Telset.id – Sosok di balik sembilan hari kebocoran gameplay Grand Theft Auto VI dilaporkan telah mencairkan keuntungan besar dari memecoin $CYBERLEEK pada Kamis lalu, hanya beberapa jam sebelum Rockstar menayangkan Extended Look di Netflix. Berdasarkan data on-chain yang dilaporkan CoinDesk, dompet yang menciptakan token berbasis Solana ini berhasil mengumpulkan dana sekitar USD 250.000 atau setara Rp4 miliar dari skema yang dirancang untuk memanfaatkan popularitas bocoran game tersebut.
Skema ini terungkap setelah GTAForums user bernama ViceCit mendokumentasikan seluruh transaksi. Dompet tersebut mengklaim sekitar USD 146.000 dalam bentuk wrapped SOL ditambah 15,4 juta token dari akumulasi biaya kreator, kemudian menjual seluruh alokasinya senilai sekitar USD 125.000 dalam satu transaksi tunggal. Total exit diperkirakan mendekati USD 250.000 yang tersebar dalam empat transaksi berbeda.
Token yang diberi watermark “Cyberleek” pada setiap klip bocoran ini sempat mencapai puncak harga sekitar USD 0,0344 pada 23 Agustus. Kini token tersebut diperdagangkan di kisaran USD 0,002725 dan terus mengalami penurunan. “Cyberleek” mencetak $CYBERLEEK di jaringan Solana sekitar 15 Agustus, beberapa hari sebelum klip gameplay pertama muncul secara online.

Setiap klip yang dibocorkan selalu disertai QR code dan janji bahwa market cap yang lebih tinggi akan membeli lebih banyak bocoran. Mekanisme ini ternyata menjadi kunci dari skema yang dijalankan. Seperti dijelaskan PC Gamer, penyedia likuiditas mengumpulkan sebagian dari biaya yang dikenakan pada setiap transaksi melalui pool. Setiap kebocoran gameplay yang mendorong volume perdagangan otomatis menghasilkan biaya yang mengalir ke Cyberleek sebagai penyedia likuiditasnya.
Estimasi keuntungan USD 250.000 tersebut berasal dari akumulasi biaya tersebut, bukan dari menjual kepemilikan token pendiri ke pasar. Selama kampanye pembocoran berlangsung, 270 juta token cadangan senilai sekitar USD 1,79 juta pada saat itu dibakar. Para komentator meyakini langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan agar para trader tetap bertahan di pool dan biaya terus mengalir.
ViceCit dari GTAForums menulis dalam sebuah posting bahwa skema ini “direncanakan dan dieksekusi dengan sangat sengaja untuk memaksimalkan uang yang akan mereka hasilkan.” Ketika skema berakhir Kamis sore, hasilnya dipindahkan ke empat dompet yang baru dibuat setelah dicairkan. Setidaknya 91 SOL disetorkan ke akun KuCoin, sementara sebagian lainnya masuk ke CCE.Cash, layanan swap anonim non-kustodian.
Baca Juga:
Upaya Hukum Take-Two dan Keterbatasan Yurisdiksi
Take-Two telah mengajukan subpoena DMCA pada 20 Agustus yang meminta Microsoft dan Discord mengidentifikasi persona “CyberLeek” paling lambat 4 September. Perusahaan juga telah mengirimkan subpoena serupa ke X. Namun, upaya hukum ini menghadapi kendala signifikan terkait yurisdiksi.
KuCoin memang melakukan verifikasi pengguna melalui Know Your Customer. Namun, karena entitas ini berpusat di Seychelles, tidak ada jalur bagi subpoena perdata untuk dikirim, apalagi mekanisme untuk memaksa perusahaan mematuhinya. KuCoin sendiri tidak memiliki kehadiran di AS sejak awal tahun lalu, setelah mengaku bersalah menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa izin dan keluar dari pasar AS setelah membayar penyelesaian USD 297 juta ke Departemen Kehakiman.
Bocoran terakhir berupa potongan prolog protagonis Lucia selama lebih dari empat menit muncul pada 26 Agustus, dengan permohonan yang sama di layar untuk lebih banyak bocoran dengan imbalan volume perdagangan yang lebih tinggi. Sejak memecoin dicairkan, tidak ada bocoran baru yang diposting, meskipun “Cyberleek” mengklaim memiliki build lengkap yang dapat dimainkan dari game tersebut.
Kisah ini juga memunculkan file ISO palsu sebesar 113GB yang dibumbui malware, sebuah fenomena yang kerap terjadi di tengah hiruk-pikuk kebocoran game besar. Waspada malware menjadi hal penting bagi para penggemar yang menunggu bocoran lebih lanjut.

Menariknya, motif awal pembocoran adalah protes terhadap pre-order digital-only. Namun, yang terjadi kemudian justru menjadi skema finansial yang terstruktur. Subpoena Take-Two terhadap platform teknologi menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memburu pelaku.
Grand Theft Auto VI dijadwalkan rilis pada 19 November. Meskipun kebocoran telah terjadi dalam skala besar, Rockstar belum mengonfirmasi apakah build yang diklaim dimiliki pembocor benar-benar berfungsi penuh. Pertanyaan tentang keamanan build tersebut tetap menjadi kekhawatiran utama menjelang perilisan resmi.
Skema memecoin yang dijalankan pembocor GTA VI ini menjadi contoh bagaimana kebocoran game besar dapat dimonetisasi secara sistematis. Dengan volume perdagangan yang didorong oleh rasa penasaran publik, pelaku berhasil mengumpulkan dana signifikan sebelum akhirnya menghilang dari peredaran.





Komentar
Belum ada komentar.