📑 Daftar Isi

Epic Games mengumumkan integrasi generative AI di Unreal Engine 5.8 dan UE6 saat Unreal Fest 2026

Epic Games Rinci Strategi Gen AI di Unreal Engine 5.8 dan UE6

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Epic Games luncurkan Unreal Engine 5.8 dengan plugin MCP eksperimental untuk integrasi gen AI
  • Plugin MCP hubungkan model AI seperti Claude dan Gemini langsung ke Unreal Engine
  • UE6 direncanakan rilis early access akhir 2027, full release 12-18 bulan setelahnya
  • 52% developer game nilai gen AI buruk bagi industri (survei GDC 2026)
  • Poncle (Vampire Survivors) review ulang kolaborasi dengan Fortnite karena kebijakan AI Epic
  • UE6 akan gabungkan Unreal Engine 5 dan UEFN jadi satu platform
  • Demo tunjukkan Claude Code bisa otomatiskan pembuatan aset, pencahayaan, dan optimasi
  • Kolaborasi The Simpsons dan 30+ game lain untuk Fortnite tahun 2026

Telset.id – Epic Games secara resmi merinci strategi integrasi generative AI (gen AI) ke dalam Unreal Engine, bertepatan dengan peluncuran Unreal Engine 5.8 dan pengumuman perdana Unreal Engine 6 (UE6) dalam gelaran Unreal Fest, Rabu (17/6/2026). Langkah ini menjadi sinyal paling jelas bahwa pengembang Fortnite tersebut serius menjadikan kecerdasan buatan sebagai tulang punggung pengembangan game generasi mendatang.

Dalam keynote The State of Unreal, Epic memperkenalkan plugin eksperimental Model Context Protocol (MCP) yang memungkinkan developer menghubungkan model gen AI seperti Claude (Anthropic) dan Gemini (Google) langsung ke dalam Unreal Engine 5.8. Plugin MCP ini nantinya direncanakan menjadi komponen integral di UE6.

Marcus Wassmer, kepala tim pengembangan Epic, dalam sebuah blog post menjelaskan bahwa model gen AI dapat bertindak sebagai “creativity and productivity multipliers” atau pengganda kreativitas dan produktivitas. Tujuannya, menurut Wassmer, adalah agar tim pengembang bisa memfokuskan upaya pada tugas-tugas kreatif dan teknis yang esensial, alih-alih menghabiskan waktu pada pekerjaan manual yang memakan waktu.

“Our goal for UE6 is to greatly reduce the tedious work in authoring content to leave more time for creative exploration, and increase the amount of iterations a team can make to polish their content,” tulis Wassmer. Ia menambahkan bahwa UE6 akan hadir dengan tools dan workflow yang memungkinkan developer membawa model favorit mereka sendiri yang telah teruji secara internal dan di UEFN (Unreal Engine for Fortnite).

Epic juga mendemonstrasikan kemampuan Claude Code yang terhubung ke UE untuk menarik objek dari pustaka aset dan menempatkannya secara otomatis di ruang virtual. Developer tetap bisa memindahkan objek secara manual di editor UE. Demo lainnya menunjukkan bagaimana Claude Code digunakan untuk membangun sebuah kota yang dapat menyesuaikan diri secara otomatis saat aset seperti taman ditambahkan.

Selain memodifikasi aset, model gen AI juga dapat menyesuaikan faktor pencahayaan dan mencocokkan kondisi atmosfer dengan contoh dunia nyata. Dalam video promosi Unreal Engine 5.8, Epic menyebut bahwa developer bisa menggunakan Claude untuk “automate asset creation, testing and optimization,” termasuk mengakses sistem inti UE seperti blueprints, assets, levels, materials, dan meshes.

Langkah Epic menggenjot gen AI bukanlah hal yang mengejutkan. Pada November 2025 lalu, CEO Epic Games Tim Sweeney sempat menyatakan bahwa label “made with AI” mungkin relevan untuk pameran seni atau pasar lisensi konten digital, namun tidak masuk akal untuk toko game karena AI akan terlibat di hampir semua produksi masa depan.

Kontroversi di Balik Optimisme AI

Meski Epic optimistis, sentimen industri game terhadap gen AI justru menunjukkan tren sebaliknya. Laporan Game Developers Conference (GDC) 2026 yang dirilis pada Januari lalu, berdasarkan survei terhadap lebih dari 2.300 pekerja industri game, mengungkapkan bahwa 52 persen responden menilai gen AI buruk bagi industri. Angka ini melonjak drastis dari 30 persen pada edisi 2025 dan 18 persen pada 2024. Hanya tujuh persen responden yang menilai gen AI berdampak positif.

Di sisi lain, 36 persen responden mengaku telah menggunakan tools gen AI dalam pekerjaan mereka. Sebagian besar menggunakannya untuk riset dan brainstorming (81 persen), serta pembuatan prototipe (35 persen).

Kekhawatiran ini tampaknya ikut dirasakan oleh mitra bisnis Epic sendiri. Poncle, pengembang game Vampire Survivors, menyatakan melalui Reddit bahwa mereka sedang “reviewing our collaboration with Fortnite” menyusul pengumuman Epic tentang penggunaan gen AI untuk membuat berbagai aset game, termasuk karakter Fortnite. “We’ll let you know if anything moves forward,” tulis Poncle.

Screenshot from a demo of a developer using Claude Code in Unreal Engine. They asked the gen AI tool to replicate the lighting from an image of a city and sky.

UE6 dan Masa Depan Ekosistem Epic

Selain integrasi AI, Epic juga mengungkapkan bahwa mereka tengah menggabungkan Unreal Engine 5 dan UEFN (Unreal Editor for Fortnite) menjadi satu platform tunggal di UE6. Salah satu fitur yang sedang diuji adalah kemampuan untuk menarik skin Fortnite ke dalam game UE6 lain, dan sebaliknya, memungkinkan developer memindahkan skin mereka ke Fortnite.

Epic menargetkan perilisan awal (early access) UE6 pada akhir 2027, dengan rilis penuh menyusul sekitar 12-18 bulan setelahnya. Sementara itu, untuk kolaborasi konten, Epic mengumumkan bahwa kreator pengalaman Fortnite yang menggunakan UEFN akan segera bisa membuat game berdasarkan The Simpsons, seperti yang saat ini sudah bisa dilakukan dengan lisensi Star Wars.

Lebih dari 30 kolaborasi game dijadwalkan untuk Fortnite tahun ini, termasuk Sonic Racing: CrossWorlds, Vampire Survivors, Control Resonant, dan Phantom Blade Zero. Namun, seperti disebutkan sebelumnya, kolaborasi dengan Vampire Survivors kini berada dalam status review menyusul kekhawatiran Poncle terhadap arah kebijakan AI Epic.

Dengan langkah agresif ini, Epic Games menempatkan diri di garis depan adopsi gen AI di industri game. Namun, data survei GDC dan reaksi mitra seperti Poncle menunjukkan bahwa masih ada jurang ekspektasi yang lebar antara visi perusahaan dan kekhawatiran para pengembang. Keberhasilan UE6 mungkin tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga sejauh mana Epic mampu meyakinkan ekosistem bahwa AI adalah alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.

Komentar

Belum ada komentar.