📑 Daftar Isi

Logo Ubisoft terpasang di sisi sebuah gedung perkantoran

Ubisoft Tutup RedLynx, 122 Karyawan Kena PHK

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Ubisoft berencana menutup studio RedLynx di Finlandia, memengaruhi hingga 52 posisi
  • Ubisoft Singapore terdampak 70 posisi, sekitar seperlima dari 350 karyawan
  • Total sekitar 122 posisi terpengaruh dari kedua studio
  • RedLynx diakuisisi Ubisoft pada 2011, pengembang seri Trials
  • Kedua studio tergabung dalam divisi Creative Network hasil restrukturisasi tahun lalu
  • Bagian dari rangkaian efisiensi biaya Ubisoft sepanjang tahun ini

Telset.id – Ubisoft berencana menutup studio RedLynx di Finlandia dan memangkas sekitar 122 posisi kerja di dua lokasi berbeda. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian pemutusan hubungan kerja (PHK) yang kembali menghantam perusahaan sepanjang tahun ini.

Dalam pernyataan resmi kepada GamesIndustry.biz, Ubisoft menyebut pihaknya telah menginformasikan kepada tim internal mengenai proposal penutupan RedLynx. Proses tersebut masih menunggu negosiasi perubahan lokal yang berlaku di Finlandia.

“Hari ini, kami menginformasikan kepada tim kami tentang proposal untuk menutup RedLynx di Finlandia, tergantung pada proses negosiasi perubahan lokal, yang akan memengaruhi hingga 52 posisi,” ujar Ubisoft dalam pernyataan tersebut.

Selain RedLynx, dampak PHK juga dirasakan oleh Ubisoft Singapore. Sebanyak 70 posisi terdampak sebagai upaya menyelaraskan studio dengan kebutuhan produksi yang akan datang. Jumlah itu setara dengan sekitar seperlima dari total karyawan Ubisoft Singapore yang berjumlah sekitar 350 orang.

Meski demikian, Ubisoft menegaskan bahwa Ubisoft Singapore tetap menjadi bagian penting dalam organisasi produksi global perusahaan. “Kami sangat menghargai kontribusi kedua tim dan menyadari dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap rekan-rekan kami. Kami berkomitmen untuk mendukung tim kami sepanjang proses ini dan menjalankannya dengan hati-hati dan hormat,” lanjut pernyataan itu.

RedLynx dan Ubisoft Singapore diketahui telah memberikan dukungan kepada sejumlah studio Ubisoft lainnya dalam beberapa waktu terakhir. Keduanya ditempatkan dalam divisi Creative Network sebagai bagian dari restrukturisasi yang diumumkan perusahaan pada tahun lalu.

Jejak Panjang RedLynx dan Ubisoft Singapore

Ubisoft mengakuisisi RedLynx, pengembang seri Trials, pada 2011. Setahun yang lalu, perusahaan juga telah melakukan PHK terhadap puluhan pekerja di studio tersebut. Game terakhir yang dikembangkan RedLynx secara mandiri adalah judul dekorasi dan puzzle untuk perangkat mobile berjudul Gwen’s Getaway. Game itu menjalani soft launch pada 2023, tetapi dibatalkan Ubisoft sekitar satu tahun kemudian.

Sementara itu, Ubisoft Singapore awalnya dibuka sebagai studio pendukung pada 2008. Pengerjaannya pada pertempuran laut di seri Assassin’s Creed kemudian membawa studio ini mengembangkan Skull and Bones. Game tersebut baru hadir pada awal 2024 setelah berkali-kali tertunda, dan meski melalui pengembangan yang panjang, hasilnya tidak mengguncang pasar.

Langkah efisiensi biaya yang dijalankan Ubisoft telah membuat perusahaan membatalkan setidaknya setengah lusin game dan menutup beberapa studio lain sepanjang tahun ini, seperti studio di Winnipeg dan Belgrade. Perusahaan juga menutup Ubisoft Halifax hanya dua minggu setelah para pekerja di sana membentuk serikat. PHK juga terjadi di sejumlah lokasi lain tahun ini, termasuk di pengembang Star Wars Outlaws, Massive Entertainment, Ubisoft Stockholm, dan kantor pusat Ubisoft di Paris.

Rangkaian penutupan studio dan PHK ini menegaskan bahwa gelombang efisiensi yang dilakukan Ubisoft belum berhenti. Setelah sebelumnya menutup sejumlah studio dan membatalkan sejumlah proyek, proposal penutupan RedLynx serta pemangkasan posisi di Ubisoft Singapore menjadi babak terbaru dari tekanan yang dihadapi perusahaan.

Perusahaan menyatakan akan menjalani proses ini dengan hati-hati dan hormat, seraya berkomitmen mendukung tim yang terdampak sepanjang tahapan negosiasi berlangsung.

Ubisoft logo on the side of a building.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.