📑 Daftar Isi

Ilustrasi kendaraan otonom Tesla Cybercab dalam rencana penjualan ke pelanggan

Tesla Siap Jual Cybercab ke Pelanggan Sebelum Akhir 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla menargetkan penjualan Cybercab ke pelanggan sebelum akhir 2026, dimulai dari skala kecil.
  • Produksi Cybercab sudah berjalan di Gigafactory Texas, awalnya untuk armada robotaxi internal.
  • Elon Musk menyebut mayoritas Cybercab akan tetap milik Tesla dan beroperasi di layanan ride-hailing.
  • FSD Unsupervised baru aktif sekitar kuartal kedua 2027 pada sebagian kendaraan pelanggan pertama.
  • NHTSA menyelidiki self-certification Cybercab terhadap standar FMVSS.

Telset.id – Tesla berencana mulai menjual Cybercab kepada pelanggan sebelum akhir tahun 2026. Langkah ini menandai pergeseran besar bagi kendaraan otonom tanpa setir dan pedal rem tersebut, yang sebelumnya hanya dioperasikan untuk armada robotaxi internal Tesla.

Rencana penjualan itu disampaikan langsung oleh Lars Moravy, VP of engineering Tesla, dalam sesi earnings call kuartal ketiga perusahaan. Menurut Moravy, Tesla sedang “trying to get Cybercabs to customers by the end of this year, 2026.” Ia juga menyebut bahwa produksi Cybercab sudah berjalan di Gigafactory Tesla di Texas, tetapi unit-unit yang keluar dari lini produksi saat ini masih dialokasikan untuk armada robotaxi milik perusahaan sendiri.

Jika Tesla berhasil mengirim Cybercab ke pelanggan tahun ini, skalanya akan dimulai dari jumlah kecil. Moravy menjelaskan bahwa perusahaan akan mempelajari proses “ownership and fleet management of autonomous vehicles in customer hands” sebelum memperbesar volume penjualan Cybercab. Artinya, tahap awal ini berfungsi sebagai pembelajaran bagi Tesla soal bagaimana pelanggan mengelola kendaraan otonom sepenuhnya.

Namun, Elon Musk memberikan catatan penting dalam kesempatan yang sama. Ia mengakui bahwa “the vast majority” Cybercab akan “essentially Tesla-owned” dan beroperasi di bawah layanan ride-hailing perusahaan. Dengan kata lain, meski pintu penjualan ke pelanggan mulai dibuka, mayoritas Cybercab tetap akan menjadi bagian dari armada layanan tumpangan Tesla, bukan kendaraan milik pribadi konsumen.

Tesla sendiri pertama kali memperkenalkan Cybercab pada 2024. Baru pada September tahun ini Tesla mulai menawarkan rides atau tumpangan menggunakan Cybercab melalui aplikasi Robotaxi di Austin, Texas. Kini Tesla juga mulai membuka penjualan bagi pihak yang tertarik memiliki unit Cybercab. Secara spesifik, Tesla mencari entitas yang dapat membantu “build its robotaxi network,” yang mengindikasikan bahwa pembeli awal kemungkinan besar adalah perusahaan yang mampu membeli seluruh armada, bukan konsumen perorangan.

Perbedaan mendasar Cybercab dibanding kendaraan Tesla lain terletak pada ketiadaan setir dan pedal rem. Kendaraan ini tidak dapat dikemudikan manusia dan sepenuhnya bergantung pada perangkat lunak Full Self-Driving (FSD) Tesla. Karena versi Unsupervised dari FSD belum tersedia untuk konsumen, Cybercab pertama yang dijual ke pelanggan belum bisa langsung dimasukkan ke armada ride-hailing Tesla.

Saat ini, pemilik Tesla hanya bisa mendapatkan versi Supervised dari FSD, yang masih mengharuskan adanya pengemudi manusia di balik kemudi. Situasi ini menjadi salah satu hambatan teknis yang harus diselesaikan sebelum Cybercab benar-benar bisa beroperasi penuh tanpa intervensi manusia.

Seseorang memuat barang ke bagasi mobil berwarna keemasan
Ilustrasi kendaraan otonom Tesla yang menjadi bagian dari rencana penjualan Cybercab ke pelanggan.

FSD Unsupervised Baru Aktif 2027

Ashok Elluswamy, Director of AI Tesla, mengungkapkan bahwa perusahaan meyakini dapat mulai mengaktifkan Unsupervised Full Self-Driving pada “some of the first customer vehicles to be part of the Robotaxi fleet” sekitar kuartal kedua 2027. Ini berarti, meski penjualan Cybercab ke pelanggan ditargetkan tahun 2026, kemampuan otonom penuh tanpa pengawasan baru akan menyusul pada 2027.

Jeda waktu ini penting untuk dipahami calon pembeli maupun pelaku industri. Cybercab yang terjual lebih dulu tidak serta-merta bisa dioperasikan secara otonom penuh, karena perangkat lunak yang dibutuhkan baru tersedia belakangan. Tesla tampaknya menyiapkan transisi bertahap, dari armada internal menuju kepemilikan pelanggan, seiring kesiapan teknologi FSD Unsupervised.

Probe NHTSA dan Tantangan Regulasi

Rencana penjualan Cybercab ini juga tidak lepas dari sorotan regulasi. Tak lama setelah Tesla mulai menawarkan tumpangan Cybercab di Austin, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) meluncurkan penyelidikan terhadap kendaraan tersebut. Lembaga itu menyatakan bahwa Tesla melakukan self-certified atau menyatakan sendiri bahwa kendaraannya memenuhi seluruh Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) yang relevan.

NHTSA berencana menelusuri proses dan data yang digunakan Tesla dalam melakukan self-certification tersebut. Tujuannya untuk memastikan apakah Cybercab benar-benar sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Penyelidikan ini menjadi faktor yang dapat memengaruhi laju komersialisasi Cybercab, termasuk rencana penjualan ke pelanggan yang ditargetkan tahun ini.

Bagi Tesla, kombinasi antara target penjualan akhir 2026, kesiapan FSD Unsupervised pada kuartal kedua 2027, dan penyelidikan NHTSA menciptakan lanskap yang kompleks. Perusahaan harus menyeimbangkan ambisi komersial dengan kepatuhan regulasi serta kesiapan teknologi yang belum sepenuhnya matang untuk konsumen umum.

Pengumuman ini juga mempertegas posisi Cybercab sebagai produk yang berbeda dari kendaraan Tesla pada umumnya. Tanpa setir dan pedal rem, Cybercab dirancang khusus untuk operasi otonom, sehingga model penjualannya pun menyesuaikan, yakni menyasar entitas yang mampu mengelola armada, bukan pengemudi individu. Untuk konteks industri yang lebih luas, dinamika ini bisa disimak melalui insiden FSD terbaru yang turut menyoroti kesiapan teknologi otonom Tesla di jalan raya.

Dengan target penjualan yang tinggal menghitung bulan, perhatian kini tertuju pada seberapa cepat Tesla menyelesaikan tahap pembelajaran armada pelanggan dan apakah penyelidikan NHTSA memengaruhi jadwal tersebut. Yang jelas, Cybercab bukan sekadar mobil listrik baru, melainkan uji coba model bisnis kendaraan otonom yang sepenuhnya bergantung pada perangkat lunak FSD.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.