Tesla Model 3 China Dapat Layar 16 Inci dan V2L, Harga Mulai RMB 222.500

Tesla Model 3 China Dapat Layar 16 Inci dan V2L, Harga Mulai RMB 222.500

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Tesla resmi menghadirkan sejumlah peningkatan pada Model 3 di pasar China, mulai dari layar infotainment 16 inci, fungsi V2L, hingga opsi warna interior baru. Langkah ini diambil di tengah persaingan pasar China yang disebut semakin ketat, sehingga Tesla perlu meningkatkan daya saing Model 3 agar tetap relevan bagi konsumen.

Pengumuman ini disampaikan Tesla pada 30 September 2026, bersamaan dengan penundaan Roadster yang kembali tertunda. Alih-alih meluncurkan Roadster, Tesla memilih memublikasikan sejumlah gambar pemasaran untuk mempromosikan fitur-fitur baru Model 3 versi China tersebut.

Peningkatan paling menonjol terletak pada layar infotainment tengah. Kini Model 3 China hadir dengan layar berukuran 16 inci yang memiliki resolusi dan refresh rate lebih tinggi. Meski demikian, Tesla tidak merinci angka resolusi maupun refresh rate dari layar baru tersebut.

Selain layar, Tesla juga menambahkan fungsi V2L (Vehicle-to-Load) pada Model 3 China. Fitur ini mendukung ekspor daya AC hingga 2,2 kW, namun pemilik kendaraan perlu membeli adaptor tambahan agar bisa memanfaatkannya. Untuk urusan interior, pelanggan kini dapat memilih opsi interior “premium” berwarna abu-abu yang dipadukan dengan headliner kain berwarna hitam.

Menariknya, Tesla telah lebih dulu menambahkan layar 16 inci dan interior abu-abu pada Model Y di pasar Amerika Serikat pada Januari 2026. Hal ini menimbulkan keyakinan bahwa peningkatan serupa juga berpotensi menyambangi pasar Amerika Serikat. Namun, belum ada keterangan resmi dari Tesla terkait rencana tersebut.

Baca Juga:

Kompetisi di pasar China disebut sebagai alasan utama di balik pembaruan ini. Persaingan yang keras memaksa Tesla untuk terus melakukan perbaikan agar tetap kompetitif di pasar kendaraan listrik China, yang dikenal sebagai salah satu pasar EV paling dinamis di dunia. Situasi ini sejalan dengan dinamika persaingan yang juga terlihat dari kehadiran pesaing seperti BYD Formula S yang menyasar segmen serupa.

Dari sisi harga, Tesla juga mengiklankan harga awal baru sebesar RMB 222.500 atau sekitar USD 33.000. Angka tersebut sudah memperhitungkan diskon RMB 5.000 dan subsidi asuransi RMB 8.000, dengan catatan pelanggan melakukan pemesanan hingga 31 Oktober. Selain itu, Tesla memberikan kredit cat senilai RMB 8.000 serta pilihan tiga keuntungan pengisian daya.

Apabila pelanggan tidak memenuhi ketentuan tersebut, harga awal Model 3 tetap berada di angka RMB 235.500 atau sekitar USD 35.100 untuk versi dasar RWD. Dengan kata lain, harga baru yang lebih rendah bersifat kondisional dan hanya berlaku dalam periode promo yang ditentukan Tesla.

Peningkatan pada Model 3 China ini menegaskan fokus Tesla untuk mempertahankan posisinya di pasar yang sangat kompetitif. Pembaruan berupa layar lebih besar, fungsi V2L, dan opsi interior baru menjadi bentuk respons langsung terhadap tekanan persaingan di China, sekaligus menjadi sinyal bahwa Tesla terus menyegarkan lini Model 3-nya dari waktu ke waktu.

Bagi konsumen yang mengikuti perkembangan Model 3, sejumlah isu lain terkait model ini juga menjadi perhatian, termasuk temuan soal performa baterai. Sebuah studi terhadap 500 ribu baterai EV menyoroti posisi Model 3 dalam hal ketahanan baterai, yang bisa menjadi pertimbangan tambahan bagi calon pembeli. Informasi tersebut tersaji dalam laporan studi baterai EV yang memetakan performa sejumlah kendaraan listrik.

Selain itu, perhatian terhadap aspek keselamatan dan sistem bantuan pengemudi juga pernah mencuat. Terdapat laporan mengenai insiden yang melibatkan Model 3 dan data ADAS yang tidak diungkap ke publik, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang Tesla Model 3 di Tol Arizona. Isu semacam ini kerap menjadi sorotan tersendiri di kalangan pengguna maupun pengamat industri otomotif.

Di sisi lain, teknologi baterai Model 3 juga menjadi topik yang terus dibahas. Versi LFP disebut membuktikan bahwa baterai bisa lebih awet dibanding versi nikel, sebuah temuan yang relevan bagi konsumen yang mempertimbangkan umur pakai kendaraan listrik. Pembahasan tersebut dapat ditelusuri melalui ulasan tentang baterai LFP Model 3 yang mengupas perbandingan keduanya.

Sementara itu, isu degradasi baterai juga menjadi perhatian bagi sebagian pemilik. Sejumlah laporan menyebut adanya degradasi signifikan pada performa baterai Model 3, yang tentu menjadi pertimbangan penting dalam kepemilikan jangka panjang. Ulasan mengenai hal ini tersedia dalam artikel tentang degradasi baterai Model 3 yang membahas fenomena tersebut secara lebih mendalam.

Dengan pembaruan di China ini, Tesla tampak berupaya menjaga relevansi Model 3 di salah satu pasar paling kompetitif di dunia. Layar 16 inci, fungsi V2L hingga 2,2 kW, opsi interior abu-abu premium, serta skema harga kondisional menjadi paket yang ditawarkan Tesla untuk menarik konsumen China hingga 31 Oktober 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.