Telset.id – Keputusan Take-Two Interactive menghadirkan edisi fisik Grand Theft Auto 6 (GTA 6) tanpa cakram game akhirnya mendapat penjelasan resmi. CEO Take-Two, Strauss Zelnick, mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil karena bisnis perusahaan kini telah didominasi oleh penjualan digital, dengan porsi lebih dari 90 persen.
Dalam sesi tanya jawab dengan investor, Zelnick ditanya mengenai rencana Sony yang akan menghentikan produksi cakram game pada Januari 2028. Meski tidak menjawab langsung, ia menegaskan bahwa edisi fisik GTA 6 tidak akan menjadi masalah besar karena model bisnis perusahaan memang sudah beralih ke digital.
“Our business is well over 90% digitally distributed. It’s already a digital business,” ujar Zelnick seperti dikutip dari laporan Jason Schreier.
Keputusan ini memicu kontroversi di kalangan penggemar sejak Rockstar Games pertama kali mengumumkan bahwa edisi fisik GTA 6 hanya akan berisi kode unduhan digital di dalam kotaknya. Beberapa penggemar bahkan kecewa karena telah membeli disc drive khusus untuk PS5 Pro demi game ini, sementara sejumlah retailer dikabarkan menarik game tersebut dari penjualan.

Zelnick juga menanggapi kekhawatiran bahwa ritel fisik merupakan kanal pemasaran penting bagi game sebesar GTA. Ia mengakui hal tersebut sebagai poin yang baik dan justru menjadi alasan perusahaan menawarkan opsi “code-in-a-box”.
“That is why we offer code-in-a-box,” kata Zelnick kepada The Game Business.
Baca Juga:
Keputusan Take-Two untuk menghadirkan edisi fisik tanpa cakram sebenarnya bukan hal baru. Perdebatan serupa sudah terjadi lebih dari satu dekade lalu ketika GTA 5 dirilis. Namun, skala GTA 6 yang jauh lebih besar membuat keputusan ini menjadi sorotan utama.
Selain membahas format distribusi, Zelnick juga mengungkapkan pencapaian luar biasa dari sisi penjualan. Take-Two melaporkan pendapatan sebesar $1.39 miliar dari pre-order GTA 6 hanya dalam lima hari. Angka tersebut disebutnya sebagai sesuatu yang “belum pernah terjadi sebelumnya dan menakjubkan”.

GTA 6 akan hadir dalam dua edisi yang bisa dipilih pemain. Standard Edition dibanderol $79.99 atau £69.99, sementara Ultimate Edition dijual seharga $99.99 atau £89.99 dengan tambahan konten eksklusif. Meski beberapa penggemar mengeluhkan harga edisi Ultimate, Zelnick menilai penetapan harga tersebut sudah tepat.
“I think that Rockstar got it right in terms of the pricing of this standard edition and the pricing of the deluxe edition, and I think there’s no doubt that consumers are really excited about both,” ungkap Zelnick.
Ia menambahkan bahwa pilihan antara kedua edisi tersebut bergantung pada kemampuan finansial dan tingkat antusiasme masing-masing konsumen. Pre-order yang berjalan sangat baik menjadi bukti bahwa strategi ini diterima pasar.
GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November untuk PS5, Xbox Series X, dan Series S. Sementara itu, cuplikan baru berjudul “Grand Theft Auto 6: An Extended Look” akan tayang perdana di Netflix pada 27 Agustus.
Keputusan Take-Two untuk mengandalkan penjualan digital sejalan dengan tren industri game yang terus bergeser. Dengan porsi bisnis digital yang sudah melebihi 90 persen, perusahaan menilai bahwa kehadiran cakram fisik bukan lagi prioritas utama, meskipun tetap menyediakan opsi bagi konsumen yang masih menginginkan kemasan fisik.

Bagi penggemar yang masih menginginkan koleksi fisik, kehadiran kode dalam kotak setidaknya memberikan opsi untuk memiliki kemasan edisi khusus tanpa harus mengorbankan kenyamanan unduhan digital. Namun, bagi mereka yang menginginkan cakram fisik sungguhan, keputusan ini jelas menjadi kekecewaan tersendiri.
Take-Two tampaknya telah mempertimbangkan semua aspek sebelum mengambil keputusan ini. Dengan dominasi penjualan digital yang sudah sangat besar, perusahaan menilai bahwa langkah ini adalah keputusan bisnis yang paling rasional, meskipun harus menerima kritik dari sebagian penggemar setianya.





Komentar
Belum ada komentar.