Rp400 jutaan, dan Polestar 3 juga dijual dengan harga yang sangat menarik. Strategi itulah yang kemungkinan besar mendorong penjualan AS lebih tinggi, meski Polestar tidak merilis rincian penjualan per model untuk pasar Amerika Serikat. Alhasil, lonjakan ini lebih tepat disebut sebagai sugar high ketimbang tanda pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga:

Tekanan finansial Polestar bukan cerita baru. Sepanjang 2025, perusahaan membukukan kerugian operasional sekitar US$1 miliar atau setara Rp16 triliunan, meski penjualannya mencatat rekor 60.119 unit. Artinya, volume tinggi tidak otomatis berbanding lurus dengan profitabilitas. Polestar tetap akan menjual stok yang ada dan berjanji mempertahankan layanan pelanggan bahkan setelah tidak lagi bisa menjual mobil baru di AS.

Pada Agustus 2026, Polestar menyatakan bahwa mereka terkejut dengan keputusan larangan tersebut dan masih belum sepenuhnya memahami mengapa Volvo diperlakukan berbeda. Padahal, Polestar 3 dan Volvo EX90 dirakit di jalur perakitan yang sama di South Carolina. Perbedaan perlakuan inilah yang hingga kini menjadi tanda tanya besar bagi Polestar.

Lini Produk yang Semakin Luas di Luar AS

Di pasar global lainnya, Polestar memperluas jangkauan produknya di luar Polestar 2 fastback, Polestar 3 SUV, dan Polestar 4 crossover generasi awal. Pengiriman pelanggan untuk Polestar 5 grand tourer telah dimulai. Polestar 4 SUV terbaru menghadirkan bodi yang lebih praktis dengan profil mirip wagon, ruang kargo lebih besar, serta visibilitas ke belakang yang lebih baik. Pengirimannya dijadwalkan pada kuartal keempat 2026.

Peta jalan produk Polestar juga terus berlanjut. Pengganti Polestar 2 akan hadir pada 2027, disusul Polestar 7 kompak pada 2028. Polestar 6 roadster masih dalam rencana. Lini produk yang lebih luas ini diharapkan membantu Polestar menarik lebih banyak pembeli sekaligus membangun keberlanjutan jangka panjang. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Polestar juga tengah menggarap Formula 2030 untuk mendorong profitabilitas.

Di sisi teknologi, Polestar 4 juga telah dibekali fitur navigasi terbaru. Google Maps Live Lane Guidance hadir di Polestar 4 untuk membantu pengemudi menghindari salah jalur saat berkendara. Fitur ini menjadi salah satu nilai jual tambahan di tengah persaingan EV global yang semakin ketat.

Namun, semua rencana ekspansi itu harus dijalankan tanpa kehadiran Amerika Serikat. Polestar akan terus menjual stok yang tersisa dan mempertahankan layanan purnajual, tetapi setelah tahun model 2027, merek ini tidak lagi bisa menjual mobil baru di pasar yang selama ini menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan terbesarnya. Tantangan Polestar ke depan bukan lagi soal menambah volume, melainkan membuktikan bahwa lini produk baru mampu menggantikan kontribusi AS sekaligus memperbaiki profitabilitas yang selama ini masih jauh dari kata sehat.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.