Telset.id – Insomniac Games akhirnya mengungkap pengalaman bermain Marvel’s Wolverine yang akan dirilis pada 15 September 2025 untuk PlayStation 5. Dalam sesi pratinjau selama dua jam, game ini menampilkan sistem pertarungan yang jauh lebih brutal dan berdarah dibandingkan ekspektasi awal, menegaskan bahwa Wolverine bukanlah superhero ramah lingkungan seperti Spider-Man.
Game ini dibuka dengan aksi pembunuhan brutal terhadap pasukan Bolivar Trask di pulau Talenbang, Asia. Pemain langsung dihadapkan pada mekanik pertarungan berat yang memanfaatkan kerangka adamantium Wolverine, dengan serangan memotong lengan musuh, pukulan beruntun, hingga ledakan granat yang mengubah musuh menjadi tumpukan daging. Kekerasan dalam game ini bahkan disebut melampaui jumlah pembunuhan di film Deadpool & Wolverine yang mencapai 178 kill dalam 127 menit.
Jess Reiner-Reed, Senior Project Director Insomniac, menjelaskan bahwa tim pengembang sengaja merancang sistem regenerasi yang mendorong pemain untuk terus menyerang agresif. “Versi awal yang kami coba justru membuat pemain bersembunyi untuk memulihkan kesehatan seperti mekanik FPS, tapi kami akhirnya menemukan versi yang tepat dengan memberi insentif untuk bertarung agresif,” ujarnya.
Sistem Pertarungan dan Variasi Gameplay
Sistem pertarungan Marvel’s Wolverine mengusung konsep “heavy metal combat” yang mengandalkan serangan ringan dan berat secara berurutan. Pemain akan menghadapi berbagai jenis musuh, mulai dari tentara biasa, Reavers berperisai di Kanada, hingga The Hand — ninja berjubah merah yang juga muncul di Spider-Man: Brand New Day. Beberapa musuh bahkan meninggalkan bilah pedang di tubuh Wolverine yang harus dicabut sebelum bisa menyerang lagi.
Lingkungan sekitar juga menjadi senjata efektif. Pemain bisa melempar musuh dari atap gedung atau membanting mereka ke dinding untuk membuka peluang serangan mematikan. Musuh sering datang dengan pemblokir kekuatan mutan yang mengunci kemampuan regenerasi Logan, memaksa pemain untuk menghancurkan perangkat tersebut terlebih dahulu baik secara diam-diam maupun serangan frontal.
Salah satu fitur menarik adalah sistem Rage Meter yang terisi saat pemain terus menyerang. Meter ini naik melalui beberapa tingkatan: membuka mekanik Last Stand untuk pemulihan, finishing move yang ditingkatkan, hingga kemampuan memicu pembantaian total. Saat mode ini aktif, lingkungan berubah menjadi monokrom dan tubuh musuh menyala terang, memungkinkan instakill dengan sekali sentuhan tombol. Mekanik ini disebut-sebut sebanding dengan sistem Berserk di Ninja Gaiden 4.
Meski demikian, kecepatan Wolverine yang lebih lambat membuat pemain perlu beradaptasi. Serangan musuh tidak bisa dibatalkan dengan mudah, dan pemain harus menguasai leap attack untuk tetap berada dalam jangkauan pertarungan. Setelah terbiasa, kombinasi serangan bisa dirangkai hingga menyaingi gaya permainan Devil May Cry.
Reiner-Reed menegaskan bahwa variasi gameplay akan datang dari build customization. Pemain bisa memilih special moves dan augmentasi khusus untuk membentuk gaya bermain, apakah ingin fokus pada stealth atau mengandalkan serangan brutal. Namun, dalam sesi pratinjau dua jam, belum terlihat variasi senjata, kemampuan jarak jauh, atau pergerakan yang luas seperti game superhero lainnya.

Eksplorasi Lowtown dan Adegan Emosional
Selain pertarungan, Marvel’s Wolverine juga menawarkan momen tenang yang menampilkan sisi emosional Logan. Di Lowtown, distrik kumuh Madripoor, pemain bisa menikmati suasana santai dengan Wolverine mengenakan kemeja flanel dan topi koboi. Adegan paling berkesan adalah permainan Never Have I Ever di bar bersama Mystique, di mana Logan dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang mengungkap masa lalunya.
Liam McIntyre, aktor Australia yang mengisi suara Wolverine, mengatakan bahwa karakter ini adalah salah satu yang paling kompleks secara emosional. “Dia tidak ingin high-five orang di New York; itu bukan gayanya. Dia ingin menyendiri dan melakukan apa yang harus dilakukan tanpa membuat keributan,” jelas McIntyre. “Dia terasa paling membumi di antara superhero lain.”
Namun, tidak semua elemen game mendapat pujian. Pertarungan bos melawan Proto Sentinel terasa formulaik dan membosankan, dengan pola serangan yang mudah ditebak dan mekanik dodge roll yang sudah ketinggalan zaman. Sementara itu, misi sampingan Nightmare Doors — portal ke kabin Wolverine di Kanada yang mengharuskan pemain menyelesaikan rintangan berwaktu — dinilai sebagai pengalihan yang kurang menarik dibandingkan misi utama.

Insomniac menyebut bahwa momen paling dinantikan adalah reaksi pemain terhadap akhir cerita game. Baik McIntyre maupun Reiner-Reed mengaku penasaran melihat bagaimana pemain merespons klimaks yang belum bisa diungkap karena embargo. Dengan narasi yang fokus dan alur cerita yang solid, kekhawatiran akan absennya open world ala Spider-Man tampaknya bisa diredam.
Marvel’s Wolverine akan tersedia eksklusif untuk PlayStation 5 mulai 15 September 2025. Game ini menjadi salah satu rilis paling dinantikan tahun ini, terutama setelah konfirmasi bahwa game ini “fully playable on the disc” tanpa memerlukan update tambahan — keputusan yang kontras dengan kebijakan Sony yang akan menghentikan produksi game fisik.
Baca Juga:
Dengan sistem pertarungan yang memuaskan, narasi yang kuat, dan karakterisasi Wolverine yang mendalam, game ini berpotensi menjadi salah satu eksklusif PlayStation terbaik tahun ini. Namun, kurangnya variasi gameplay dan beberapa elemen yang terasa ketinggalan zaman bisa menjadi catatan tersendiri bagi pemain yang mengharapkan pengalaman sebesar Spider-Man.





Komentar
Belum ada komentar.