Kendaraan otonom Waymo di jalanan San Francisco saat pemadaman listrik

Waymo Kembali Beroperasi Usai Mati Massal Akibat Mati Listrik di San Francisco

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Waymo kembali beroperasi setelah jeda satu jam akibat pemadaman listrik di San Francisco
  • Pemadaman mempengaruhi sekitar 7.000 pelanggan PG&E di kota tersebut
  • Waymo melakukan penyesuaian sementara dengan menjeda layanan dan menutup rute jalan bebas hambatan
  • Insiden serupa sebelumnya terjadi pada Desember dan saat perayaan Fourth of July
  • Wali Kota SF Daniel Lurie mendorong regulasi lebih ketat untuk kendaraan otonom saat insiden besar

Telset.id – Layanan robotaxi Waymo kembali beroperasi di San Francisco setelah sempat menghentikan layanan akibat pemadaman listrik yang mempengaruhi sekitar 7.000 pelanggan PG&E di kota tersebut. Insiden ini kembali menyoroti kerentanan kendaraan otonom terhadap gangguan infrastruktur publik.

Menurut sebuah tangkapan layar yang beredar di media sosial, Waymo memberi tahu pelanggan di San Francisco bahwa layanan “untuk sementara dijeda” dan “rute jalan bebas hambatan tidak tersedia.” Perusahaan milik Alphabet itu kemudian mengonfirmasi bahwa mereka melakukan penyesuaian sementara untuk memantau kondisi setempat.

“Kami melakukan penyesuaian sementara pada layanan kami sambil memantau kondisi setempat. Kami tahu pengendara bergantung pada kami, dan kami akan kembali ke operasi normal sesegera mungkin,” kata juru bicara Waymo dalam sebuah pernyataan.

Setelah publikasi awal artikel ini, juru bicara Waymo menambahkan bahwa perusahaan “memutuskan untuk menjeda layanan selama sekitar satu jam untuk menilai skala pemadaman listrik yang mempengaruhi sebagian besar wilayah San Francisco dan berkoordinasi dengan pejabat setempat.”

Insiden pemadaman listrik bukanlah pertama kalinya mempengaruhi layanan Waymo. Sebelumnya, sejumlah kendaraan Waymo mogok di jalan-jalan kota saat pemadaman listrik pada bulan Desember. Insiden serupa juga melumpuhkan lalu lintas saat pertunjukan kembang api Golden Gate Bridge pada perayaan Hari Kemerdekaan (Fourth of July).

Dampak berulang dari pemadaman listrik terhadap operasional robotaxi telah mendorong Wali Kota San Francisco, Daniel Lurie, untuk menyerukan regulasi negara bagian yang lebih ketat guna “mengatasi secara memadai bagaimana kendaraan otonom beroperasi selama insiden besar, baik yang direncanakan maupun tidak.”

Kerentanan robotaxi terhadap gangguan infrastruktur seperti pemadaman listrik menjadi perhatian serius bagi regulator dan masyarakat. Waymo sendiri telah berulang kali menghadapi tantangan operasional terkait kondisi darurat di San Francisco. Sebelumnya, robotaxi mati massal pernah menyebabkan kemacetan parah di kota tersebut.

Permintaan Wali Kota Daniel Lurie untuk regulasi yang lebih ketat menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai serius mengevaluasi kesiapan kendaraan otonom dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini sejalan dengan kekhawatiran sebelumnya dari Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) yang pernah memperingatkan Waymo soal gangguan terhadap petugas tanggap darurat.

Insiden pemadaman kali ini berlangsung relatif singkat, hanya sekitar satu jam, namun cukup untuk mengganggu mobilitas pengguna yang mengandalkan layanan robotaxi. Waymo memastikan bahwa mereka akan kembali ke operasi normal sesegera mungkin setelah kondisi dipastikan aman.

Perusahaan Alphabet itu terus berupaya meningkatkan keandalan sistem otonomnya di tengah tekanan regulator dan publik. Kejadian berulang seperti ini menjadi ujian bagi industri kendaraan otonom untuk membuktikan bahwa teknologi mereka dapat beroperasi dengan aman dalam berbagai kondisi, termasuk saat terjadi gangguan infrastruktur.

San Francisco sendiri telah menjadi kota uji coba utama bagi Waymo dan perusahaan robotaxi lainnya. Namun, insiden-insiden seperti pemadaman listrik ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum kendaraan otonom dapat diadopsi secara luas.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.