Logo Bungie dan logo PlayStation berdampingan dengan latar belakang gelap.

PHK Massal Bungie: Sony Pecat Sejumlah Karyawan Destiny

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sony mengumumkan PHK massal di Bungie yang berdampak signifikan pada tim Destiny.
  • Kepala studio Bungie, Justin Truman, mengundurkan diri dari jabatannya.
  • PHK juga berdampak pada tim Marathon, namun game tersebut masih akan menerima pembaruan konten.
  • Sony menurunkan nilai Bungie dari $3,6 miliar menjadi $2,8 miliar, rugi lebih dari $700 juta.
  • Destiny 2 gagal memenuhi ekspektasi penjualan dan keterlibatan pengguna Sony.

Telset.id – Sony Interactive Entertainment mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Bungie, yang secara signifikan berdampak pada tim di balik waralaba Destiny. Keputusan ini diambil setelah Sony mengeksplorasi berbagai alternatif dan menyimpulkan bahwa pengurangan staf diperlukan untuk menyelaraskan sumber daya studio dengan prioritas dan tujuan jangka panjang perusahaan.

PHK ini terjadi setelah perilisan pembaruan konten terakhir untuk Destiny 2. Bloomberg melaporkan pada Mei lalu bahwa para pengembang tidak sedang mengerjakan Destiny 3 dan PHK di Bungie kemungkinan akan terjadi. Kini, laporan tersebut menjadi kenyataan dengan dampak yang sangat besar terhadap tim Destiny.

Keputusan ini juga berdampak pada beberapa anggota tim Marathon, meskipun game tersebut masih akan menerima pembaruan konten. Sony menyatakan bahwa tim yang tersisa akan fokus mengerjakan Marathon bersama dengan “upaya inkubasi untuk proyek-proyek masa depan.” PHK juga terjadi di divisi gaming Sony, terutama yang bekerja bersama pengembang Destiny dan Marathon.

Pemangkasan ini mencapai puncak kepemimpinan. Kepala studio Bungie, Justin Truman, mengundurkan diri dari jabatannya, menurut laporan Bloomberg. PHK massal Bungie ini menjadi babak baru dalam hubungan antara Sony dan pengembang game tembak-menembak tersebut.

Bukan rahasia lagi bahwa Sony tidak puas dengan kinerja keuangan Destiny 2. Perusahaan tersebut menyatakan tahun lalu bahwa “penjualan dan keterlibatan pengguna tidak mencapai ekspektasi” yang diandalkan saat raksasa elektronik itu mengakuisisi Bungie. Sony membeli Bungie pada tahun 2022 dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai $3,6 miliar.

Sejak saat itu, Sony telah menurunkan nilai perusahaan menjadi sekitar $2,8 miliar, yang berarti kerugian lebih dari $700 juta. Angka ini mencerminkan betapa besarnya investasi yang tidak membuahkan hasil sesuai harapan, dan PHK massal ini adalah konsekuensi langsung dari tekanan finansial tersebut.

Meskipun jumlah pasti karyawan yang terkena PHK tidak diungkapkan, Sony menyebutnya sebagai “angka yang signifikan.” Dampaknya terasa di seluruh organisasi Bungie, terutama pada tim yang telah lama mendedikasikan diri untuk Destiny 2. Pengumuman ini disertai dengan pernyataan resmi dari Bungie melalui akun media sosial mereka.

Logo Bungie dan logo PlayStation.

Kepergian Justin Truman sebagai kepala studio menandai perubahan signifikan dalam kepemimpinan Bungie. Di bawah arahannya, studio menghadapi berbagai tantangan, termasuk mempertahankan basis pemain Destiny 2 dan mengembangkan proyek baru seperti Marathon. Kini, dengan PHK massal dan perubahan kepemimpinan, masa depan Bungie berada di persimpangan jalan.

Bagi para penggemar Destiny, PHK ini menimbulkan ketidakpastian besar. Dengan tim utama yang terkena dampak, masa depan konten untuk Destiny 2 menjadi tidak jelas. Sony sendiri belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai kelanjutan waralaba tersebut.

Sementara itu, Marathon masih menjadi prioritas bagi tim yang tersisa. Sony berkomitmen untuk memberikan pembaruan konten untuk game tersebut, namun dengan sumber daya yang lebih sedikit. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas dan kuantitas konten yang akan dirilis di masa mendatang.

PHK massal Bungie ini juga menjadi pengingat akan kerasnya industri game. Bahkan studio sekaliber Bungie, dengan dukungan dari Sony, tidak kebal terhadap tekanan pasar dan ekspektasi finansial. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam, namun dampaknya terhadap karyawan dan komunitas pemain sangatlah nyata.

Dari sisi bisnis, langkah Sony ini dapat dilihat sebagai upaya untuk merampingkan operasi dan memfokuskan kembali sumber daya pada proyek yang lebih menjanjikan. Namun, PHK massal juga berisiko merusak moral tim dan menghilangkan talenta-talenta berharga yang telah membangun waralaba Destiny selama bertahun-tahun.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru Sony, Anda dapat membaca artikel tentang Sony Xperia 1 VIII atau Sensor LOFIC Pertama.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.