Telset.id – Blizzard Entertainment memastikan Diablo 5 dirancang untuk semua penggemar Diablo, dengan pendekatan “deferred complexity” yang memindahkan sebagian sistem kompleks ke endgame. Senior game director Joe Shely menyatakan tim tidak berusaha membuat game untuk “setiap manusia di Bumi”, melainkan khusus bagi mereka yang mencintai Diablo karena alasan-alasan spesifik yang bisa dipahami.
Pernyataan itu disampaikan Shely dalam wawancara dengan TechRadar Gaming di BlizzCon 2026, sesaat setelah pengumuman resmi Diablo 5. Ia menjelaskan bahwa timnya menyadari penggemar Diablo terbagi dalam beberapa kelompok. Sebagian menikmati alur cerita dan eksplorasi, sementara pemain hardcore lebih tertarik pada sistem itemization yang rumit, merancang build, dan mengejar konten endgame. Pendekatan ini menjadi dasar bagaimana Blizzard menyusun sistem dan pengalaman bermain di sekuel tersebut.
“Kami bisa berbicara dengan pemain dan memahami mengapa individu atau kelompok pemain menyukai Diablo dan apa yang mereka sukai darinya, serta dari game mana mereka mengasosiasikan Diablo,” kata Shely. Menurutnya, pemahaman itu memungkinkan tim menyesuaikan sistem, pengalaman, campaign, dan progression agar memuaskan berbagai tipe pemain.
Deferred Complexity Jadi Kunci Keseimbangan
Shely kemudian menyebut konsep “deferred complexity” yang dipakai tim untuk menyeimbangkan sistem permainan. Ide ini ditujukan bagi pemain yang menikmati permainan santai, sekaligus memenuhi “komitmen kami untuk menghadirkan endgame yang lengkap bagi para pemain tersebut saat peluncuran”. Artinya, sejumlah sistem kompleks dipindahkan ke fase endgame.
Baca Juga:
“Dengan menunda sebagian kompleksitas sistem dan itemization ke endgame, kami bisa menghadirkan kedalaman dan elemen mastery yang dinikmati pemain yang menyukai endgame tanpa membuat kewalahan pemain yang menikmati menghabiskan banyak waktu di campaign dan menjelajahi dunia,” ujar Shely. Pendekatan ini disebutnya sebagai cara agar kedua kubu penggemar tetap mendapatkan pengalaman yang memuaskan sesuai preferensi masing-masing.
Narrative director Jennifer Hepler menambahkan bahwa semua tipe penggemar Diablo terwakili di dalam tim pengembang. Ia menyebut rekan-rekannya memiliki kesamaan minat, “sangat passionate” terhadap seri ini, dan memahami apa yang paling dinikmati para pemain.
“Orang-orang yang menyukai campaign bekerja di campaign, dan orang-orang yang menyukai sistem bekerja di endgame,” kata Hepler. “Jadi setiap kelompok pemain memiliki advokat yang passionate di tim yang tidak hanya berbicara untuk mereka, tetapi juga benar-benar menciptakan konten untuk mereka.”

Pernyataan kedua figur Blizzard ini memperkuat posisi Diablo 5 sebagai proyek yang dibangun dengan mempertimbangkan keberagaman cara bermain. Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan seri, arah kreatif ini juga berkaitan dengan perubahan besar pada dunia Sanctuary yang kini berubah menjadi outpost neraka dengan biome yang bisa berubah total.
Dari sisi naratif, Diablo 5 juga membawa perubahan pada posisi pemain dalam cerita. Pemain berperan sebagai Heir of Westmarch dengan ikatan unik terhadap Diablo sendiri, sebuah elemen yang menjadi salah satu fondasi cerita sekuel ini.
Jadwal Peluncuran Diablo 5
Diablo 5 saat ini masih dalam tahap pengembangan dan dijadwalkan meluncur pada Spring 2029. Pengumuman ini menegaskan bahwa Blizzard tengah menyiapkan sekuel utama yang tidak hanya melanjutkan warisan seri, tetapi juga menyusun ulang cara sistem permainan disajikan kepada dua kelompok besar penggemarnya: penikmat campaign dan pemburu endgame.
Dengan pendekatan deferred complexity, Blizzard tampak ingin memastikan bahwa kompleksitas itemization dan sistem mendalam tidak menjadi penghalang bagi pemain yang ingin menikmati cerita, sekaligus tetap memberi ruang bagi pemain hardcore untuk mengasah mastery mereka di endgame sejak peluncuran.

Pernyataan Shely dan Hepler menunjukkan bahwa Diablo 5 dibangun dengan asumsi bahwa penggemar Diablo menyukai seri ini karena alasan yang bisa diidentifikasi dan dipetakan. Alih-alih membuat satu pengalaman seragam, tim memilih menyesuaikan sistem, campaign, dan progression agar sesuai dengan tipe pemain yang berbeda.
Bagi penggemar yang mengikuti perkembangan dunia Sanctuary, narasi Diablo 5 juga menyoroti kondisi dunia manusia yang jatuh ke tangan neraka, sebagaimana tergambar dalam Sanctuary jatuh. Kombinasi antara perubahan dunia, posisi pemain dalam cerita, dan keseimbangan sistem permainan menjadi tiga pilar yang membentuk identitas Diablo 5 menjelang peluncurannya di Spring 2029.





Komentar
Belum ada komentar.