Telset.id – Microsoft kembali melakukan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang berdampak besar pada industri game. Kali ini, studio pengembang game legendaris di balik waralaba Doom, id Software, menjadi korban dengan laporan pemangkasan sekitar 50 persen dari total stafnya.
Kabar mengejutkan ini pertama kali dilaporkan oleh Game Developer pada Selasa (7/7/2026). PHK di id Software merupakan bagian dari gelombang PHK besar-besaran yang diumumkan Microsoft pada Senin lalu, yang secara khusus menyasar divisi Xbox dan studio game di bawah naungannya. Meskipun Microsoft maupun id Software belum secara resmi mengakui pemutusan hubungan kerja ini, salah satu mantan anggota staf studio, Michael Maynard, telah mengonfirmasi angka 50 persen tersebut melalui unggahan di LinkedIn.
Menurut setidaknya satu sumber Game Developer, jumlah tersebut bisa berarti sekitar 90 pemotongan jabatan. Namun, hingga saat ini masih belum jelas divisi apa di id Software yang paling terdampak. Engadget telah menghubungi Microsoft untuk informasi lebih lanjut mengenai PHK di id Software dan akan memperbarui artikel jika ada tanggapan.
Seperti beberapa studio lain di bawah naungan Xbox, id Software telah berserikat dengan Communications Workers of America (CWA). Meskipun perjanjian netralitas tenaga kerja Microsoft dengan CWA memungkinkan serikat pekerja “wall-to-wall” studio tersebut langsung diakui pada tahun 2025, para staf studio belum mencapai kesepakatan dengan perusahaan mengenai kontrak pertama mereka.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sebagai respons terhadap PHK Xbox, Presiden CWA Claude Cummings Jr. menyatakan bahwa Microsoft “memperlambat anggota serikat pekerja di meja perundingan,” sehingga mencegah mereka mendapatkan perlindungan dari kontrak serikat pekerja. Dalam pernyataan yang sama, Wakil Presiden CWA Distrik 2-13 Mike Davis mengatakan bahwa serikat pekerja akan menuntut “perundingan segera” terkait “pesangon yang adil” dan hal-hal lainnya.
Bloomberg melaporkan sebelumnya bahwa sebagai bagian dari “reset” di Xbox, ZeniMax Media, perusahaan induk id Software, akan fokus pada waralaba terbesarnya ke depan — seperti The Elder Scrolls, Fallout, Wolfenstein, dan Doom. Kemungkinan inilah yang memotivasi pemotongan di id Software, meskipun pengembang tersebut secara lahiriah tampak sudah sangat fokus pada Doom. Studio ini meluncurkan Doom: The Dark Ages pada tahun 2025 dan sebuah ekspansi untuk game tersebut pada 7 Juli 2026.
Apapun alasannya, PHK di Xbox belum berakhir. Meskipun Microsoft telah menghilangkan 1.600 peran bersamaan dengan pengumuman restrukturisasi Xbox, perusahaan masih berencana untuk memberhentikan 1.600 karyawan lagi dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga:
PHK massal ini menjadi pukulan telak bagi id Software, studio yang telah mendefinisikan ulang genre first-person shooter (FPS) selama beberapa dekade. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para karyawan yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga oleh komunitas gamer yang mengkhawatirkan masa depan waralaba ikonik seperti Doom dan Quake. Dengan pengurangan staf hingga setengahnya, produktivitas dan jadwal rilis game di masa depan menjadi tanda tanya besar.
Keputusan Microsoft untuk melakukan PHK besar-besaran ini, meskipun telah memiliki perjanjian dengan serikat pekerja, menunjukkan adanya tekanan finansial atau perubahan strategi yang signifikan di divisi Xbox. Fokus ZeniMax pada waralaba utama seperti The Elder Scrolls dan Fallout mengindikasikan bahwa Microsoft mungkin akan lebih selektif dalam mengalokasikan sumber daya, meninggalkan proyek-proyek yang dianggap kurang potensial. Situasi ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri game secara global, di mana efisiensi biaya seringkali berbenturan dengan kesejahteraan pengembang. Para penggemar Doom tentu berharap bahwa esensi dan kualitas game besutan id Software tidak akan tergerus oleh gejolak internal ini.
Bagi para pengguna yang gemar bermain game, PHK ini juga bisa menjadi pengingat untuk mengelola waktu bermain dengan bijak. Salah satu cara untuk menghindari kebiasaan bermain yang tidak produktif adalah dengan memanfaatkan Fitur Anti-Doomscrolling yang kini tersedia di berbagai platform. Fitur ini dapat membantu pengguna untuk tetap fokus dan tidak terjebak dalam siklus bermain game tanpa henti.
Pengembangan terbaru ini menimbulkan pertanyaan serius tentang masa depan id Software. Dengan kehilangan setengah dari tenaga kerjanya, studio ini mungkin harus menunda proyek-proyek yang sedang berjalan atau bahkan membatalkan beberapa inisiatif. Dampak jangka panjangnya terhadap kualitas game yang akan dirilis masih belum bisa dipastikan, namun yang jelas, industri game kehilangan salah satu studionya yang paling berpengaruh dalam kondisi yang kritis. Para pengamat industri akan terus memantau perkembangan selanjutnya, termasuk bagaimana serikat pekerja CWA akan merespons dan apakah Microsoft akan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai rencana masa depan id Software.
Langkah Microsoft ini juga berpotensi memicu reaksi berantai di industri. Studio-studio game lain mungkin akan melihat PHK di id Software sebagai preseden yang mengkhawatirkan, terutama jika mereka juga berada di bawah tekanan finansial. Sementara itu, para pengembang game di seluruh dunia mungkin akan semakin vokal dalam menuntut perlindungan kerja yang lebih kuat melalui serikat pekerja. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di balik layar gemerlap industri game, terdapat realitas pahit tentang ketidakstabilan lapangan kerja dan dampaknya terhadap kreativitas dan inovasi.
Bagi para penggemar setia Doom, berita ini tentu sangat memprihatinkan. Mereka berharap bahwa semangat dan visi kreatif id Software tidak akan hilang meskipun mengalami guncangan hebat. Sementara itu, para pemain juga bisa mencari alternatif game sehat untuk mengisi waktu luang mereka. Telset.id sebelumnya telah merangkum beberapa pilihan game yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan dampak positif bagi penggunanya.
Kami akan terus memantau perkembangan situasi di id Software dan Microsoft. Informasi lebih lanjut mengenai dampak PHK ini terhadap jadwal rilis game dan proyek-proyek mendatang akan segera kami sampaikan. Pantau terus Telset.id untuk mendapatkan berita terbaru seputar industri game dan teknologi.
Selain itu, bagi Anda yang ingin mengatur kebiasaan digital dengan lebih baik, fitur seperti YouTube Shorts Timer bisa menjadi solusi efektif untuk mengatasi kecanduan doomscrolling, sebuah kebiasaan yang seringkali diperparah oleh konten-konten pendek yang adiktif.





Komentar
Belum ada komentar.