Telset.id – Range Rover Electric akhirnya resmi meluncur dan dapat dipesan, menandai babak baru bagi JLR dalam menghadirkan SUV mewah bertenaga listrik. Model entry-level Autobiography dibanderol £154.070 atau sekitar US$208.000, sementara varian tertinggi SV Black long-wheelbase mencapai £225.240 atau lebih dari US$304.000. Bagi konsumen Amerika Serikat, Range Rover Electric varian SE tersedia mulai dari US$138.000, belum termasuk biaya pengiriman dan destinasi sebesar US$2.550.
Kehadiran Range Rover Electric ini menjadi jawaban atas penantian panjang pasar terhadap SUV listrik ultra-mewah. JLR mengklaim kendaraan ini memiliki spesifikasi setara V8 dengan tenaga hingga 542 horsepower dan torsi 850 newton-meter, yang disebut 20 persen lebih besar dibandingkan motor listrik lain dengan ukuran serupa. Performa ini didukung oleh baterai 118,5 kWh dengan teknologi pengisian 800-volt split-charging yang mampu mengisi daya dari 10 hingga 80 persen hanya dalam 22 menit.
Performa dan Teknologi Off-Road Listrik
JLR menegaskan pendekatan “Range Rover first, electric second” untuk membedakan SUV ini dari pengalaman kendaraan listrik mewah sebelumnya. Strategi ini diambil di tengah respons pasar yang lesu terhadap segmen EV mewah, yang juga dialami rival terdekatnya seperti Mercedes G-Wagen listrik, Porsche, dan Audi. Range Rover Electric mampu berakselerasi dari 0 hingga 60 mph dalam 4,3 detik, dengan jarak tempuh maksimal 372 mil menurut standar WLTP dan jarak tempuh dunia nyata hingga 333 mil.
Teknologi off-road menjadi keunggulan utama Range Rover Electric. JLR mengklaim sistem kontrol traksi mampu mengatur kecepatan motor dalam 50 milidetik dan mengelola selip hingga 100 kali lebih cepat dibandingkan sistem pembakaran internal setara. Kemampuan single-pedal driving berfungsi pada tanjakan hingga 45 derajat, dan kendaraan ini memiliki kemampuan wading hingga 900 milimeter. Lebih dari 300 aplikasi paten telah diajukan untuk Range Rover Electric, menjadikannya kendaraan dengan jumlah paten terbanyak dalam sejarah JLR.
Kabin Range Rover Electric tetap mengusung kemewahan khas merek ini, dengan layar sentuh besar di tengah dan kontrol di setir. Menariknya, JLR mempertahankan pendekatan digital ketimbang kembali ke tombol fisik, sejalan dengan tren desain modern yang juga terlihat pada model-model lain seperti Range Rover GT yang sedang dalam tahap pengujian akhir.
Baca Juga:
Pengujian Ekstrem dan Jaminan Kualitas
Penundaan panjang peluncuran Range Rover Electric ternyata membawa manfaat signifikan. JLR melakukan pengujian menyeluruh dengan baterai yang melewati uji getaran dan kejutan ekstrem pada suhu mulai dari -40°C hingga +90°C. Uji fisik melibatkan pengemudian setara 38 kali keliling dunia, ditambah lebih dari 250.000 jam uji virtual, menjadikannya pengujian paling ekstensif dibandingkan model Range Rover mana pun sebelumnya. Keyakinan JLR terhadap kualitas ini tercermin dari penawaran garansi delapan tahun atau 100.000 mil.
Untuk varian “Ultra”, JLR mencantumkan label “price on application”, yang menandakan harga dapat lebih tinggi lagi dari varian SV Black. Meski demikian, kehadiran varian SE di pasar AS dengan harga lebih terjangkau menunjukkan upaya JLR menjangkau segmen pembeli yang lebih luas. Pengumuman ini juga datang setelah JLR menyatakan pada Juli lalu bahwa model mendatang akan menjadi “Range Rover paling mirip mobil penumpang yang pernah dibuat”.
Dengan peluncuran ini, JLR menegaskan posisinya di segmen EV mewah dengan pendekatan yang menekankan kemampuan off-road dan identitas Range Rover. Strategi ini berbeda dari pendekatan kompetitor yang lebih fokus pada performa jalan raya. Ke depannya, JLR juga tengah mengembangkan SUV listrik fastback berbasis platform Electrified Modular Architecture (EMA) yang sama, menandakan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap elektrifikasi.
Keputusan JLR untuk mempertahankan karakter off-road yang kuat pada varian listriknya menjadi pembeda utama di pasar. Kombinasi kemampuan wading 900 milimeter, kontrol traksi presisi tinggi, dan performa setara V8 menjadikan Range Rover Electric pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan SUV mewah tanpa kompromi kemampuan medan berat. JLR tampaknya berhasil menjembatani dua dunia: kemewahan khas Range Rover dan efisiensi tenaga listrik modern.





Komentar
Belum ada komentar.