Telset.id – Euro NCAP merilis hasil evaluasi keselamatan terbarunya pada 3 September 2026. Di bawah protokol penilaian 2026 yang baru, tiga model baru asal China—Aion UT, Geely E2, dan Leapmotor B05—berhasil meraih peringkat keselamatan bintang lima, nilai tertinggi dalam pengujian tersebut. Hasil ini sekaligus membantah anggapan bahwa mobil listrik China tidak aman dibandingkan produk Amerika atau Eropa.
Hasil ini menegaskan semakin kuatnya posisi produsen China di pasar otomotif Eropa. Euro NCAP mencatat bahwa kendaraan buatan China kini menguasai 7% dari seluruh penjualan mobil baru di Uni Eropa dan hampir 10% di Inggris. Sejak 2021, jumlah model China yang diajukan untuk pengujian keselamatan Euro NCAP meningkat hampir sepuluh kali lipat, menandakan upaya serius para pabrikan ini untuk memenuhi standar keselamatan yang diharapkan konsumen Eropa.
Perlu dicatat bahwa standar Euro NCAP jauh lebih ketat dibandingkan pengujian National Highway Traffic and Safety Administration (NHTSA) di Amerika Serikat, yang bahkan mengizinkan pabrikan untuk melakukan self-certification terhadap kepatuhan kendaraannya. Sebuah studi yang dikutip Financial Times pada Maret lalu menemukan bahwa model Eropa rata-rata 33% lebih aman dalam hal risiko cedera serius pada tabrakan depan-samping dibandingkan model AS. Dengan demikian, torehan bintang lima dari lembaga penguji Eropa ini menjadi pencapaian yang sangat signifikan.
Performa Rinci Model China di Pengujian Euro NCAP
Ketiga model China tersebut menunjukkan performa impresif di berbagai kategori pengujian. Aion UT mencatat skor 66% untuk Safe Driving, 74% untuk Crash Avoidance, 91% untuk Crash Protection, dan 88% untuk Post-Crash Safety. Geely E2 unggul di kategori Safe Driving dengan 79%, sementara Crash Avoidance-nya mencapai 72%, Crash Protection 86%, dan Post-Crash Safety 95%. Leapmotor B05 mencatat 66% di Safe Driving, 77% di Crash Avoidance, 92% di Crash Protection, dan 89% di Post-Crash Safety.

Leapmotor B05 menjadi sorotan utama karena unggul dalam perlindungan tabrakan, meraih skor maksimum dalam uji tabrak side barrier dan side pole. Sistem pengereman darurat otomatis (AEB) pada model ini juga dinilai luar biasa, terutama dalam skenario kecepatan tinggi dan persimpangan, dengan sistem pencegahan keluar jalur yang hampir sempurna. Perlindungan pelvis dan femur untuk pengguna jalan yang rentan juga meraih skor 100%. Namun, kendaraan ini dinilai kekurangan sistem restraint adaptif untuk variasi postur penumpang dan masih bisa ditingkatkan dengan lebih banyak sakelar fisik untuk kontrol infotainment.
Sementara itu, Aion UT dinilai sebagai model serba bisa yang kuat. Hatchback keluarga listrik ini bersaing dengan Mini Aceman, Renault 4, dan Volkswagen ID. Polo. Para penguji mencatat bahwa model ini terlalu bergantung pada layar sentuh tengah untuk kontrol berkendara. Sistem pengenalan batas kecepatannya juga hanya memiliki tingkat akurasi 68%, dan model ini tidak dilengkapi sistem deteksi kehadiran anak. Meski begitu, dengan skor Crash Protection 91% dan performa Post-Crash Safety yang baik, Aion UT terbukti sebagai kendaraan yang tangguh di semua aspek pengujian.
Geely E2, yang merupakan model terlaris di China tahun lalu dan juga dikenal sebagai EX2 di beberapa pasar, justru dipuji karena menggunakan kontrol fisik untuk perintah berkendara utama dan sistem infotainment dengan skor total 80%. Model ini dilengkapi standar Child Presence Detection (CPD) yang menambah nilai ekstra. Meskipun sistem AEB-nya menunjukkan sedikit inkonsistensi, kendaraan ini memberikan perlindungan tingkat tinggi di sebagian besar kategori pengujian.
Baca Juga:
Pesaing Eropa Tertinggal Tanpa Paket Tambahan
Putaran pengujian terbaru ini juga mengevaluasi Cupra Raval. Kendaraan tersebut meraih peringkat bintang empat dengan perlengkapan keselamatan standarnya. Namun, ketika dilengkapi dengan “Safety Pack” opsional—yang meningkatkan teknologi aktif untuk skenario berkendara kecepatan rendah dan persimpangan—Cupra Raval berhasil meraih peringkat bintang lima.

Cupra Raval dengan perlengkapan standar mencatat skor 58% untuk Safe Driving, 66% untuk Crash Avoidance, 91% untuk Crash Protection, dan 95% untuk Post-Crash Safety. Dengan paket tambahan, skornya meningkat menjadi 72% untuk Safe Driving dan 77% untuk Crash Avoidance, sementara kategori lainnya tetap sama. Ini menunjukkan bahwa pabrikan Eropa pun masih membutuhkan paket berbayar untuk mencapai tingkat keselamatan yang sama dengan standar dasar mobil China.
Dr. Aled Williams, Programme Director di Euro NCAP, memberikan pernyataan resmi terkait hasil ini. “Hasil hari ini dengan jelas menunjukkan bahwa pembuat mobil China masih bekerja keras untuk memenuhi standar tinggi yang diharapkan konsumen Eropa. Dengan secara aktif mengadopsi target ketat Euro NCAP, khususnya tahun ini, para pembuat mobil menunjukkan bahwa mereka ingin menghadirkan kendaraan yang lebih aman bagi semua orang di jalanan Eropa,” ujarnya.

Peningkatan jumlah model China yang diuji Euro NCAP sejak 2021 menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan China tidak hanya mengejar pangsa pasar, tetapi juga serius membangun reputasi keselamatan di kancah global. Keberhasilan Aion UT, Geely E2, dan Leapmotor B05 meraih bintang lima menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas keselamatan antara merek China dan Eropa semakin menyempit.
Bagi Geely, hasil ini menjadi modal berharga. Perusahaan asal China tersebut sedang gencar berekspansi, termasuk melalui arsitektur 1.000V terbaru untuk pengisian daya yang lebih cepat. Sebelumnya, Geely juga sempat melakukan recall 93 ribu unit akibat masalah LiDAR. Kini, torehan bintang lima Euro NCAP menjadi bukti komitmen keselamatan yang patut diapresiasi.

Leapmotor sendiri merupakan merek yang berada di bawah naungan Stellantis, dan model B05 ini sebenarnya dinilai layak untuk dijual di Amerika Utara. Sementara itu, Aion UT adalah produk dari GAC, merek China yang relatif baru namun mampu menunjukkan performa impresif di semua tahap pengujian keselamatan.
Dengan semakin ketatnya protokol penilaian 2026, hasil gemilang ketiga model China ini menjadi tolok ukur baru. Konsumen Eropa kini memiliki lebih banyak pilihan kendaraan listrik China yang tidak hanya kompetitif dari segi harga dan teknologi, tetapi juga terbukti aman berdasarkan standar pengujian independen paling ketat di dunia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi pukulan telak bagi narasi negatif yang kerap ditujukan kepada produk otomotif China di pasar global.





Komentar
Belum ada komentar.