Xiaomi SkyNomad N70 dan N90 EREV crossover dengan interval ganti oli 3 tahun

Xiaomi Rilis SkyNomad, EREV yang Jarang Ganti Oli

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Xiaomi resmi meluncurkan sub-brand SkyNomad dengan dua crossover EREV: N70 dan N90
  • Kedua SUV menggunakan mesin bensin turbo 1.5 liter sebagai range extender
  • Tidak perlu ganti oli hingga 3 tahun atau 30.000 km perjalanan dengan mesin
  • Interval servis mirip dengan Li Auto L8 dan L9 yang juga 3 tahun/30.000 km
  • Xiaomi bermitra dengan Shell untuk oli viskositas rendah khusus
  • Dibandingkan mobil bensin/hybrid yang perlu ganti oli tiap 3.000-10.000 mil
  • EREV bisa melakukan perjalanan jauh dengan mesin mati sehingga keausan rendah

Telset.id – Xiaomi resmi meluncurkan sub-brand SkyNomad dengan dua crossover extended-range EV (EREV), N70 dan N90, yang diklaim tidak perlu ganti oli hingga tiga tahun atau 30.000 kilometer penggunaan mesin bensin. Klaim ini menjadi pembeda utama SkyNomad di segmen kendaraan keluarga, sekaligus menjawab keraguan publik tentang kerumitan perawatan EREV dibandingkan mobil listrik murni.

Sub-brand baru Xiaomi ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih berorientasi keluarga dibandingkan SU7 dan YU7 yang sangat sporty. N90 dan N70 yang lebih kecil hadir dengan desain besar, empuk, dan dirancang untuk mengangkut penumpang dengan nyaman. Yang menarik, kedua SUV ini tidak sepenuhnya listrik, melainkan menambahkan mesin bensin turbo 1.5 liter empat silinder yang berfungsi sebagai range extender. Hal ini menjadikan SUV terbaru Xiaomi sebagai extended-range EV, atau yang biasa dikenal sebagai EREV.

Konsep EREV sendiri telah menarik perhatian baik di dalam maupun luar China, karena menjanjikan keuntungan kendaraan listrik tanpa rasa cemas akan jarak tempuh. Namun, selalu ada pertanyaan mendasar: mekanisme kendaraan listrik relatif sederhana, tetapi dengan penambahan mesin bensin beserta cairan dan komponen bergeraknya, apakah model EREV akan lebih rumit untuk dirawat dibandingkan kendaraan listrik penuh? Ternyata tidak, setidaknya menurut Xiaomi.

Menjelang peluncuran penuh crossover EREV SkyNomad, rencana servis kendaraan telah diumumkan di Weibo merek tersebut. Kendaraan tidak perlu ganti oli hingga akhir tahun pertama, atau setelah menempuh 10.000 km. Setelah itu, Xiaomi merekomendasikan penggantian oli dan servis setiap 3 tahun, atau 30.000 km perjalanan dengan tenaga mesin. Kebijakan ini sangat mirip dengan Li Auto, yang juga memperpanjang interval ganti oli menjadi 3 tahun atau 30.000 kilometer untuk crossover EREV L8 dan L9 mereka.

Perubahan ke interval servis yang lebih panjang ini berpotensi menutup kesenjangan biaya operasional antara EV dan EREV. Sebagai perbandingan, mobil berbahan bakar bensin murni atau hybrid biasanya memerlukan penggantian oli setiap 3.000-10.000 mil.

Berbeda dengan kendaraan hybrid biasa (non-plug-in) yang membutuhkan mesin menyala untuk menggerakkan mobil pada kecepatan tertentu, model EREV ini dapat melakukan perjalanan signifikan dengan mesin mati. Karena mesin mati, secara teori seharusnya tidak ada banyak penggunaan atau keausan pada mesin tersebut. Itulah sebabnya Xiaomi dan Li Auto memperkirakan interval perawatan dapat diperpanjang.

Jika pengguna rutin mengisi daya dan tidak menggunakan mesin, ada kemungkinan nyata bahwa mereka akan mencapai batas waktu, bukan batas jarak tempuh, untuk perawatan yang diwajibkan kendaraan ini. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Pemilik Chevrolet Volt 2015 yang rajin mengisi daya bisa berkendara dengan tenaga listrik hampir sepanjang tahun. Mobil tersebut bahkan masuk ke mode perawatan, di mana mesin dinyalakan untuk membakar bahan bakar lama, mengalirkan oli di mesin, dan menghilangkan sisa kelembapan.

Chevrolet Volt bahkan memiliki oil life monitor yang cukup canggih untuk memantau penggunaan dan jarak tempuh, memungkinkan hingga dua tahun berkendara tanpa mesin atau dengan mesin yang dikurangi sebelum mengingatkan pemiliknya untuk ganti oli.

Belum jelas bagaimana Xiaomi mampu memperpanjang interval servisnya. Di Li Auto, merek tersebut melakukan perubahan desain internal pada mesin range extender untuk mengurangi risiko oksidasi oli dan kontaminasi dari kelembapan. Li Auto juga menggunakan oli khusus yang dikembangkan oleh Shell untuk memungkinkan interval servis yang panjang tersebut.

Tampaknya Xiaomi juga merekomendasikan oli khusus. CarNewsChina melaporkan bahwa merek tersebut telah bermitra dengan Shell untuk oli viskositas rendah khusus. Sejumlah EREV akan segera hadir di pasar AS, termasuk Scout’s Traveler dan Terra. Meskipun Scout belum mengumumkan apa pun, seorang perwakilan mengatakan bahwa siklus perawatan yang lebih panjang adalah salah satu alasan utama mengapa merek tersebut antusias dengan produk EV dan EREV-nya. Mereka memperkirakan siklus perawatan yang lebih panjang, tetapi detail pastinya baru akan diketahui saat kendaraan mendekati peluncuran.

Keputusan Xiaomi untuk memperpanjang interval ganti oli hingga tiga tahun menunjukkan pergeseran signifikan dalam paradigma perawatan kendaraan EREV. Dengan mesin yang jarang digunakan karena dominasi tenaga listrik, keausan komponen mesin menjadi jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional. Ini juga menjadi nilai jual utama bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tetapi masih khawatir dengan biaya perawatan jangka panjang.

Strategi interval servis panjang ini juga sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin fokus pada efisiensi biaya kepemilikan. Jika EREV mampu menawarkan biaya perawatan yang mendekati EV murni, maka daya tariknya akan semakin besar, terutama di pasar yang infrastruktur pengisian dayanya belum merata.

Dengan peluncuran SkyNomad, Xiaomi menunjukkan keseriusannya dalam pasar kendaraan listrik yang semakin kompetitif. Meskipun SU7 dan YU7 telah membangun reputasi sporty, kehadiran N70 dan N90 memperluas portofolio Xiaomi ke segmen keluarga yang lebih luas. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana respons pasar terhadap klaim interval perawatan yang panjang ini, dan apakah merek lain akan mengikuti jejak serupa.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.