Telset.id – Tesla bersiap menghadirkan kembali varian Model Y Performance ke China, pasar mobil listrik terbesar di dunia. Langkah ini menjadi strategi penting bagi perusahaan Amerika Serikat tersebut di tengah tekanan penjualan yang semakin besar akibat dominasi pabrikan lokal seperti BYD.
Berdasarkan dokumen resmi yang dirilis Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China, Tesla telah mendaftarkan varian terbaru dari crossover populer mereka. Periode review publik untuk kendaraan ini berlangsung dari 11 Juli hingga 17 Juli 2026, dan biasanya kendaraan yang muncul dalam pengajuan resmi ini akan mulai dijual dalam beberapa bulan ke depan.
Keputusan Tesla untuk membawa kembali Model Y Performance ke China menunjukkan upaya serius perusahaan untuk merebut kembali perhatian konsumen lokal. Data penjualan menunjukkan bahwa crossover ini merupakan tulang punggung bisnis Tesla di China, dengan 38.654 unit terjual pada bulan Juni 2026 saja, atau setara 73,04% dari total penjualan Tesla di negara tersebut selama sebulan.
Spesifikasi teknis yang terungkap dari dokumen tersebut menunjukkan bahwa Model Y Performance versi China akan diproduksi di pabrik Tesla Shanghai. SUV ini mampu mencapai kecepatan maksimum 250 km/jam, jauh lebih tinggi dibandingkan varian Model Y lain yang saat ini tersedia di China yang hanya mencapai 201 km/jam.
Baca Juga:
Sistem penggerak yang digunakan adalah dual-motor all-wheel-drive dengan daya berbeda pada masing-masing motor. Motor depan memiliki rating 176 kW, sementara motor belakang menghasilkan 291 kW. Angka ini hampir identik dengan spesifikasi yang ditawarkan Model Y Performance di pasar global lainnya.
Baterai untuk varian baru ini menggunakan sel yang diproduksi oleh anak perusahaan LG Energy Solution asal Korea Selatan di China. Dimensi kendaraan tidak mengalami perubahan signifikan, dengan panjang 4.796 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.611 mm, wheelbase 2.890 mm, dan bobot total 2.027 kg.
Karakter sporty dari model ini terlihat dari penggunaan velg 21 inci dengan ban yang lebih lebar di bagian belakang. Spesifikasi ban depan adalah 255/35R21, sementara ban belakang menggunakan 275/35R21.
Saat ini, konsumen China dapat memilih empat varian Model Y yang berbeda. Opsi entry-level adalah model standar rear-wheel-drive, diikuti Long Range rear-wheel-drive, dan Long Range all-wheel-drive. Tesla juga menjual versi enam kursi yang disebut Model Y L. Model rear-wheel-drive termurah dibanderol mulai RMB 263.500 (sekitar €33.200), sementara versi enam kursi dibanderol RMB 339.000. Varian Model Y Performance baru ini dipastikan akan dibanderol lebih mahal dari harga tersebut.
Tekanan penjualan yang dihadapi Tesla di China semakin nyata. Selama enam bulan pertama tahun 2026, pengiriman lokal untuk Model Y mencapai 172.513 unit, hanya meningkat 0,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Situasi lebih buruk dialami Model 3, dengan pengiriman lokal turun tajam menjadi 66.442 unit selama paruh pertama tahun 2026, turun 27,72% secara year-on-year.
Secara keseluruhan, pangsa pasar Tesla di China terus menyusut. Total pengiriman kendaraan di kawasan tersebut turun 2,05% year-on-year selama kuartal kedua 2026, menandai kuartal kelima berturut-turut di mana Tesla mengalami penurunan penjualan di China. China hanya menyumbang 26,28% dari total penjualan global Tesla, pertama kalinya pangsa pasar China berada di bawah 30% sejak akhir 2020.
Persaingan ketat dari pabrikan lokal menjadi faktor utama di balik tekanan ini. Pada Juni 2026, Leapmotor berhasil mengalahkan Tesla dengan menjual 93.376 unit. Sementara itu, BYD mendominasi industri dengan menjual 397.292 kendaraan energi baru penumpang dalam sebulan. Merek China lainnya seperti Nio dan XPeng juga mencatat rekor pengiriman bulanan baru.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai performa baterai Tesla, Anda dapat membaca artikel tentang degradasi baterai yang dialami Model 3 Performa. Sementara itu, Tesla juga terus mengembangkan teknologi terbaru seperti yang terlihat pada uji coba Tesla Cybercab di Giga Texas.
Kembalinya Model Y Performance ke China menjadi langkah krusial bagi Tesla untuk mempertahankan daya saing di tengah gempuran pabrikan lokal yang menawarkan kendaraan listrik berteknologi tinggi dengan harga lebih kompetitif.





Komentar
Belum ada komentar.