📑 Daftar Isi

Tangkapan layar Control Resonant menampilkan Dylan Faden di Manhattan yang berubah oleh kekuatan paranormal

Control Resonant: Sekuel Melee-Focused dengan Dylan Faden

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Control Resonant rilis 24 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X/S, macOS, dan PC
  • Protagonis berganti dari Jesse Faden menjadi Dylan Faden, saudara laki-lakinya
  • Sistem pertarungan berubah dari shooter menjadi melee-focused dengan senjata Aberrant
  • Dunia game berlatar di Manhattan yang terdistorsi, terbagi dalam "gelembung" zona unik
  • Kustomisasi mendalam dengan families of powers, talents, artifacts, dan sistem kostum
  • Ramah pemain baru dengan video "sebelumnya" di awal, tidak wajib main game pertama
  • Creative Director Mikael Kasurinen: game ini adalah "two sides of the same coin" dengan Control

Telset.id – Remedy Entertainment mengonfirmasi Control Resonant akan rilis pada 24 September 2026 untuk PS5, Xbox Series X/S, macOS, dan PC. Sekuel langsung dari Control ini menghadirkan perubahan besar: dari shooter menjadi game tempur jarak dekat (melee-focused) dengan protagonis baru, Dylan Faden.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tom’s Guide, Creative Director Mikael Kasurinen menjelaskan visi di balik sekuel ini. “These two games have a relationship — like they are two sides of the same coin,” ujarnya. Jika game pertama tentang Jesse Faden yang turun ke dalam kegelapan Oldest House, Control Resonant justru membawa pemain keluar ke jalanan Manhattan yang telah berubah oleh kekuatan paranormal.

Perubahan Perspektif dan Dunia

Pemain kini akan mengendalikan Dylan Faden, saudara laki-laki Jesse. Berbeda dengan Jesse yang asing dengan dunia paranormal, Dylan menghabiskan bertahun-tahun di dalam Oldest House sejak usia 10 tahun. Hal yang terasa aneh bagi Jesse justru normal bagi Dylan, dan sebaliknya — dunia nyata di luar Oldest House menjadi sesuatu yang asing baginya.

Oldest House kini telah menyebar keluar dari batasnya dan mempengaruhi Manhattan. Tidak seperti sektor-sektor dengan tema berbeda di game pertama, Manhattan di Control Resonant terbagi menjadi “gelembung” (bubbles) yang dibuat khusus. Setiap zona memiliki waktu siangnya sendiri — satu area mungkin terkunci di tengah malam, sementara area lain disinari cahaya senja. “Every place is directed, thought through, considered, bespoke,” tegas Mikael. Tidak ada konten open-world generik di sini.

Pertarungan Agresif dengan Aberrant

Perubahan paling mencolok ada pada sistem pertarungan. Jika Jesse menggunakan Service Weapon yang bisa berubah bentuk dan kekuatan telekinetik Launch, Dylan justru mengandalkan senjata jarak dekat bernama Aberrant. Senjata ini dapat berubah bentuk sesuai kebutuhan — menjadi palu raksasa atau pedang mematikan. Setiap kali berganti bentuk, sisa bentuk sebelumnya tertinggal, memberi kesan improvisasi dalam pertempuran.

“When you give players a melee weapon, they run in,” kata Mikael. Pertarungan dirancang agar pemain tidak punya tempat bersembunyi dan harus terus agresif. Musuh juga berbagi atribut yang sama dengan Dylan, termasuk kemampuan traversal dan kemampuan menciptakan anomali gravitasi. Jika Anda mencoba diam, Anda akan menemui akhir yang tidak mengenakkan.

Kustomisasi Mendalam Tanpa RPG

Meski bukan RPG tradisional, Control Resonant menawarkan opsi kustomisasi yang dalam. Saat mengalahkan Resonant Entities (makhluk paranormal kuat), pemain mendapatkan families of powers — tetapi hanya bisa memilih satu dari setiap keluarga. Contoh pilihan awal: serangan lemparan batu (barrage-style rock throw) atau perisai berputar 360 derajat yang bisa digunakan ofensif.

Ada juga kemampuan tidak langsung seperti asteroid terapung yang menyerang otomatis, atau kekuatan yang membuat musuh saling menyerang. Ditambah elemen lain seperti talents, artifacts, dan sistem kostum yang lebih fleksibel (kepala, seragam dasar, dan bagian tubuh atas yang bisa dicampur), setiap pemain bisa memiliki Dylan yang terasa berbeda.

Remedy-verse yang Ramah Pemain Baru

Salah satu aspek menarik dari game Remedy adalah keterkaitan semesta mereka. Namun, Mikael menegaskan bahwa Control Resonant bisa dinikmati tanpa harus memainkan Control pertama atau Alan Wake 2. Ada video “sebelumnya” pendek di awal untuk konteks. “We want every game to stand on its own two feet. You can jump into any of them,” ujarnya.

Control Resonant akan dirilis pada 24 September untuk PS5, Xbox Series X/S, macOS, dan PC. Berdasarkan wawancara dengan Mikael Kasurinen, Remedy tampaknya sedang membuat game paling ambisius mereka — pengalaman yang aneh, mungkin meresahkan, tetapi segar.

Komentar

Belum ada komentar.