Telset.id – Krafton, perusahaan game asal Korea Selatan di balik PUBG dan Battlegrounds Mobile India (BGMI), mengumumkan komitmen investasi tambahan sebesar USD 250 juta di India. Dana tersebut akan digelontorkan dalam tiga hingga empat tahun ke depan untuk ekspansi bisnis di luar gaming, mencakup kecerdasan buatan (AI), robotika, dan teknologi mendalam (deep tech).
Pengumuman yang disampaikan Jumat lalu ini membuat total rencana investasi Krafton di India mencapai lebih dari USD 500 juta. Jumlah tersebut termasuk investasi lebih dari USD 250 juta yang telah ditanamkan perusahaan sejak 2021. Bagi para pengguna dan pelaku industri game di Indonesia, langkah ini menegaskan bagaimana raksasa game global terus memperkuat posisinya di pasar Asia, sekaligus menunjukkan tren diversifikasi bisnis yang semakin agresif.
Komitmen baru ini terpisah dari dana pertumbuhan khusus India senilai USD 670 juta yang sebelumnya diluncurkan Krafton bersama Naver dan Mirae Asset pada Desember 2025. Dalam dana tersebut, Krafton disebut akan berkontribusi sekitar USD 137 juta pada penutupan pertama. Perusahaan telah mengonfirmasi kepada TechCrunch bahwa janji investasi USD 250 juta yang baru tidak termasuk dalam growth fund tersebut.
Perjalanan Krafton di Pasar India
India menjadi pasar kunci bagi Krafton karena memberikan akses ke negara berpenduduk terpadat di dunia, dengan lebih dari satu miliar pelanggan internet dan lebih dari 700 juta pengguna smartphone. Awalnya, Krafton membangun bisnisnya di India melalui sektor game, dengan BGMI sebagai ujung tombaknya. BGMI merupakan versi PUBG yang dirombak dan dilokalkan khusus untuk pasar India, dan telah mencatatkan lebih dari 260 juta unduhan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Krafton juga menggunakan investasi di startup India untuk memperluas bisnisnya melampaui game. Hingga saat ini, perusahaan telah mendukung sekitar 18 perusahaan, termasuk empat hingga lima studio game. Portofolio investasi tersebut mencakup Nodwin Gaming, Loco, Pratilipi, Kuku FM, dan One Impression.
Perjalanan Krafton di India tidak selalu mulus. Pemerintah India melarang PUBG Mobile pada 2020, bersamaan dengan ratusan aplikasi terkait China, seiring meningkatnya ketegangan antara New Delhi dan Beijing. Krafton kemudian turun tangan dan memperkenalkan BGMI pada 2021. Perusahaan juga melepas Tencent Games sebagai penerbit game tersebut di India dan memindahkan server India ke cloud Microsoft Azure, sebagai upaya menjawab kekhawatiran pemerintah setempat.
Namun, pada 2022, BGMI kembali dilarang di India, sebelum pemerintah federal mengizinkannya kembali beroperasi dengan masa uji coba tiga bulan pada tahun berikutnya. Sejak kembali, Krafton terus membangun ekosistem di sekitar waralaba BGMI dan berencana meluncurkan BGMI Lite di India pada akhir 2026.
Baca Juga:
Meskipun menghadapi berbagai hambatan di awal, Krafton tidak menghentikan laju investasinya di India. Komitmen investasi terbaru ini datang setelah ketua Krafton, Byung Gyu Chang, bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di New Delhi pada Jumat yang sama. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas peluang kerja sama yang lebih erat antara India dan Korea Selatan di bidang game, teknologi, dan sektor-sektor baru lainnya.
Krafton juga terus membangun operasi lokalnya di India. Tahun lalu, perusahaan mengakuisisi Nautilus Mobile yang berbasis di Pune, studio di balik waralaba Real Cricket. Selain itu, Krafton baru-baru ini meluncurkan KIGI Academy, sebuah program industri-akademi yang bertujuan melatih talenta di bidang pengembangan game dan kreasi digital.
Investasi di sektor AI dan robotika menandai babak baru bagi Krafton yang selama ini identik dengan bisnis game. Dengan tambahan dana USD 250 juta, perusahaan tampaknya serius membangun ekosistem teknologi yang lebih luas di India, bukan sekadar pasar untuk produk game-nya. Langkah ini juga relevan bagi pengembang dan kreator konten di Indonesia yang mengamati bagaimana Krafton mengelola ekspansi di kawasan Asia Selatan.
Komitmen finansial yang terus mengalir menunjukkan keyakinan Krafton terhadap potensi pasar India dalam jangka panjang. Dengan populasi digital yang sangat besar dan pertumbuhan adopsi smartphone yang pesat, India menawarkan peluang besar tidak hanya untuk game, tetapi juga untuk teknologi baru seperti AI dan robotika. Strategi Krafton di India dapat menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana perusahaan game global bertransformasi menjadi perusahaan teknologi yang lebih luas.
Bagi para pengamat industri, perkembangan ini juga memperlihatkan bagaimana Krafton beradaptasi dengan regulasi lokal yang ketat. Pengalaman perusahaan dengan larangan PUBG Mobile dan BGMI menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah setempat. Langkah Krafton memindahkan server ke Azure dan melepas Tencent Games menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan menyesuaikan operasinya dengan tuntutan regulasi.
Ekspansi Krafton ke AI dan robotika di India juga dapat memberikan dampak bagi ekosistem startup teknologi di negara tersebut. Dengan tambahan dana segar, lebih banyak startup India yang berpotensi menerima pendanaan dari Krafton di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan tren global di mana perusahaan game besar mulai berinvestasi di luar industri inti mereka untuk mendiversifikasi sumber pendapatan.
Krafton telah menunjukkan bahwa kegagalan di awal bukan berarti akhir dari ekspansi bisnis. Meskipun sempat menghadapi larangan dan berbagai tantangan regulasi, perusahaan justru semakin memperkuat komitmennya di India. Kini, dengan fokus baru pada AI, robotika, dan deep tech, Krafton bersiap menulis babak baru dalam perjalanan bisnisnya di negara dengan lebih dari satu miliar pengguna internet tersebut.
Keputusan untuk meluncurkan BGMI Lite pada akhir 2026 menunjukkan bahwa Krafton tetap serius menggarap pasar game India. Namun, investasi di luar game menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin bergantung pada satu sektor saja. Diversifikasi ke AI dan robotika dapat menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang yang lebih stabil bagi Krafton di India.





Komentar
Belum ada komentar.