Telset.id – Scania menawarkan solusi baterai tambahan di belakang kabin truk listriknya untuk mendongkrak jarak tempuh hingga 447 mil atau 720 kilometer. Produsen truk asal Swedia yang dimiliki Grup Volkswagen ini menempatkan kapasitas baterai ekstra hingga 356 kWh di belakang kabin traktor, sehingga perusahaan bisa menyediakan solusi angkutan jarak jauh tanpa sepenuhnya mengorbankan kapasitas muatan kendaraan.
Baterai tambahan tersebut bekerja bersama paket baterai yang dipasang di sasis dan ditawarkan sebagai standar. Angka 720 kilometer itu tercatat 106 mil lebih jauh dibandingkan kemampuan Tesla Semi versi Eropa. Untuk mencapai jarak tempuh tersebut, Scania juga memperkenalkan desain yang sedikit lebih aerodinamis dengan sebutan kabin Increased Vehicle Dimension (IVD) yang menonjol.
Meski namanya terbilang aneh, pabrikan mengklaim kabin yang lebih ramping itu dapat menekan konsumsi energi hingga 3 persen dibandingkan desain konvensional. Pada perjalanan jauh, penghematan tersebut bisa terakumulasi dengan cepat. Dengan tambahan baterai dan kabin yang sedikit lebih panjang, Scania menyatakan traktor 6×2-nya mampu menarik trailer Eropa dua gandar dengan nyaman meski panjang total kendaraan melebihi 54,1 kaki atau 16,5 meter.
Pengisian Daya dan Bobot yang Harus Dikorbankan
Paket lengkap ini juga mencakup pengisian daya MCS hingga 750 kW, sementara pengisian CCS hingga 375 kW tetap tersedia sebagai opsi. Namun, perlu dicatat bahwa baterai yang lebih besar menambah bobot kendaraan cukup signifikan, yang pada gilirannya membuat kapasitas muatan harus berkurang. Scania tidak mengungkap berapa banyak barang yang bisa diangkut truk jarak jauh barunya, tetapi jelas bahwa angkanya akan lebih kecil dibandingkan model jarak pendek dengan baterai yang lebih ringan.
Lars Gustafsson, Senior Vice President, Head of Solutions Management, Scania, menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar menempatkan baterai di posisi baru pada kendaraan. Menurutnya, poin yang lebih besar adalah apa yang dihasilkan dari langkah tersebut, yakni transportasi listrik pada jarak yang secara tradisional termasuk paling sulit dielektrifikasi, dengan jangkauan, muatan, dan pengisian daya dipertimbangkan bersama sejak awal.
Baca Juga:
Selain truk EV jarak jauh anyar dari Scania, MAN eTGX generasi terbaru yang juga dibangun oleh Grup VW diklaim menghasilkan jarak tempuh identik 447 mil dalam kondisi terisi penuh. Hal itu berkat sasis 6×2 dan energi terpakai sebesar 616 kWh. Pengisian daya MCS hingga 750 kW juga menjadi bagian dari paket tersebut, meski pengisian CCS hingga 375 kW tetap menjadi opsi lain.
Langkah Scania ini menjadi pencapaian yang memberi hak istimewa bagi Scania dan Grup Volkswagen untuk berbicara lebih lantang di industri truk. Persaingan pada segmen truk listrik jarak jauh kian ketat, terutama ketika kapasitas baterai besar harus diseimbangkan dengan bobot dan muatan. Sebagai perbandingan, Truk Listrik Scania sebelumnya juga dipakai untuk operasional berat di tambang bawah tanah LKAB, menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi Scania telah diuji pada medan ekstrem.
Kehadiran baterai tambahan di belakang kabin memang menjadi cara Scania memperluas jangkauan tanpa mengubah total arsitektur kendaraan. Namun, konsekuensi bobot tetap menjadi catatan penting. Semakin besar kapasitas baterai, semakin besar pula massa yang harus dibawa, sehingga kapasitas muatan berkurang. Ini adalah trade-off yang lazim di segmen truk listrik, dan Scania memilih untuk tidak membeberkan angka muatan resminya.
Dengan jarak tempuh 720 kilometer, Scania menempatkan produknya di atas sebagian besar kebutuhan pengemudi truk di Eropa di antara jeda wajib. Meski begitu, angka tersebut tetap relevan untuk rute jarak jauh yang menuntut ketersediaan energi besar. Pengisian daya cepat MCS 750 kW menjadi pelengkap penting agar waktu istirahat pengemudi bisa dimanfaatkan untuk menambah daya.
Secara keseluruhan, langkah Scania ini memperlihatkan arah industri truk listrik yang semakin berfokus pada kombinasi jangkauan, muatan, dan pengisian daya. Desain kabin IVD yang lebih aerodinamis, tambahan baterai 356 kWh, serta dukungan pengisian MCS 750 kW menjadi tiga pilar utama yang ditawarkan. Bagi perusahaan angkutan yang ingin beralih ke armada listrik untuk rute jarak jauh, opsi ini menghadirkan pilihan yang patut dipertimbangkan, dengan catatan kapasitas muatan yang harus disesuaikan.





Komentar
Belum ada komentar.