Telset.id – Vertigo Games resmi menutup Vertigo Studios Amsterdam, studio yang fokus pada pengembangan game virtual reality. Keputusan ini diumumkan langsung oleh CEO perusahaan, Richard Stitselaar, melalui platform X pada 5 Juni 2026. Ia menyebut bahwa pasar VR masih menjadi ruang yang penuh tantangan.
Dalam pernyataannya, Stitselaar menjelaskan bahwa penutupan ini merupakan keputusan sulit yang diambil setelah melalui pertimbangan matang. “VR market remains a challenging space,” tulisnya, menggambarkan kondisi industri yang belum sepenuhnya pulih. Studio Amsterdam sendiri awalnya didirikan sebagai Force Field Entertainment pada 2015 sebelum bergabung dengan Vertigo Games pada 2021.
Vertigo Games merupakan bagian dari Embracer Group, induk perusahaan yang mengalami masalah keuangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Embracer Group telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan karyawan, menjual salah satu properti utamanya yaitu Gearbox Entertainment dengan harga murah, dan mengumumkan pemisahan diri menjadi tiga perusahaan publik yang berbeda.
Nasib Karyawan dan Studio Rotterdam
Belum jelas apa yang akan terjadi pada Vertigo Studios Rotterdam. Perusahaan ini memiliki dua kantor di Belanda, yaitu di Amsterdam dan Rotterdam, dengan total 150 karyawan. Vertigo Studios Amsterdam didirikan oleh orang-orang yang sama yang mendirikan Guerrilla Games, pengembang di balik game populer Horizon Zero Dawn.
Sementara itu, studio Rotterdam dikenal sebagai pengembang franchise VR zombie survival Arizona Sunshine. Game VR lainnya dari Vertigo Games termasuk Thief VR: Legacy of Shadow dan Star Trek: Bridge Crew. Penutupan studio Amsterdam menimbulkan pertanyaan tentang masa depan proyek-proyek VR yang sedang dikembangkan.
Baca Juga:
Penutupan ini menjadi indikasi bahwa industri game VR masih bergulat dengan adopsi pasar yang lambat. Meskipun teknologi VR terus berkembang, daya tarik massal masih sulit dicapai. Faktor harga perangkat keras, ketersediaan konten berkualitas, dan pengalaman pengguna yang belum optimal menjadi penghalang utama.
Embracer Group sebagai induk perusahaan telah melalui masa sulit. Langkah penjualan Gearbox Entertainment dengan harga murah dan pemecahan perusahaan menjadi tiga entitas terpisah menunjukkan upaya restrukturisasi besar-besaran. Keputusan menutup studio VR Amsterdam kemungkinan besar merupakan bagian dari strategi penghematan biaya yang lebih luas.
Para pengamat industri menilai bahwa pasar VR memang belum mencapai titik jenuh yang menguntungkan bagi pengembang. Banyak studio VR kecil dan menengah yang kesulitan bertahan, terutama jika bergantung pada pendanaan dari induk perusahaan yang sedang bermasalah. Vertigo Games sendiri memiliki portofolio game VR yang cukup kuat, termasuk Star Trek: Bridge Crew yang sukses di pasaran.
Namun, kesuksesan beberapa judul game tidak cukup untuk menjamin kelangsungan studio secara keseluruhan. Keputusan menutup studio Amsterdam menunjukkan bahwa faktor internal perusahaan, seperti struktur biaya dan alokasi sumber daya, juga memainkan peran penting.
Ke depannya, Vertigo Games kemungkinan akan memfokuskan sumber daya pada studio Rotterdam yang telah terbukti sukses dengan seri Arizona Sunshine. Game zombie survival tersebut telah menjadi salah satu judul VR paling populer dan menguntungkan. Dengan menutup studio Amsterdam, Vertigo Games bisa mengalokasikan lebih banyak dana dan tenaga untuk mengembangkan sekuel atau properti intelektual baru di Rotterdam.
Penutupan ini juga menjadi pengingat bagi industri realitas virtual bahwa perjalanan menuju adopsi massal masih panjang. Meskipun teknologi VR semakin canggih dan harga perangkat semakin terjangkau, konten yang menarik dan pengalaman pengguna yang mulus tetap menjadi kunci utama. Tanpa dukungan dari konsumen, studio VR akan terus menghadapi tekanan finansial.
Bagi para penggemar game VR, berita ini tentu mengecewakan. Vertigo Studios Amsterdam adalah salah satu studio yang berkontribusi pada pengembangan game VR berkualitas. Namun, harapan masih ada pada studio Rotterdam yang tetap beroperasi dan terus mengembangkan game-game VR inovatif.
Dalam beberapa tahun ke depan, industri VR diperkirakan akan terus mengalami konsolidasi. Studio-studio besar dengan sumber daya yang kuat mungkin akan bertahan, sementara studio kecil yang tidak mampu beradaptasi akan tersingkir. Vertigo Games, dengan dukungan Embracer Group, masih memiliki peluang untuk bangkit kembali jika berhasil menavigasi tantangan pasar.
Keputusan menutup studio Amsterdam juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi pengembang game lainnya. Ekspansi yang terlalu agresif tanpa mempertimbangkan kondisi pasar bisa berakibat fatal. Fokus pada pengembangan konten yang benar-benar diminati pasar dan efisiensi operasional menjadi kunci keberhasilan di industri yang penuh ketidakpastian ini.
Satu hal yang pasti, industri VR tidak akan mati. Teknologi ini masih memiliki potensi besar, terutama di sektor enterprise, pelatihan, dan hiburan. Namun, jalan menuju kesuksesan komersial masih panjang dan berliku. Vertigo Games, dengan segala pengalamannya, harus mampu beradaptasi dan menemukan model bisnis yang berkelanjutan.
Penutupan Vertigo Studios Amsterdam adalah babak baru dalam perjalanan industri virtual reality. Babak ini mungkin pahit, namun bisa menjadi momentum untuk evaluasi dan perubahan yang lebih baik. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah langkah ini adalah keputusan yang tepat bagi Vertigo Games dan industri VR secara keseluruhan.





Komentar
Belum ada komentar.