Telset.id – The Sinking City 2 hadir sebagai sekuel yang mengubah total arah permainan dari detektif adventure menjadi survival horror murni. Dikembangkan oleh studio Ukraina Frogwares, game ini menawarkan pengalaman menegangkan yang menggabungkan elemen Resident Evil, Silent Hill, dan Alan Wake dalam satu dunia Lovecraftian yang tenggelam.
Berlatar di Arkham versi 1920-an yang dilanda banjir supernatural, pemain berperan sebagai Calvin Rafferty, seorang petualang okultisme yang harus menyelamatkan kekasihnya yang terjebak di Dreamlands. Game ini dibangun menggunakan Unreal Engine 5 dan merupakan upaya pertama Frogwares dalam genre survival horror.
Gameplay dan Mekanisme Bertahan Hidup
Berbeda dengan pendahulunya yang berfokus pada investigasi, The Sinking City 2 menempatkan combat, eksplorasi, manajemen sumber daya, dan horor sebagai inti permainan. Frogwares sengaja membuat investigasi bersifat opsional agar tidak mengganggu pengalaman survival horror yang ingin disajikan.

Sistem combat-nya sangat mirip dengan Resident Evil, terutama dalam hal keterbatasan amunisi. Pemain harus mencari perlengkapan di laci dan ruangan, menggunakan safe room untuk menyimpan item dan menyimpan progres, serta menghemat peluru dengan menargetkan titik lemah musuh. Keputusan apakah sebuah pertarungan layak diambil juga menjadi pertimbangan penting.
Game ini menyediakan empat tingkat kesulitan combat yang bisa disesuaikan dengan preferensi pemain, baik untuk pertarungan musuh biasa maupun boss fight. Meski tantangannya cenderung mudah bagi pemain survival horror berpengalaman, sistem combat tetap menjadi daya tarik utama.
Salah satu hal yang menarik adalah hadirnya empat tingkat kesulitan combat yang bisa dipilih pemain. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi mereka yang ingin tantangan lebih besar atau justru fokus menikmati atmosfer horornya. Meski begitu, beberapa pemain mungkin merasakan gunplay yang sedikit kaku, terutama saat mencoba menghindar sambil menembak.
Baca Juga:
Atmosfer dan Narasi yang Memikat
Meskipun memiliki kekurangan teknis, The Sinking City 2 berhasil menciptakan atmosfer visual yang mengesankan. Kota yang terendam digambarkan gelap, menindas, dan meyakinkan sebagai tempat yang ditinggalkan. Kabut, hujan, air, dan palet warna yang redup bekerja sama membangun perasaan tidak nyaman yang konstan. Lokasi seperti Miskatonic University yang terendam, rumah sakit yang hancur, dan pasar ikan terasa seperti tempat nyata yang pernah ada sebelum kota itu tenggelam.

Cerita dalam game ini juga menjadi kekuatan utama. Motivasi Calvin untuk menyelamatkan Faye memberikan hook emosional yang jelas. Adegan kilas balik menambah kehangatan di tengah kisah yang suram, dan karakter utamanya bahkan memiliki energi ala Indiana Jones yang menghibur. Alih-alih investigasi open-world, sekuel ini menyajikan cerita yang lebih ketat dan linear di berbagai lokasi Arkham.
Yang tak kalah penting adalah perjalanan Frogwares dalam mengembangkan game ini. Studio Ukraina tersebut sudah dalam tahap pra-produksi ketika invasi Rusia skala penuh dimulai pada 2022, memaksa pengembangan dihentikan. Tim akhirnya melanjutkan pekerjaan sambil menghadapi pemadaman listrik, serangan udara, dan anggota tim yang dipanggil bertugas. Keberhasilan merilis The Sinking City 2 menjadi pencapaian tersendiri bagi studio tersebut.
Untuk konten tambahan, game ini menawarkan New Game Plus dengan unlockable seperti amunisi tak terbatas, concept art, dan kostum. Para pengembang juga mengisi Arkham dengan berbagai rahasia dan lore untuk ditemukan pemain. The Sinking City 2 tersedia di PC, PS5, dan Xbox Series X|S. Bagi penggemar horor yang mencari pengalaman baru dengan sentuhan Lovecraftian, game ini layak menjadi pertimbangan.





Komentar
Belum ada komentar.