Telset.id – Tesla mencatat pengiriman global sebanyak 480.126 unit pada kuartal kedua 2026, melonjak hampir 25% year-over-year dan melampaui ekspektasi Wall Street yang hanya memperkirakan 406.024 unit. Angka ini menjadi sinyal pemulihan setelah dua kuartal berturut-turut mengalami penurunan penjualan.
Mayoritas pengiriman berasal dari Model Y dan Model 3 yang menyumbang 467.762 unit. Sementara model lainnya, termasuk Cybertruck serta Model S dan Model X yang sudah dihentikan produksinya, mencapai 12.364 unit atau naik 19% year-over-year. Lonjakan ini mengejutkan para analis karena konsensus yang dikumpulkan Tesla dari 22 analis Wall Street—termasuk Wedbush Securities, Morgan Stanley, dan Barclays—hanya memperkirakan angka 406.024 unit.
Sumber Pertumbuhan: Pasar Eropa
Meskipun Tesla tidak merinci penjualan regional, data registrasi dari European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA) menunjukkan lonjakan signifikan di Uni Eropa. Pada periode Januari-Mei 2026, penjualan Tesla di EU melonjak 77% year-over-year, dari 50.309 unit menjadi 89.180 unit. Pada Mei saja, Tesla menjual 21.767 unit di EU. Lonjakan harga minyak terkait perang di Iran diduga turut mendorong adopsi kendaraan listrik di benua tersebut.
Pemulihan ini penting untuk mendanai proyek besar Tesla ke depan. Belanja modal perusahaan tahun ini melampaui USD 25 miliar, yang dialokasikan untuk pengembangan robot humanoid Optimus, skala bisnis robotaxi, serta infrastruktur baterai dan AI.
Bisnis Penyimpanan Energi Juga Tumbuh
Di luar penjualan kendaraan, bisnis penyimpanan energi Tesla juga mencatat pertumbuhan kuat. Perusahaan mengerahkan 13,5 gigawatt-jam baterai penyimpanan energi, naik dari 9,6 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Segmen ini menjadi titik terang di tengah penurunan penjualan EV dalam dua tahun terakhir, didorong permintaan dari pusat data AI yang haus daya serta pertumbuhan energi terbarukan global.
Lini kendaraan Tesla yang sudah menua masih menunjukkan daya tarik, namun pertanyaan besarnya adalah apakah lonjakan kuartal kedua ini merupakan kejutan satu kali atau awal dari tren berkelanjutan. Dengan belanja modal besar untuk AI dan robotika, pemulihan bisnis inti kendaraan menjadi krusial untuk mendanai ambisi jangka panjang perusahaan. Informasi lebih lanjut tentang model terbaru bisa dilihat di artikel Model Y Long Wheelbase dan Ekspektasi Analis.
Implikasinya jelas: jika Tesla mampu mempertahankan momentum ini, perusahaan memiliki modal yang cukup untuk membiayai transisi menuju perusahaan AI dan robotika tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pendanaan eksternal. Namun jika ini hanya lonjakan sementara, tekanan terhadap arus kas bisa kembali meningkat.





Komentar
Belum ada komentar.