Telset.id – Xbox Series S tetap menjadi konsol paling terjangkau di lini Xbox meski harga kedua konsol naik dalam beberapa bulan terakhir. Series S dibanderol mulai 500 dolar AS, sementara model termurah Xbox Series X kini menyentuh 750 dolar AS. Selisih 250 dolar AS itu membuat Series S bertahan sebagai pilihan paling ramah kantong, terutama bagi pengguna yang tidak membutuhkan performa puncak.
Kenaikan harga ini bukan fenomena tunggal. PlayStation 5 mengalami dua kali kenaikan harga dalam setahun, dan Nintendo Switch 2 juga mendapat harga lebih tinggi pada 2026. Penyebab utamanya adalah krisis RAMaggedon yang mendorong naiknya harga komponen. Meski begitu, Series S masih bertahan sejajar dengan Switch 2 sebagai konsol modern paling terjangkau di pasar.
Pertanyaannya kemudian sederhana: mengapa Series S bisa jauh lebih murah dibanding Series X? Jawabannya ada pada perbedaan hardware yang mendasar antara kedua perangkat tersebut.
Perbedaan Hardware Jadi Penentu Harga
Perbedaan paling jelas antara Series S dan Series X terletak pada keberadaan disc drive. Series S adalah perangkat digital-only yang tidak memiliki disc drive sama sekali. Memang ada model Series X tanpa disc drive yang harganya lebih murah 50 dolar AS, tetapi hardware Series X di luar itu tetap sama. Keterikatan pada ekosistem digital sepenuhnya menjadi salah satu pembeda utama yang membuat harga Series S lebih rendah.
Di bawah kap mesin, Series S juga bukan perangkat dengan spesifikasi sekuat Series X. Model dasar Series S menawarkan penyimpanan 512GB, dengan varian 1TB tersedia lebih mahal 100 dolar AS. Sementara itu, Series X hadir dengan ruang 1TB. Sebelumnya ada model Series X berkapasitas 2TB, namun Microsoft menghentikan produksinya pada 2026. Kedua model tetap bisa menambah kapasitas penyimpanan lewat expansion card yang dicolokkan ke bagian belakang konsol.

Soal tenaga pemrosesan, Series X membanggakan 12 teraflops dan menargetkan resolusi 4K. Series S hanya memiliki 4 teraflops dan mampu mencapai 1440p di sebagian besar game. Meski demikian, kedua konsol sama-sama memiliki kemampuan 120 fps.
Pada level teknis yang lebih dalam, kedua konsol menggunakan CPU AMD Zen 2 custom. Namun CPU Series X memiliki clock lebih tinggi sehingga unggul dalam kecepatan. Keduanya juga memakai GPU AMD RDNA 2, tetapi versi Series X memiliki 52 CU (compute units, ukuran kekuatan pemrosesan) sementara Series S hanya 20 CU.
Perbedaan serupa terlihat pada RAM. Series X memiliki 16GB RAM, dengan 10GB di antaranya beroperasi pada 560 GB per detik dan 6GB pada 336 GB/s. Bandingkan dengan Series S yang hanya punya 10GB RAM, dengan 8GB beroperasi pada 224 GB/s dan 2GB pada 56 GB/s. Kombinasi inilah yang membuat hardware Series X jauh lebih kompleks dan berkemampuan tinggi, sehingga harganya lebih mahal.
Baca Juga:
Series X vs Series S: Mana yang Lebih Tepat?
Jika Anda sudah bulat ingin membeli konsol Xbox, pilihan antara Series S dan Series X bergantung pada gaya bermain Anda. Bagi yang tidak memiliki koleksi game fisik atau sebagian besar berencana bermain lewat Game Pass, ketiadaan disc drive pada Series S kemungkinan tidak akan mengganggu. Sebaliknya, jika Anda suka memanfaatkan diskon game berbasis disk atau ingin memegang game secara fisik, Series X adalah pilihan yang tepat.
Series S juga merupakan opsi yang lebih ringkas. Bukan hanya karena tidak adanya game fisik, tetapi juga karena ukurannya sekitar 60 persen lebih kecil dibanding Series X. Menempatkan Series S di rak hiburan jauh lebih mudah ketimbang saudaranya yang lebih besar. Perbedaan performa dan resolusi memang lebih rendah pada Series S, tetapi tergantung game yang dimainkan dan toleransi Anda, selisihnya mungkin tidak cukup signifikan untuk dipermasalahkan.

Jika Anda tidak perlu melihat resolusi 4K sepanjang waktu—Series S mendukung upscaling 4K, hanya saja bukan 4K native—atau banyak memainkan game yang tidak terlalu berat secara grafis, Series S mungkin sudah cukup. Apalagi konsol ini mampu mencapai 120 fps di judul-judul yang kompatibel. Namun, bagi Anda yang mengutamakan performa dan menginginkan yang terbaik, Series X adalah jawabannya.
Ada alternatif lain yang patut dipertimbangkan. Menunggu hingga keluarga perangkat Project Helix dari Microsoft hadir bisa jadi pilihan jika Anda enggan membeli konsol yang sudah berusia bertahun-tahun dalam siklus hidupnya. Perangkat ini hampir pasti akan lebih mahal dibanding Series X atau Series S, dan belum diketahui seberapa besar kemajuan teknis antara generasi ini dan generasi berikutnya.
Microsoft berencana mulai mengirimkan hardware alpha Project Helix ke pengembang pada 2027. Itu berarti setidaknya butuh satu tahun lagi setelahnya sebelum produk final dirilis. Jika Anda bersedia bersabar, menyimpan uang untuk teknologi mutakhir bisa menjadi pertimbangan tersendiri.
Keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna. Series S menawarkan titik masuk paling terjangkau ke ekosistem Xbox dengan kompromi pada hardware dan disc drive. Series X menyajikan performa penuh dengan harga yang jauh lebih tinggi. Di tengah kenaikan harga komponen yang dipicu krisis RAMaggedon, selisih harga keduanya menjadi pertimbangan yang semakin relevan bagi calon pembeli.





Komentar
Belum ada komentar.