Telset.id – Tesla resmi memperluas penggunaan layar sentuh 16 inci ke seluruh lini Model 3 yang dijual di Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Meksiko. Pengumuman ini disampaikan Tesla North America melalui platform X pada Kamis malam, 2 Oktober 2026, hanya sehari setelah pembaruan serupa diterapkan untuk Model 3 di pasar China. Langkah ini menegaskan arah pembaruan Tesla yang bergerak cepat antarwilayah, meski tidak semua fitur dibagikan secara merata ke setiap pasar.
Perubahan utama terlihat pada unit layar sentuh baris pertama yang kini berukuran 16 inci, menggantikan panel 15,4 inci sebelumnya. Layar ini diterapkan ke seluruh trim, termasuk Model 3 RWD versi dasar yang dibanderol mulai 36.990 dolar AS. Alat perbandingan resmi Tesla kini mencantumkan layar sentuh 16 inci untuk setiap varian Model 3. Layar yang sama sebelumnya telah diperkenalkan pada Model Y Premium pada Januari, dan menjadi standar bagi seluruh Model 3 di China pada hari sebelumnya.
Selain layar, pembaruan difokuskan pada dua varian bermotor ganda. Model 3 Performance mendapatkan headliner berwarna hitam, estimasi jarak tempuh EPA naik dari 309 mil menjadi 316 mil, dan Tesla menyebut daya puncaknya “meningkat” menjadi 528 hp. Sebagai catatan, Tesla pernah mencantumkan mobil ini di angka 510 hp saat peluncurannya pada 2024. Waktu akselerasi 0 hingga 60 mph untuk varian ini tidak berubah, tetap 2,9 detik.

Lompatan yang lebih besar justru terjadi pada Model 3 Premium AWD. Varian ini kini mencatat akselerasi 0 hingga 60 mph dalam 3,8 detik, turun dari sebelumnya 4,2 detik, dengan jarak tempuh 346 mil. Tesla tidak menjelaskan dari mana tambahan tenaga dan jangkauan tersebut berasal, maupun apakah pembaruan ini akan diterapkan ke mobil yang sudah dikirim ke pelanggan. Yang jelas, harga dasar tidak mengalami perubahan.
Berikut rincian harga Model 3 di pasar Amerika Serikat setelah pembaruan ini:
- Model 3 RWD: mulai 36.990 dolar AS
- Model 3 Premium RWD: 42.490 dolar AS
- Model 3 Premium AWD: 47.490 dolar AS
- Model 3 Performance: 54.990 dolar AS
Meski layar menjadi lebih besar, sejumlah fitur yang dinanti justru masih absen. Vehicle-to-load (V2L) menjadi sorotan utama. Di China, setiap Model 3 kini dapat mengalirkan daya AC sebesar 2,2 kW menggunakan adaptor khusus. Namun di Amerika Serikat, Tesla membatasi V2L hanya untuk Model Y Premium, Model Y Performance, dan Cybertruck sejak Agustus, dan tidak ada perubahan untuk Model 3 dalam pembaruan kali ini. Alat perbandingan Tesla bahkan tidak mencantumkan fitur daya eksternal apa pun untuk mobil tersebut.
Baca Juga:
Kesenjangan fitur antarwilayah ini pernah menjadi sorotan dalam pembaruan pasar China sebelumnya, di mana upgrade Model 3 di sana tidak serta-merta diikuti pasar Amerika Serikat. Kini kondisinya terbalik sebagian: layar 16 inci akhirnya menyeberang ke Amerika Utara, tetapi fitur V2L tetap tertinggal di China. Pembaruan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana Tesla mengelola portofolio fitur secara berbeda di tiap kawasan, meski produk yang dijual memiliki nama yang sama.
Interior dan Pasar yang Tertinggal
Interior baru berwarna abu-abu muda yang diluncurkan Tesla di China juga tidak muncul di konfigurator Amerika Serikat. Pembeli di AS masih memilih antara opsi hitam dan hitam-putih, sementara headliner hitam hanya tersedia pada varian Performance. Kombinasi ini menempatkan Model 3 Performance sebagai satu-satunya varian yang mendapatkan sentuhan interior paling menyeluruh dari pembaruan kali ini.

Kanada juga tidak termasuk dalam cakupan pembaruan ini. Pengumuman Tesla hanya menyebut Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Meksiko, sementara konfigurator Kanada masih menampilkan layar 15,4 inci saat diperiksa. Situasi ini terbilang janggal karena Kanada memperoleh Model 3 dari Giga Shanghai, pabrik yang sama yang membangun mobil untuk pasar China yang sudah mendapatkan layar 16 inci sehari sebelumnya.
Respons publik terhadap pembaruan ini pun beragam. Salah satu komentar teratas menyoroti langkah Tesla yang dianggap kurang ambisius, dengan menyebut produsen otomobil Jerman tengah menambahkan hal-hal berguna seperti pengisian 800V, sementara respons Tesla hanya memperbesar layar 0,6 inci. Komentar tersebut disampaikan dengan nada sarkastis mengenai klaim inovasi di Tesla.
Dari sisi bisnis, pembaruan ini menjadi bagian dari rangkaian manuver Tesla yang lebih luas. Perusahaan tengah menggenjot sejumlah lini produk dan pendanaan, termasuk langkah pinjaman Tesla senilai 30 miliar dolar AS di tengah tekanan pada profitabilitas dan lonjakan belanja modal. Tesla juga dilaporkan mengamankan kredit untuk proyek Cybercab, Optimus, dan Semi, yang menunjukkan bahwa alokasi sumber daya perusahaan kini tersebar ke banyak front sekaligus.
Di sisi lain, jadwal peluncuran produk yang ditunggu seperti Roadster juga sempat mengalami penyesuaian karena faktor cuaca. Dinamika ini memberi konteks bahwa pembaruan Model 3 bukanlah satu-satunya prioritas Tesla saat ini, melainkan satu bagian dari strategi yang lebih besar untuk menjaga daya saing di pasar kendaraan listrik global.
Yang perlu dicatat, pembaruan layar ini tidak mengubah harga dasar Model 3. Pembeli di Amerika Serikat, Puerto Rico, dan Meksiko kini mendapatkan layar lebih besar tanpa tambahan biaya, tetapi tetap harus menerima kenyataan bahwa V2L, interior abu-abu muda, dan beberapa fitur lain masih menjadi eksklusivitas pasar China. Tesla belum memberikan keterangan resmi mengenai kemungkinan fitur-fitur tersebut menyusul ke Amerika Utara pada pembaruan berikutnya.
Bagi konsumen, keputusan pembelian Model 3 di AS kini bertumpu pada kombinasi layar lebih besar, peningkatan performa pada varian dual-motor, dan harga yang stagnan. Namun ekspektasi terhadap fitur daya eksternal dan opsi interior baru tetap harus ditahan, setidaknya sampai Tesla mengumumkan sebaliknya. Sementara itu, Kanada dan pasar lain di luar tiga wilayah yang disebut berada di posisi menunggu, meski sebagian mobilnya berasal dari jalur produksi yang sama dengan kendaraan yang sudah mendapatkan pembaruan.





Komentar
Belum ada komentar.