Telset.id – Microsoft kini menghadapi kenyataan pahit setelah ambisi besar Xbox Game Pass sebagai masa depan gaming tidak berjalan sesuai rencana. Laporan terbaru dari Bloomberg mengungkapkan bahwa layanan berlangganan ini gagal mencapai setengah dari target yang ditetapkan, memaksa Microsoft untuk mengevaluasi kembali strategi bisnis gamenya.
Menurut laporan tersebut, eksekutif Xbox awalnya membidik 77 juta pelanggan Game Pass pada akhir tahun fiskal 2026. Namun kenyataannya, layanan ini hanya memiliki sekitar 30 juta pelanggan saat ini. Angka tersebut kurang dari setengah dari target ambisius yang pernah ditetapkan.
Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan jika melihat tren penurunan yang terjadi. Bloomberg melaporkan bahwa Game Pass kini kehilangan sekitar empat juta pelanggan dibandingkan saat Microsoft terakhir kali mengumumkan angka tersebut secara publik pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan justru melambat, bukan semakin cepat.
Mantan karyawan Xbox yang dikutip dalam laporan tersebut mengungkapkan bahwa kekhawatiran telah menyebar secara internal. Banyak yang mulai percaya bahwa pertumbuhan pelanggan Game Pass telah mencapai puncaknya lebih awal dari perkiraan.
Baca Juga:
Microsoft sebenarnya telah berupaya memperbaiki situasi dengan menyesuaikan harga. Pada Oktober lalu, perusahaan menaikkan harga Game Pass Ultimate sekitar 50%, sebelum akhirnya menurunkannya menjadi $23 per bulan pada April. Harapannya, tier premium ini dapat memperkuat ekosistem konten Xbox secara lebih luas dan mendorong penjualan game yang lebih tinggi.

Laporan ini juga mengungkapkan fakta mengejutkan lainnya. Bahkan keputusan untuk menempatkan Call of Duty di Game Pass sejak hari pertama tidak berjalan mulus. Bloomberg melaporkan bahwa tidak semua pihak di Xbox yakin dengan langkah tersebut. Beberapa karyawan khawatir bahwa memberikan salah satu rilisan game tahunan terbesar melalui layanan berlangganan justru akan mengkanibal penjualan ritel.
Kekhawatiran tersebut ternyata beralasan. Menurut Bloomberg, 82% penjualan Black Ops 6 masih berasal dari PlayStation, meskipun Microsoft sudah memiliki Activision. Fakta ini menunjukkan bahwa strategi berlangganan Xbox tidak berhasil menciptakan keunggulan platform yang diharapkan banyak pihak di dalam perusahaan, bahkan setelah salah satu akuisisi terbesar dalam sejarah game.

Meskipun demikian, laporan tersebut tidak menyiratkan bahwa Game Pass akan dihentikan. Namun, dengan pertumbuhan pelanggan yang dilaporkan mendatar meskipun telah melakukan akuisisi besar-besaran dan merilis game blockbuster sejak hari pertama, angka-angka ini memberikan gambaran yang lebih jelas tentang mengapa Microsoft mungkin kini sedang menilai ulang sebagian dari bisnis gamenya.
Langkah ini sejalan dengan serangkaian keputusan sulit yang diambil Xbox belakangan ini. PHK massal yang terjadi pada tahun 2026 dan penutupan beberapa studio menunjukkan bahwa Microsoft sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi gamenya.
Krisis yang melanda Xbox juga berdampak pada masa depan divisi game Microsoft secara keseluruhan. Setelah bertahun-tahun bertaruh besar pada model berlangganan, perusahaan kini harus menghadapi kenyataan bahwa strategi tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan.





Komentar
Belum ada komentar.