Telset.id – Xiaomi menghadapi tantangan besar untuk mencapai target pengiriman kendaraan listrik (EV) tahun ini. Setelah mencatatkan pengiriman 31.267 unit kendaraan pada Juli 2026, total pengiriman kumulatif perusahaan asal China tersebut baru mencapai 216.322 unit. Angka ini hanya memenuhi 39 persen dari target ambisius 550.000 unit yang dicanangkan Xiaomi untuk tahun ini.
Dengan sisa waktu lima bulan, Xiaomi harus mengirimkan 333.678 unit kendaraan untuk mencapai target tersebut. Artinya, perusahaan harus mendistribusikan sekitar 2.195 mobil setiap hari, lebih dari dua kali lipat rata-rata pengiriman harian yang dicapai pada Juli lalu. Kondisi ini menjadi ujian besar bagi strategi ekspansi Xiaomi di pasar otomotif yang semakin kompetitif.
Penjualan SU7 dan YU7 Menunjukkan Tren Berbeda
Melihat lebih dekat data penjualan, terlihat situasi yang berbeda antara dua model andalan Xiaomi. Sedan SU7 berhasil menemukan 21.044 pemilik baru, mencatatkan kenaikan tipis 3,1 persen dibandingkan Juni. Namun, crossover YU7 justru kehilangan momentum dengan pengiriman turun 28,6 persen secara bulanan menjadi 10.223 unit.
Penurunan ini mencerminkan betapa kompetitifnya pasar EV di China. Konsumen di sana cenderung berpindah dari satu mobil listrik ke mobil listrik lainnya dengan mudah, seolah-olah sedang meningkatkan ponsel mereka. Ketergantungan Xiaomi pada dua model EV ternyata tidak cukup untuk mendorong angka pengiriman sesuai target.
Langkah Baru dengan Seri Sky Nomad EREV
Menghadapi tekanan ini, Xiaomi melakukan pivot paling berani dalam sejarah singkatnya di industri otomotif dengan membuka pintu bagi kendaraan Extended Range Electric Vehicle (EREV). Seri Sky Nomad menjadi pengakuan Xiaomi bahwa tenaga baterai murni bukan satu-satunya kunci untuk mendominasi geografi China yang luas.
Seri baru ini dibangun di atas arsitektur Kunlun yang baru dikembangkan, meninggalkan ortodoksi EV murni. Alih-alih membuat pengemudi khawatir mengantre di stasiun pengisian daya saat perjalanan lintas negara, SUV baru ini menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin turbo 1.5L yang berfungsi sebagai generator onboard. Pergeseran dari purisme baterai menuju apa yang sebenarnya dibutuhkan pembeli keluarga ini diharapkan membantu Xiaomi mendekati target tahunannya.
Spesifikasi dan Harga Sky Nomad
Model flagship Sky Nomad N90 Max adalah monster 7 kursi dengan panjang 5.285 mm, lebar 1.998 mm, dan tinggi 1.825 mm. Jarak sumbu rodanya mencapai 3.080 mm, melampaui Tesla Model Y long-wheelbase, meskipun cukup mirip dengan Li Auto L9 dan Aito milik Huawei.
Interior menjadi andalan Xiaomi untuk memenangkan pelanggan baru. Lantai datar di ketiga baris kursi dan sistem rel sepanjang 1.938 mm yang memungkinkan dua baris depan meluncur seperti kursi ruang tamu menjadi fitur yang menonjol.
Struktur harga menjadi serangan langsung ke kompetitor. Flagship N90 Max dibanderol mulai RMB 299.900 (sekitar EUR 37.700), sementara varian lebih kecil N70 Pro dibanderol RMB 259.900. Bandingkan dengan Tesla Model Y L yang mulai dari RMB 339.000 atau Li Auto L6 yang lebih kecil di harga RMB 249.900, strategi Xiaomi jelas ingin memangkas penawaran mewah yang sudah mapan dengan selisih harga signifikan.
Reaksi Pasar dan Target Produksi
Langkah berani ini langsung mengguncang pasar saham. Investor khawatir tugas ini terlalu besar untuk ditangani Xiaomi, sehingga saham perusahaan jatuh 11 persen pada hari debut Sky Nomad. Analis industri mengkhawatirkan erosi margin keuntungan, namun pengamat Deutsche Bank mencatat bahwa Xiaomi tidak punya pilihan lain – memeras volume dari pasar China membutuhkan strategi harga agresif.
Meski investor menjual saham Xiaomi, pembeli EV justru merespons positif narasi Sky Nomad. Menurut berbagai laporan, Xiaomi sudah menerima lebih dari 100.000 pesanan untuk SUV tersebut. Namun di atas kertas, hal ini justru membuat target 550.000 pengiriman semakin sulit dicapai. Pengiriman Sky Nomad dijadwalkan dimulai pada September, menyisakan hanya empat bulan bagi perusahaan untuk memenuhi janjinya.
Bahkan jika produksi ditingkatkan tanpa hambatan dan Xiaomi menggandakan shift kerjanya, pekerja harus memproduksi hampir 75.000 kendaraan setiap bulan mulai September. Itu berarti 2.500 EV setiap hari selama tujuh hari seminggu, atau 105 mobil per jam – hampir dua mobil setiap menit. Sebagai perbandingan, Tesla mampu memproduksi satu mobil setiap 40 detik di pabrik Texas, GAC Motor dalam 46 detik, dan Toyota satu mobil setiap menit. Pertanyaannya bukan apakah ini bisa dilakukan, tetapi apakah Xiaomi mampu melakukannya dalam empat bulan.
Untuk informasi lebih lanjut tentang strategi EREV Xiaomi, kamu bisa membaca strategi Li Auto dan konsumsi bensin SkyNomad.





Komentar
Belum ada komentar.