Dua robot humanoid bertarung di ring URKL Shenzhen dengan salah satu robot kehilangan kepala

Turnamen Robot Humanoid Pertama di China, Kepala Putus di Ring

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Turnamen Ultimate Robot Knock-out Legend (URKL) digelar perdana di Shenzhen, China
  • 32 tim dari berbagai dunia menggunakan robot T800 buatan EngineAI
  • Salah satu robot kehilangan kepala setelah menerima tendangan terbang
  • CEO EngineAI Zhao Tongyang ingin ciptakan merek global robot fighting
  • Bintang film laga Donnie Yen hadir dan kagum dengan pertarungan robot
  • Robot tetap bertarung meski kepala putus sebelum akhirnya tumbang

Telset.id – Dunia menyaksikan momen brutal namun tak berdarah saat dua robot humanoid saling bertarung di gelaran perdana Ultimate Robot Knock-out Legend (URKL) di Shenzhen, China. Sebuah video yang beredar menunjukkan salah satu robot kehilangan kepala setelah mendapat tendangan terbang, namun tetap bertarung sebelum akhirnya tumbang.

Turnamen URKL yang digelar di Shenzhen ini mempertemukan 32 tim dari berbagai negara. Seluruh peserta menggunakan robot humanoid T800 buatan EngineAI, perusahaan robotika asal China. Kompetisi ini bukan sekadar tontonan, melainkan memiliki tujuan strategis di baliknya.

CEO EngineAI, Zhao Tongyang, menyatakan bahwa kompetisi ini memiliki dua tujuan utama: menciptakan merek global untuk pertarungan robot komersial dan mendorong riset serta industrialisasi. “Biarkan acara ini memberi umpan balik pada teknologi, dan biarkan teknologi mendorong industri,” ujar Tongyang kepada Global Times.

Dalam video pertarungan yang viral, dua robot humanoid saling berhadapan di dalam ring. Salah satu robot melancarkan tendangan terbang yang mengenai wajah lawannya, menyebabkan kepala robot tersebut terlepas dan menggantung di antara bahunya. Meski dalam kondisi kritis, robot itu masih sempat melayangkan beberapa pukulan sebelum akhirnya terjatuh lagi.

Saat mencoba bangkit, gerakan robot yang kejang-kejang memutuskan kabel yang menghubungkan kepala yang menggantung. Robot tersebut pun roboh dan tidak bergerak lagi. Robot lawan yang menjadi pemenang kemudian menari di atas tubuh robot yang kalah.

A screenshot of two robots fighting in a ring, with one of the robots' head detaching from its body.

Komitmen Zhao Tongyang terhadap produknya tidak perlu diragukan. Pada Desember lalu, sebuah video viral memperlihatkan ia mengenakan baju zirah dan membiarkan dirinya dipukul oleh robot T800. Salah satu tendangan begitu kuat hingga membuatnya terhempas ke tanah.

Kehadiran bintang film laga legendaris Donnie Yen di acara pembukaan menambah kemeriahan turnamen. Yen mengaku terkesima dengan apa yang disaksikannya. “Jujur, dulu saya hanya melihat pertarungan robot di film fiksi ilmiah,” kata Yen di acara pembukaan, seperti dilansir Global Times. “Tapi hari ini, untuk pertama kalinya, saya menyaksikan robot sungguhan bertarung dari dekat.”

“Bobot mesin, presisi gerakan mereka — sungguh luar biasa,” tambahnya. Ketertarikan Yen pada pertarungan robot ini wajar mengingat latar belakangnya sebagai aktor film laga.

Belum jelas seberapa besar dampak acara ini di China, namun pasti menjadi tontonan yang spektakuler bagi yang hadir secara langsung. Turnamen ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi robotika China terus berkembang pesat, tidak hanya untuk keperluan industri tetapi juga hiburan.

Perusahaan robotika China memang kerap menggunakan seni bela diri sebagai cara untuk memamerkan kemampuan robot mereka. Sebelumnya, China mengejutkan dunia dengan pertunjukan bela diri yang ditayangkan di televisi, di mana sekelompok robot Unitree G1 berbagi panggung dengan aktor manusia.

Pertarungan robot humanoid di URKL ini membuka babak baru dalam dunia hiburan teknologi. Meski terlihat brutal, kompetisi ini justru menjadi ajang untuk menguji ketangguhan dan ketahanan robot dalam kondisi pertempuran nyata. Teknologi yang dihasilkan dari kompetisi semacam ini berpotensi diaplikasikan ke berbagai bidang lain.

Dengan semakin canggihnya teknologi robotika, bukan tidak mungkin turnamen seperti URKL akan menjadi tontonan populer di masa depan. Kompetisi ini juga menjadi ajang bagi para pengembang robot untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemampuan produk mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.