📑 Daftar Isi

Ikon Fortnite di samping logo App Store dengan latar bendera Australia, menggambarkan kembalinya Fortnite ke App Store Australia

Australia Paksa Apple Buka iOS, Fortnite Kembali ke App Store

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pengadilan Federal Australia memerintahkan Apple membuka iOS untuk kompetisi
  • Fortnite kembali ke App Store Australia mulai sehari setelah putusan
  • Apple wajib mengizinkan toko aplikasi alternatif dan pembayaran pihak ketiga
  • Aturan berlaku 1 Maret 2027, Apple harus patuh atau minta perpanjangan sebelum 15 Februari 2027
  • Apple menolak putusan, akan ajukan banding dan minta penangguhan
  • Apple juga diperintahkan membayar 85 persen biaya hukum Epic Games

Telset.id – Fortnite kembali hadir di App Store Australia setelah Pengadilan Federal Australia memerintahkan Apple membuka ekosistem iOS untuk kompetisi. Putusan ini tidak hanya mengembalikan Fortnite ke iPhone pengguna Australia, tetapi juga memaksa Apple mengizinkan toko aplikasi alternatif dan sistem pembayaran pihak ketiga mulai 1 Maret 2027.

Keputusan tersebut menjadi babak baru dalam sengketa panjang antara Apple dan Epic Games. Sebelumnya, pada Mei 2026, Fortnite sudah kembali ke iOS di seluruh dunia kecuali Australia karena proses hukum yang masih berjalan di negara tersebut. Epic Games kala itu menyebut Apple masih memberlakukan syarat yang telah dinyatakan pengadilan Australia sebagai tindakan melawan hukum.

Lewat akun Epic Games Newsroom di X, Epic mengumumkan kabar tersebut sehari sebelum Fortnite tersedia kembali. “Kabar besar: Fortnite akan kembali ke App Store di Australia besok! Hari ini Pengadilan Federal Australia memerintahkan Apple membuka iOS setelah menemukan mereka melanggar hukum persaingan,” tulis Epic Games.

Putusan ini berangkat dari temuan pada Agustus 2025 bahwa Apple menyalahgunakan kekuatan pasarnya dengan membatasi kompetisi dalam distribusi aplikasi dan pembayaran. Pengadilan Australia mengikuti cetak biru Uni Eropa yang lebih dulu memaksa Apple membuka ekosistemnya melalui Digital Markets Act, meski Apple disebut tetap membebankan syarat dan biaya kepada pengembang yang memakai opsi tersebut.

Apa Saja yang Berubah di iOS Australia?

Putusan setebal 1.104 paragraf itu memuat sejumlah kewajiban yang harus dijalankan Apple. Pengadilan memerintahkan Apple membuka iOS untuk toko aplikasi pihak ketiga dan mengizinkan pengguna mengunduh aplikasi langsung dari pengembang. Pengguna dengan wilayah Akun Apple yang disetel ke Australia dapat memasang dan memperbarui aplikasi melalui marketplace pesaing maupun situs web pengembang.

Pengembang yang terdaftar dalam Apple Developer Program juga berhak mendistribusikan aplikasi ke pengguna Australia yang memenuhi syarat melalui toko alternatif, terlepas dari lokasi basis mereka. Apple wajib menyediakan alat yang diperlukan untuk distribusi alternatif tanpa sengaja mempersulit prosesnya dibanding pemasangan aplikasi lewat App Store miliknya sendiri.

Kendati demikian, aplikasi yang didistribusikan di luar App Store tetap harus melewati pemeriksaan keamanan dan privasi otomatis serta memperoleh notarisasi dari Apple atau pihak ketiga yang memenuhi kualifikasi. Apple tidak boleh memakai pembatasan berlebihan untuk melemahkan saluran distribusi pesaing.

Dari sisi pembayaran, pengembang dapat menawarkan layanan pembayaran pesaing, menautkan pelanggan ke halaman checkout eksternal, dan menetapkan harga lebih rendah melalui penyedia pembayaran alternatif. Apple tidak diizinkan memaksa pengembang menyediakan sistem pembayarannya berdampingan dengan alternatif tersebut, atau menuntut laporan dan audit atas transaksi yang ditangani di luar sistemnya.

Putusan juga membatasi besaran biaya yang boleh dikenakan Apple untuk pembelian yang memenuhi syarat melalui layanan pesaing. App Store tidak boleh memblokir pengembang yang mengarahkan pengguna ke aplikasi eksternal untuk melakukan pembelian, dan pengguna tidak boleh menemui “gesekan” saat membayar dengan sistem alternatif atau memasang aplikasi dari luar App Store.

Aturan ini juga dirancang menutup celah “malicious compliance” atau kepatuhan semu yang selama ini dituduhkan kepada Apple, seperti biaya “Core Technology” atau pungutan bagi pengembang yang memakai toko aplikasi pihak ketiga. Bagi pengguna, manfaat terbesarnya adalah pilihan yang lebih luas, sementara penghematan yang diteruskan ke pelanggan bergantung pada masing-masing pengembang.

Apple Akan Banding dan Minta Penundaan

Apple menegaskan tidak sepakat dengan banyak bagian putusan dan berencana mengajukan banding. Juru bicara Apple kepada Reuters menyatakan pihaknya akan meminta penangguhan dan mengajukan banding untuk mencari penyelesaian yang menghormati kekayaan intelektual mereka serta melindungi pengalaman aman dan terjamin yang diharapkan konsumen dan pengembang dari App Store.

Selain kewajiban membuka ekosistem, pengadilan memerintahkan Apple membayar 85 persen biaya hukum Epic Games. Apple juga harus menjalankan seluruh perintah paling lambat 1 Maret 2027, atau mengirimkan bukti bahwa mereka membutuhkan perpanjangan sebelum 15 Februari 2027. Kecuali pengadilan menunda implementasi, aturan baru ini akan berlaku pada tanggal tersebut.

Bagi Epic Games, putusan ini menjadi modal penting dalam pertarungan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Sebelumnya, Fortnite juga sempat diblokir Apple dengan alasan yang dibantah Epic sebagai penghalangan kompetisi. Kini perhatian tertuju pada langkah banding Apple yang bisa memengaruhi jadwal penerapan aturan di Australia.

Di sisi lain, keputusan ini menegaskan bahwa tekanan terhadap model distribusi aplikasi tertutup Apple tidak hanya datang dari Uni Eropa. Australia kini menjadi yurisdiksi berikutnya yang memaksa keterbukaan iOS, dan dampaknya akan terasa bagi pengembang maupun pengguna iPhone di negara tersebut begitu aturan berlaku penuh pada Maret 2027.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.