Telset.id – Proyek game role-playing (RPG) beranggaran besar yang berlatar dunia Avatar: The Last Airbender resmi tidak lagi dalam tahap produksi. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh IGN dan dikonfirmasi oleh eksekutif Paramount Games Studio, menandai pukulan terbaru bagi waralaba game Avatar yang selama ini kurang beruntung.
Shawn Kittelsen, senior vice president dan kepala kreatif serta produksi di Paramount Games Studio, mengungkapkan kepada IGN bahwa judul tersebut tidak sedang dalam produksi saat Paramount Games Studio dibentuk. Pembentukan studio ini merupakan hasil penggabungan divisi game dari Paramount dan Skydance pasca merger besar-besaran kedua perusahaan tersebut. Kittelsen secara spesifik menyatakan bahwa game Avatar RPG “tidak dalam produksi,” namun memberikan sedikit harapan dengan mengatakan bahwa hal itu “bukan berarti kamu tidak akan mendapatkan game Avatar AAA pada suatu saat, tetapi mungkin akan hadir dalam bentuk yang berbeda.”
Pernyataan tersebut memang tidak terlalu menjanjikan, namun standar untuk game Avatar sebenarnya sudah cukup rendah selama ini. Proyek yang kini dihentikan sementara ini sebenarnya sudah diumumkan sejak akhir 2024. Saat itu, Paramount mengumumkan sebuah RPG beranggaran besar berdasarkan serial kartun populer tersebut. Dalam pengumuman resminya, Paramount menyebut game ini akan menjadi “game video terbesar dalam sejarah waralaba” yang menampilkan “seorang Avatar baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.” Meskipun semesta yang digunakan sama, game ini direncanakan akan menggali periode waktu ribuan tahun sebelum peristiwa dalam Avatar: The Last Airbender.
Di sisi lain, kabar baik datang dari game Avatar Legends: The Fighting Game. Game fighting 2D 1v1 ini berhasil menarik banyak perhatian dari para penggemar serial animasi dan komunitas game fighting. Meskipun jadwal rilisnya sempat mundur dari 2 Juli menjadi 23 Juli, game ini terus membangun antusiasme dengan memperkenalkan Azula dan Kyoshi sebagai karakter yang dapat dimainkan.
Keputusan untuk menghentikan produksi game RPG Avatar ini tentu mengecewakan banyak penggemar yang sudah lama menantikan adaptasi video game yang layak dari serial favorit mereka. Namun, dengan pernyataan Kittelsen yang masih membuka kemungkinan untuk iterasi berbeda di masa depan, masih ada secercah harapan bagi para penggemar setia Avatar: The Last Airbender untuk mendapatkan pengalaman bermain game AAA yang memuaskan.
Bagi para penggemar yang ingin mengalihkan perhatian ke dunia game lain, banyak pilihan menarik yang tersedia. Misalnya, Realme P4 Pro menawarkan performa flagship dengan harga terjangkau. Atau jika Anda lebih suka bermain game di tablet, Redmi Pad 2 bisa menjadi pilihan tepat untuk menemani sesi gaming Anda.
Baca Juga:
Meskipun proyek RPG Avatar harus terhenti, perkembangan industri game tetap menarik untuk diikuti. Penggemar yang mencari perangkat gaming mumpuni dengan budget terbatas bisa melirik Lava Shark yang baru saja meluncur dengan performa tangguh.
Dampak Merger Paramount dan Skydance
Penghentian produksi game RPG Avatar ini tidak bisa dilepaskan dari merger besar antara Paramount dan Skydance. Penggabungan dua raksasa hiburan ini menghasilkan restrukturisasi di berbagai divisi, termasuk divisi game. Paramount Games Studio yang baru dibentuk sebagai hasil merger ini tampaknya memiliki prioritas yang berbeda, sehingga proyek-proyek yang sudah berjalan sebelumnya harus dievaluasi ulang.
Kittelsen sendiri tidak memberikan detail spesifik mengenai alasan pasti penghentian produksi, namun pernyataannya tentang kemungkinan “iterasi berbeda” di masa depan mengindikasikan bahwa Paramount tidak sepenuhnya meninggalkan potensi waralaba Avatar di industri game. Hanya saja, pendekatan dan bentuk final dari game tersebut kemungkinan besar akan sangat berbeda dari rencana awal yang diumumkan pada 2024.
Nasib Waralaba Game Avatar
Sejarah game adaptasi dari serial Avatar: The Last Airbender memang penuh dengan kekecewaan. Beberapa game yang pernah dirilis sebelumnya gagal memenuhi ekspektasi penggemar, baik dari segi gameplay, grafis, maupun kesetiaan terhadap materi sumber. Hal ini membuat harapan akan adanya game Avatar yang benar-benar berkualitas semakin tinggi, terutama setelah kesuksesan serial live-action di platform streaming.
Dengan dihentikannya proyek RPG bergengsi ini, pertanyaan besar kini muncul: akankah ada studio lain yang berani mengambil alih? Atau justru Paramount sendiri yang akan mengembangkan game Avatar dengan format yang berbeda? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal yang pasti, para penggemar harus bersabar lebih lama lagi untuk mendapatkan game Avatar yang layak.





Komentar
Belum ada komentar.