Telset.id – Volkswagen (VW) mengambil langkah berani dengan mengganti kebanggaan rekayasa Jerman dengan kode buatan China. Raksasa otomotif asal Wolfsburg itu kini menggandeng spesialis kecerdasan buatan asal China, Horizon Robotics, melalui perusahaan patungan bernama Carizon untuk menghadirkan sistem mengemudi otonom Level 3 (L3) pada paruh kedua tahun 2027.
Keputusan ini menandai perubahan strategi besar-besaran setelah bertahun-tahun divisi perangkat lunak internal VW, Cariad, mengalami kegagalan yang menghabiskan miliaran euro. Masalah software tersebut sempat menunda peluncuran mobil listrik flagship dari Porsche dan Audi, serta menyebabkan layar infotainment pada ID.4 mati saat berkendara.
VW kini mengakui bahwa membangun sasis sempurna tidak berarti apa-apa jika perangkat lunaknya bekerja seperti komputer beku dari akhir 1990-an. Untuk memenangkan persaingan di pasar kendaraan listrik yang semakin ketat, VW membutuhkan bantuan dari luar.
Carizon menggunakan model lisensi “white-box” yang memberikan VW akses tak terbatas ke model fondasi AI canggih milik Horizon Robotics. Teknologi ini akan diintegrasikan dengan system-on-chip C7H yang dikembangkan khusus dan platform data bernama GAIA. Kombinasi ini memungkinkan kendaraan memproses lingkungan dunia nyata dalam hitungan milidetik, menjadi fondasi tidak hanya untuk L3 tetapi juga L4 untuk jaringan robotaxi di masa depan.
Arsitektur digital ini akan ditanamkan langsung ke dalam China Electronic Architecture (CEA) yang dikembangkan bersama XPeng. Paket bantuan pengemudi canggih sudah mulai diterapkan pada ID. UNYX 07 dan ID. UNYX 08 SUV.
Baca Juga:
Langkah VW ini didorong oleh tekanan pasar China yang sangat kompetitif. Lebih dari 30% kendaraan baru yang terjual di China pada paruh pertama 2026 sudah dilengkapi fungsi navigasi bantuan mengemudi canggih sebagai fitur standar. Konsumen China memperlakukan fitur digital bukan sebagai kemewahan opsional, melainkan kebutuhan dasar.
VW bukan satu-satunya pemain legacy yang mencari bantuan dari perusahaan teknologi. Stellantis menjalankan uji coba robotaxi dengan Pony AI di Eropa, sementara Mercedes-Benz menguji layanan otomatis dengan Momenta di Abu Dhabi. Apple Gandeng VW juga pernah terjadi dalam proyek mobil otonom sebelumnya.
Namun, langkah VW ini menuai pertanyaan. Banyak produsen lain menganggap L3 tidak perlu karena L2+ pada dasarnya sama, dan melompat langsung ke L4 dianggap lebih masuk akal. Pertanyaannya, apakah VW mengejar mimpi yang salah lagi?
Yang jelas, era hybrid telah lahir. Batasan tradisional antara perangkat keras otomotif dan daya komputasi telah larut. VW secara efektif mengakui bahwa untuk bertahan, ia harus berhenti menjadi perusahaan perangkat lunak dan mulai menjadi integrator kelas dunia dari keahlian lokal. Jika kerja sama Carizon ini berhasil pada paruh kedua 2027, raksasa Jerman ini mungkin bisa membuktikan bahwa VW Hadirkan Game dan teknologi baru bisa menjadi daya tarik tersendiri.





Komentar
Belum ada komentar.