📑 Daftar Isi

Pelatih RRQ Kazu Adi Gustiawan alias Ady memberikan masukan kepada pemain Free Fire Indonesia

Tim Free Fire Indonesia Kuat Mekanik, Lemah Logika

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan alias Ady, ungkap PR besar tim Free Fire Indonesia
  • Banyak tim kuat mekanik tapi lemah logika dan pengambilan keputusan
  • Pemain perlu dilatih cara berpikir, bukan hanya kemampuan teknis
  • Motivasi personal bisa merusak visi tim di level profesional
  • RRQ Kazu lolos ke Grand Final FFWS SEA 2026 Spring di Vietnam

Telset.id – Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan alias Ady, mengungkapkan pekerjaan rumah besar yang menghantui tim Free Fire Indonesia. Menurutnya, banyak tim memiliki kemampuan mekanik mumpuni, tetapi masih lemah dalam hal logika dan pengambilan keputusan. Pernyataan ini disampaikan Ady dalam wawancara dengan detikINET pada Jumat (29/5/2026).

Ady menegaskan bahwa di level profesional, semua pemain sudah bisa bermain dengan baik. Yang membedakan bukan lagi sekadar mekanik, melainkan kemampuan mengambil keputusan secara konsisten. “Di level ini, semua orang sudah bisa main. Yang membedakan bukan lagi sekadar mekanik. Yang membedakan adalah apakah mereka bisa mengambil keputusan yang tepat secara konsisten,” ujar Ady.

Ia menjelaskan, banyak tim yang kuat secara mekanik, tetapi tidak tahu bagaimana menggunakan kekuatan tersebut. Tim-tim ini bisa menabrak lawan, menang duel, hingga menambah poin kill. Namun, mereka seringkali tidak memahami kapan harus berhenti atau kapan kekuatan itu harus disimpan. “Tapi apakah mereka tahu kapan harus berhenti? Apakah mereka tahu kapan power itu harus dipakai dan kapan harus disimpan?” tanya Ady.

Menurut Ady, banyak tim belum benar-benar mengerti konsep closing. Ia juga menilai banyak pelatih yang terlalu fokus menaikkan mekanik permainan, padahal pemainnya sudah mencapai batas kemampuannya. Di tingkat profesional, pemain sudah bisa menembak. Jika yang dibutuhkan hanya mekanik yang lebih tinggi, solusinya mungkin mencari pemain lain. “Tetapi kalau mau membangun tim, yang harus dilatih adalah cara berpikir,” ucapnya.

Cara berpikir yang dimaksud Ady adalah kemampuan pemain untuk menganalisis informasi, situasi, atau masalah secara objektif menggunakan nalar dan fakta. Berpikir logis sangat dibutuhkan dalam permainan tim. “Menurut saya, banyak pemain Free Fire di Indonesia masih kurang bermain dengan logika. Mereka bisa menang fight, tetapi belum tentu tahu kenapa fight itu harus diambil. Mereka bisa push, tetapi belum tentu tahu apa konsekuensinya,” tegas Ady.

Ady mengingatkan bahwa dalam game battle royale, bukan hanya soal siapa yang terkuat. Setiap tim bisa saja kuat hari ini, tetapi tidak menutup kemungkinan keesokan harinya mati atau kalah lebih dulu. “Buat apa? Ini bukan game yang penting makan dulu, sisanya nanti. Power tanpa kontrol itu seperti mobil kencang tanpa setir dan rem. Di jalan lurus mungkin terlihat hebat. Tapi begitu ada tikungan, kita tahu apa yang akan terjadi,” imbuhnya.

Motivasi Personal dan Visi Tim

Ady juga menyinggung soal motivasi pemain dalam sebuah tim. Ia menekankan bahwa pemain harus memiliki visi yang sama dengan timnya. Pemain jangan terlalu memikirkan diri sendiri hanya karena ingin terlihat hebat di mata penggemar. “Kelihatannya bagus, karena dia punya motivasi. Tetapi kalau motivasinya terlalu personal, keputusan di dalam game bisa berubah. Dia bisa memaksakan fight karena ingin terlihat. Bisa mengejar highlight. Bisa ingin menunjukkan bahwa dia paling pantas. Sementara tim butuh satu arah. Di level ini, beda visi sedikit saja bisa terasa di game,” pungkasnya.

Ady saat ini sedang berjuang bersama RRQ Kazu dalam upaya meraih gelar juara FFWS SEA 2026 Spring. Setelah penampilan luar biasa selama Knockout Stage, RRQ Kazu berhasil lolos ke babak Grand Final. Partai puncak FFWS SEA 2026 Spring tersebut akan digelar pada 30-31 Mei 2026 di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Sebanyak 12 tim Free Fire terkuat di Asia Tenggara akan bertanding, yaitu Bigetron by Vitality (ID), All Gamers Global (TH), RRQ Kazu (ID), GOW Esports (VN), Team Falcons (TH), Twisted Minds (TH), Team Flash (VN), WAG (VN), Aurora Gaming (MY), Buriram United (TH), EVOS Divine (ID), dan P Esports (VN).

Kritik dari Ady ini menjadi pengingat penting bagi seluruh ekosistem esports Free Fire Indonesia. Kemampuan mekanik yang tinggi memang penting, tetapi tanpa logika dan visi tim yang kuat, sulit untuk meraih konsistensi di level tertinggi. Tim-tim Indonesia perlu mulai melatih cara berpikir pemain, bukan hanya kemampuan teknis.

Komentar

Belum ada komentar.