Telset.id – Valve secara resmi menaikkan harga jajaran Steam Deck hingga $300 atau setara Rp4,8 juta, dengan alasan kenaikan biaya memori dan penyimpanan. Kenaikan ini berlaku untuk seluruh varian OLED, sementara model LCD yang sudah dihentikan tetap pada harga lama.
Keputusan ini diumumkan Valve pada 27 Mei 2026, dan langsung memicu kehebohan di kalangan gamer. Model Steam Deck OLED 512GB yang sebelumnya dibanderol $549, kini melonjak menjadi $789. Kenaikan sebesar $240 ini pertama kali dicatat oleh akun Wario64.
Yang paling mencengangkan adalah varian tertinggi, Steam Deck OLED 1TB. Harga model ini naik dari $649 menjadi $949. Artinya, konsumen harus merogoh kocek $300 lebih dalam—atau hampir 50 persen dari harga sebelumnya—untuk mendapatkan unit 1TB.
“Steam Deck sendiri tidak berubah; harga baru ini mencerminkan kondisi biaya komponen saat ini dan tantangan logistik global lainnya di seluruh industri,” demikian pernyataan resmi Valve. Perusahaan juga berjanji akan terus memberi update jika ada perubahan di masa depan.
Kenaikan harga yang drastis ini bukan fenomena yang berdiri sendiri. Valve menyebutkan bahwa perusahaan AI yang berlomba membangun pusat data menjadi biang keladi utama melonjaknya harga komponen. Sony dan Nintendo juga baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga untuk PS5 dan Switch 2. Lenovo pun tak ketinggalan menaikkan harga perangkat handheld mereka.
Krisis RAM yang berkepanjangan juga berdampak pada ketersediaan Steam Deck. Meski sempat mengalami kelangkaan stok, Valve memastikan bahwa perangkat portabel ini kini sudah kembali tersedia.
Bagi konsumen yang ingin menghemat pengeluaran, opsi termurah saat ini adalah membeli unit refurbished dari Valve. Harga model LCD yang sudah dihentikan tidak berubah. Sebuah unit refurbished dengan penyimpanan 512GB masih dijual $359, yang bisa dibilang relatif murah. Bahkan, ada cara untuk meng-upgrade panel LCD ke OLED.
Namun, kabar buruknya, harga unit refurbished OLED juga ikut naik. Kini konsumen harus membayar $629 untuk unit 512GB dan $759 untuk unit 1TB. Ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemilik Steam Deck saat ini yang berharap perangkat mereka tidak mengalami kerusakan dalam waktu dekat.
Yang lebih mengkhawatirkan, kenaikan harga ini menjadi pertanda buruk bagi produk-produk Valve lainnya, yaitu Steam Frame dan Steam Machine. Valve memang baru saja berhasil mengirimkan Steam Controller, namun perusahaan menunda produk hardware lainnya karena masalah kelangkaan memori dan penyimpanan.
Pada bulan Maret 2026, Valve menyatakan masih berharap dapat mengirimkan Steam Frame dan Steam Machine tahun ini. Namun, pernyataan itu tidak terdengar meyakinkan. Ketika kedua produk tersebut akhirnya tiba, kemungkinan besar harganya akan lebih mahal dari yang diperkirakan banyak orang.
Baca Juga:
Dampak pada Pasar Gaming Portabel
Kenaikan harga Steam Deck ini jelas mengubah peta persaingan di segmen gaming portabel. Dengan harga $949 untuk varian tertinggi, Steam Deck kini berada di kelas harga yang lebih premium. Ini bisa mendorong konsumen untuk mempertimbangkan alternatif lain, atau justru menunggu produk Valve berikutnya yang mungkin lebih powerful.
Bagi Valve, langkah ini memang pahit tapi mungkin tak terelakkan. Biaya komponen yang terus meroket akibat permintaan dari industri AI memaksa semua pemain hardware untuk menyesuaikan harga. Pertanyaannya, apakah konsumen akan tetap setia pada ekosistem Steam Deck dengan harga baru ini?
Satu hal yang pasti, para penggemar setia Valve harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa produk-produk mendatang, termasuk Steam Machine yang sempat dihidupkan kembali, kemungkinan besar akan dibanderol dengan harga yang jauh lebih tinggi dari ekspektasi awal.





Komentar
Belum ada komentar.