📑 Daftar Isi

Laporan keuangan Nintendo kuartal pertama 2026 menunjukkan laba operasional naik 150 persen

Laba Operasional Nintendo Melonjak 150 Persen di Kuartal Pertama

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Laba operasional Nintendo naik 150 persen menjadi JPY 142,5 miliar (USD 902 juta) pada April-Juni 2026
  • Pendapatan bersih turun 9,5 persen menjadi JPY 517,8 miliar (USD 3,28 miliar)
  • Pengembalian tarif AS sekitar USD 300 juta menjadi pendorong utama profitabilitas
  • Penjualan Switch 2 turun 34,4 persen (3,82 juta unit), Switch original turun 31,8 persen (0,66 juta unit)
  • Penjualan game Switch 2 naik 9,2 persen (9,46 juta unit), game Switch original naik 38,6 persen (33,81 juta unit)
  • Tomodachi Life: Living the Dream terjual 7,94 juta kopi, Pokémon Pokopia 1,27 juta kopi
  • Penjualan digital naik 90 persen menjadi JPY 132,7 miliar
  • Bisnis IP naik 107 persen menjadi JPY 34,8 miliar berkat The Super Mario Galaxy Movie

Telset.id – Nintendo mencatatkan lonjakan laba operasional hingga 150 persen pada periode April hingga Juni 2026, meskipun pendapatan bersihnya mengalami penurunan. Kenaikan signifikan ini terutama didorong oleh pengembalian tarif (tariff refunds) di Amerika Serikat yang nilainya mencapai sekitar USD 300 juta.

Laba operasional perusahaan naik dari JPY 56,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu menjadi JPY 142,5 miliar atau setara dengan sekitar USD 902 juta. Angka ini cukup mengejutkan mengingat pendapatan bersih Nintendo justru turun 9,5 persen menjadi JPY 517,8 miliar (USD 3,28 miliar) pada kuartal fiskal pertama tahun ini.

Menurut laporan resmi perusahaan, pengembalian tarif ini terjadi karena bea masuk yang terkait dengan refund tersebut sebagian besar ditanggung oleh perusahaan, bukan dibebankan kepada konsumen melalui harga produk. Nintendo juga baru saja menaikkan harga Switch 2, yang menurut perusahaan disebabkan oleh kenaikan harga komponen, bukan karena tarif.

Meskipun kuartal ini sangat menguntungkan secara finansial, penjualan konsol justru menunjukkan tren penurunan. Nintendo menjual 3,82 juta unit Switch 2, turun 34,4 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, penjualan model Switch original hanya mencapai 0,66 juta unit, turun 31,8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Nintendo’s Consolidated Financial Highlights for the April-June 2026 period

Penjualan Game Justru Meningkat

Di sisi lain, penjualan game Nintendo justru mengalami peningkatan pada periode yang sama. Penjualan game untuk Switch 2 naik 9,2 persen dengan total 9,46 juta unit game terjual. Angka yang lebih impresif datang dari game untuk Switch original yang melonjak 38,6 persen dengan total 33,81 juta unit terjual.

Beberapa judul unggulan turut disebut dalam laporan keuangan tersebut. Tomodachi Life: Living the Dream berhasil terjual sebanyak 7,94 juta kopi, sementara Pokémon Pokopia mencatatkan penjualan 1,27 juta kopi. Kedua judul ini menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan penjualan game secara keseluruhan.

Penjualan digital juga menjadi penyumbang pendapatan yang signifikan. Segmen ini mencakup versi unduhan dari software fisik, software unduhan khusus, konten tambahan (add-on), serta layanan Nintendo Switch Online. Penjualan digital naik 90 persen menjadi total JPY 132,7 miliar, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen ke platform digital.

Console sales: Nintendo Switch and Switch 2

Bisnis IP Nintendo Tumbuh Pesat

Selain bisnis konsol dan game, Nintendo juga melaporkan pertumbuhan signifikan pada bisnis terkait kekayaan intelektual (IP). Penjualan dari bisnis IP naik 107 persen menjadi JPY 34,8 miliar, didorong oleh kesuksesan The Super Mario Galaxy Movie. Keberhasilan film ini menunjukkan bahwa ekspansi Nintendo ke industri hiburan di luar game mulai membuahkan hasil.

Kinerja keuangan yang kuat ini terjadi di tengah berbagai dinamika pasar. Penurunan penjualan konsol mungkin menjadi perhatian, namun margin keuntungan yang jauh lebih baik menunjukkan efisiensi operasional perusahaan. Strategi Nintendo untuk tidak membebankan biaya tarif kepada konsumen tampaknya menjadi keputusan yang tepat, meskipun kemudian perusahaan menaikkan harga Switch 2 karena alasan biaya komponen.

Data penjualan yang beragam ini menarik untuk dicermati, terutama bagi pengamat industri game. Sebelumnya, penjualan Switch 2 memang sudah menunjukkan tren penurunan, namun Nintendo tetap tenang menghadapi situasi tersebut.

Peningkatan penjualan game yang signifikan, terutama untuk Switch original, menunjukkan bahwa basis pengguna konsol generasi sebelumnya masih sangat aktif. Hal ini menjadi modal penting bagi Nintendo untuk terus mengembangkan ekosistemnya. Sementara itu, pertumbuhan bisnis IP melalui film dan konten lainnya membuka aliran pendapatan baru yang tidak bergantung pada siklus penjualan perangkat keras.

Nintendo digital sales

Kombinasi antara pengembalian tarif, pertumbuhan penjualan game, dan kesuksesan bisnis IP menjadikan kuartal ini sebagai periode yang bersejarah bagi Nintendo dari sisi profitabilitas. Meskipun volume penjualan konsol menurun, kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang lebih besar menunjukkan fundamental bisnis yang sehat.

Ke depan, pasar akan terus memantau apakah tren profitabilitas ini dapat dipertahankan. Faktor-faktor seperti harga komponen, strategi penetapan harga konsol, serta performa judul-judul game baru akan menjadi penentu. Nintendo sendiri tampaknya berada di posisi yang kuat dengan portofolio game yang solid dan ekspansi bisnis IP yang menjanjikan.

Bagi para penggemar Nintendo, kabar tentang Nintendo Direct Fire Emblem dan berbagai judul yang akan datang tentu menjadi hiburan tersendiri. Sementara itu, para kolektor juga masih bisa menemukan hal-hal menarik seperti konsol retro Nintendo yang langka di pasaran.

Laporan keuangan kuartal pertama ini memberikan gambaran bahwa Nintendo berhasil menavigasi tantangan pasar dengan baik. Penurunan penjualan konsol tidak serta-merta menjadi indikator buruk, karena perusahaan mampu mengkompensasi melalui berbagai segmen bisnis lainnya. Strategi diversifikasi pendapatan melalui game, konten digital, dan bisnis IP terbukti efektif dalam menjaga pertumbuhan profitabilitas perusahaan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.