Rivian R2 sedang melakukan drifting di sirkuit dengan asap ban mengepul

Rivian R2 Jadi Mesin Drift, Ban Pecah di Uji Dinamis

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Kyle Conner dari Out of Spec Studios menguji kemampuan drifting Rivian R2 di sirkuit
  • R2 mampu melakukan lift-off oversteer dan slide seimbang saat stability control dimatikan
  • Ban Pirelli Scorpion belakang pecah setelah sesi drifting intensif
  • Conner menyebut R2 salah satu EV paling menyenangkan, sejajar dengan Porsche Cayenne EV
  • Dalam mode aman, R2 sangat mudah dikendalikan dengan traction control aktif
  • Pengujian sebelumnya menunjukkan charging 400-volt R2 luar biasa meski range highway biasa saja

Telset.id – Rivian R2 yang dikenal sebagai SUV listrik tangguh off-road ternyata menyimpan kemampuan drift yang mengagetkan. Kyle Conner, host Out of Spec Studios, membuktikannya dalam video terbaru dengan memaksa R2 meliuk di lintasan hingga salah satu bannya pecah.

Sebelumnya, Conner sempat meminjam Rivian R2 milik pemilik barunya untuk menguji jarak tempuh dan kecepatan charging. Hasilnya, jangkauan highway-nya biasa saja, namun sistem baterai 400-volt-nya menunjukkan performa pengisian daya yang luar biasa. Kini, video terbarunya menampilkan sisi lain dari R2 yang bahkan mungkin dihargai oleh Chris Harris: drifting.

Memang sulit membayangkan Rivian identik dengan aksi slide berasap. Brand ini terkenal lewat pikap dan SUV listrik dengan kemampuan off-road mumpuni. Menyaksikan R2 meliuk di sirkuit layaknya BMW M3 lawas tentu mengejutkan. Namun, terlepas dari ketidakcocokan citra tersebut, R2 terbukti sebagai mesin drift yang sangat mumpuni, dan Conner mengujinya habis-habisan dalam video ini—sampai-sampai sebuah ban meledak.

Perlu dicatat, Conner tidak berniat menghancurkan ban sejak awal. Idenya hanya menguji kemampuan dinamis R2 untuk melihat seberapa menyenangkan mobil ini di jalan aspal. Hanya sedikit pemilik Rivian yang akan membawa mobilnya ke sirkuit, tapi ini indikator bagus seberapa tangguh R2 saat menghadapi jalan berkelok.

Hasilnya mungkin mengejutkan banyak orang. Dalam pengaturan paling lembut dan tenang dengan stability control aktif, R2 adalah mobil yang sangat aman dan mudah dikendarai dengan cepat. Sistem traction control-nya mengelola keluaran tenaga sehingga pengemudi bisa menahan pedal gas di lantai saat melewati tikungan, dan pada kecepatan wajar, tidak akan mengalami momen menegangkan.

Namun, saat stability control dikurangi, R2 mulai mengizinkan lebih banyak aksi tail-out yang seru. Ketika semua sistem keselamatan dimatikan sepenuhnya, Conner menemukan bahwa R2 bisa melakukan lift-off oversteer sesuai perintah. Setelah oversteer terjadi, slide-nya seimbang dan mudah dikendalikan. Jika ingin meluruskan mobil, bisa. Jika ingin mempertahankan slide, R2 juga bisa melakukannya.

Untuk sebuah SUV, R2 luar biasa tenang dan bersedia bertingkah seperti Miata di sirkuit. Yang juga mengesankan adalah betapa prediktabelnya mobil ini. Masuk tikungan dengan kecepatan tinggi, angkat pedal gas, tangkap slide, dan pertahankan slip-angle berapa pun yang diinginkan. Sungguh mobil yang bisa “pilih drift sendiri”.

Setelah meliuk-liukkan R2 sesuka hati, Conner menyadari suhu baterai dan rem mulai meningkat. Saat itulah ban belakang sisi penumpang robek berkeping-keping, menandai slide terakhir hari itu. Tentu saja, ban Pirelli Scorpion yang berorientasi ekonomis memang tidak dirancang untuk aksi semacam ini, jadi mungkin set ban performa yang lebih lengket akan bertahan lebih lama.

Namun, hanya sedikit SUV jenis apa pun yang bisa mempertahankan drift seperti itu sampai bannya menyerah. R2 adalah SUV keluarga all-electric dengan fokus gaya hidup aktif, dan Conner menyebutnya salah satu EV paling menyenangkan yang pernah ia kendarai, sejajar dengan mobil seperti Porsche Cayenne EV. Pujian yang sangat tinggi. Pastikan saja Anda menyiapkan anggaran ekstra untuk penggantian ban.

## Rivian R2 dan Kemampuan Dinamisnya

Pengujian yang dilakukan Conner ini memberikan gambaran menarik tentang karakter Rivian R2 yang jarang terekspos. Banyak pengamat otomotif mungkin menganggap SUV listrik hanya fokus pada kenyamanan dan efisiensi, tapi R2 membuktikan bahwa dinamika berkendara juga menjadi perhatian serius pabrikan.

Sistem manajemen traksi yang canggih memungkinkan pengemudi memilih tingkat intervensi elektronik sesuai keinginan. Dari mode paling aman hingga mode paling liar, R2 memberikan fleksibilitas yang jarang ditemukan pada kendaraan sekelasnya. Ini menunjukkan bahwa Rivian serius merancang R2 bukan hanya sebagai kendaraan keluarga, tapi juga sebagai mobil yang menyenangkan dikendarai.

## Performa Ban dan Konsekuensi Drifting

Aksi drifting yang ekstrem tentu membawa konsekuensi. Ban Pirelli Scorpion yang terpasang secara standar dirancang untuk efisiensi dan umur pakai, bukan untuk menahan gesekan intens di sirkuit. Pecahnya ban belakang menjadi bukti nyata bahwa aktivitas drifting membutuhkan peralatan khusus.

Meski demikian, fakta bahwa R2 mampu melakukan drifting berulang kali hingga ban menyerah menunjukkan ketangguhan sistem pendinginan dan manajemen tenaganya. SUV lain mungkin akan mengalami overheating atau kegagalan sistem sebelum bannya pecah.

## Posisi R2 di Antara EV Menyenangkan

Pujian Conner yang menyandingkan R2 dengan Porsche Cayenne EV menempatkan mobil ini di kelas tersendiri. Sebagai SUV keluarga, R2 berhasil menggabungkan kepraktisan harian dengan kemampuan dinamis yang serius. Ini menjadi nilai jual yang kuat bagi konsumen yang menginginkan kendaraan serbaguna tanpa mengorbankan kesenangan berkendara.

Bagi penggemar otomotif, video pengujian ini memberikan wawasan berharga tentang potensi tersembunyi R2. Sementara bagi calon pembeli, informasi ini bisa menjadi pertimbangan penting dalam memilih SUV listrik.

Berita terkait lainnya mencakup pengujian jarak tempuh Rivian R2 hingga baterainya habis pada kecepatan 70 mph, serta analisis kemampuan charging R2 yang luar biasa meski hanya “cukup baik” untuk perjalanan jauh.

[TITLE_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.