Telset.id – Waymo secara bertahap mengaktifkan kembali rute jalan tol di area layanannya, lebih dari dua bulan setelah perusahaan menghentikan operasi di jalan berkecepatan tinggi tersebut. Keputusan ini diambil setelah Waymo mengevaluasi perilaku robotaxinya di dekat zona konstruksi.
Waymo mengumumkan pada hari Rabu melalui unggahan di X bahwa mereka akan menambahkan rute jalan tol secara bertahap, dimulai dari Phoenix. Phoenix merupakan pasar pertama layanan ride-hailing tanpa pengemudi milik Waymo. Kota-kota lain, termasuk Los Angeles dan San Francisco Bay Area, akan menyusul dalam beberapa hari ke depan, demikian disampaikan juru bicara Waymo kepada TechCrunch.
Dalam pernyataan melalui email, Waymo mengatakan bahwa mereka “melanjutkan operasi jalan tol di seluruh area layanan mereka, termasuk area dengan konstruksi, setelah menerapkan pembaruan perangkat lunak yang dirancang untuk meningkatkan performa di sekitar zona konstruksi jalan tol.” Pembaruan perangkat lunak tersebut berhasil meningkatkan performa di sekitar zona konstruksi melalui pengenalan pemandangan (scene recognition) dan perutean (routing) yang lebih baik, menurut perusahaan.
Penghentian sementara layanan jalan tol ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap Waymo dan operator robotaxi lainnya. Pengawasan tersebut terutama menyoroti perilaku kendaraan otonom dalam situasi lalu lintas tinggi dan di sekitar petugas tanggap darurat. Sebelumnya, Anggota Kongres Kevin Mullin (D-Calif.) mengusulkan rancangan undang-undang yang akan mengarahkan regulator federal untuk menetapkan standar keselamatan nasional minimum bagi operator kendaraan otonom.
Usulan ini muncul setelah sejumlah insiden di mana kendaraan otonom memblokir ambulans dan mobil pemadam kebakaran, melaju ke tempat kejadian perkara yang aktif, dan gagal mengenali sinyal keselamatan seperti kerucut lalu lintas dan suar. Perkembangan ini menunjukkan betapa ketatnya regulasi robotaxi yang harus dihadapi oleh para operator.
Waymo mulai menawarkan perjalanan robotaxi yang menggunakan jalan tol di San Francisco, Phoenix, dan Los Angeles pada November 2025. Ekspansi ini merupakan langkah kritis bagi perusahaan untuk menarik lebih banyak pengguna dengan menawarkan waktu perjalanan yang lebih singkat dan akses lebih cepat ke bandara. Waymo kemudian juga menambahkan rute jalan tol di Miami.
Baca Juga:
Ekspansi ini terbukti populer di kalangan pengguna. Ketika layanan jalan tol tiba-tiba dihentikan pada Mei lalu, banyak pengguna yang bertanya-tanya di media sosial. Saat itu, Waymo memberi tahu TechCrunch bahwa mereka ingin meningkatkan performa robotaxinya di zona konstruksi. Perusahaan juga menyatakan sedang dalam proses mengintegrasikan “pembelajaran teknis terbaru ke dalam perangkat lunak kami dan berharap dapat melanjutkan rute ini segera.”
Beberapa minggu kemudian, Waymo melakukan recall sukarela terhadap hampir 4.000 unit robotaxinya. Keputusan ini diambil setelah mengidentifikasi setidaknya 13 insiden di mana robotaxi melaju ke bagian jalan tol yang ditutup untuk konstruksi, berdasarkan dokumen yang diajukan pada Juni lalu ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Juru bicara Waymo menyatakan tidak ada cedera atau tabrakan yang dilaporkan terkait dengan insiden-insiden tersebut. Namun, setelah meninjau kejadian itu, perusahaan memutuskan untuk membatasi sementara operasi di jalan tol. Recall ini merupakan yang keenam kalinya dilakukan Waymo terhadap robotaxinya.
Recall sebelumnya mencakup perbaikan perangkat lunak setelah robotaxi Waymo melaju ke jalan yang tergenang banjir dan berperilaku ilegal di sekitar bus sekolah. Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa tantangan operasional masih menjadi isu utama bagi perusahaan, bahkan setelah melalui berbagai pembaruan.
Dengan dimulainya kembali operasi jalan tol, Waymo berharap dapat memulihkan kepercayaan pengguna. Perusahaan menekankan bahwa pembaruan perangkat lunak terbaru telah diuji secara menyeluruh untuk memastikan performa yang lebih baik di area konstruksi. Pengguna di Phoenix akan menjadi yang pertama merasakan layanan ini kembali, diikuti oleh kota-kota lain dalam waktu dekat.
Keputusan Waymo untuk melanjutkan operasi jalan tol juga menjadi sinyal positif bagi industri robotaxi secara keseluruhan. Meskipun pengawasan dari regulator semakin ketat, langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan optimistis terhadap kemampuan teknis kendaraan otonomnya. Waymo juga terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan yang berlaku.
Ke depan, Waymo berencana untuk memperluas rute jalan tol di seluruh area layanannya. Perusahaan juga akan terus memantau performa robotaxi di lapangan dan melakukan pembaruan perangkat lunak secara berkala. Dengan pendekatan ini, Waymo berharap dapat memberikan layanan transportasi yang aman, efisien, dan andal bagi para penggunanya.





Komentar
Belum ada komentar.