📑 Daftar Isi

Logo Xbox di depan latar belakang gelap dengan efek cahaya neon hijau

Xbox Siap PHK Massal dan Tutup Lima Studio Game Bulan Depan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Microsoft akan melakukan PHK massal di divisi Xbox mulai 6 Juli 2025
  • Perusahaan berencana menutup setidaknya lima studio game
  • Arkane Studios (pengembang Marvel's Blade) terancam ditutup atau dijual
  • Game Marvel's Blade kemungkinan dibatalkan karena mundur ke 2027 dan over budget
  • Compulsion Games, Ninja Theory, dan Undead Labs juga dalam proses penjualan
  • Potensi PHK mencapai 1.000 karyawan atau lebih
  • Restrukturisasi di bawah CEO baru Asha Sharma sebagai bagian dari "reset" divisi Xbox

Telset.id – Microsoft dikabarkan akan mengumumkan gelombang PHK massal untuk divisi Xbox dan karyawannya pada pekan depan. Sumber yang mengetahui rencana Microsoft mengungkapkan kepada The Verge bahwa PHK ini akan menyebabkan penutupan atau pemisahan studio, potensi merger studio, dan pembatalan sejumlah game.

Langkah drastis ini merupakan bagian dari “reset” besar-besaran di divisi Xbox di bawah kepemimpinan CEO baru, Asha Sharma. Sharma sebelumnya telah memberi isyarat tentang “membuat keputusan sulit” bulan lalu dan berulang kali memperingatkan bahwa bisnis Xbox tidak sehat.

Sumber internal menyebutkan Microsoft saat ini sedang mempertimbangkan untuk menutup setidaknya lima studio, termasuk pengembang di balik game Marvel’s Blade. Rencana pembatalan game Blade menjadi bagian dari gelombang pemotongan biaya dan PHK yang direncanakan untuk divisi game Xbox.

Game Blade sendiri dikembangkan oleh Arkane Studios yang berbasis di Prancis, studio yang terkenal dengan seri Dishonored. Menurut sumber yang mengetahui perkembangan game tersebut, Blade awalnya dijadwalkan rilis tahun ini, namun jadwal internalnya mundur ke akhir 2027 dan mengalami pembengkakan anggaran.

Sementara Microsoft mempertimbangkan untuk membatalkan Blade, perusahaan juga tengah menjajaki opsi untuk menjual Arkane Studios. Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa Microsoft juga mencoba melepas Compulsion Games, Double Fine, dan Ninja Theory. GamesBeat juga melaporkan pekan ini bahwa Microsoft secara aktif mencari pembeli untuk Undead Labs, pengembang di balik State of Decay.

Jika pembeli ditemukan untuk studio-studio tersebut, maka mereka bisa terhindar dari penutupan. Namun, sumber menekankan bahwa negosiasi ini bisa memakan waktu berbulan-bulan dalam beberapa kasus.

Compulsion Games, pengembang di balik South of Midnight, sudah yakin bahwa penutupan sudah dekat dan mulai memberi tahu karyawan untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Sementara itu, karyawan Ninja Theory telah diberitahu awal bulan ini bahwa Microsoft ingin menutup studio yang berbasis di Inggris tersebut atau memisahkannya.

Dampak PHK dan Restrukturisasi Xbox

Di luar potensi penutupan studio, Microsoft juga bersiap untuk gelombang PHK di Xbox yang akan mengubah secara drastis divisi gamenya. PHK ini dijadwalkan mulai pada 6 Juli mendatang, menurut sumber, dan akan berdampak pada sebagian besar bagian Xbox.

Rumor menyebutkan setidaknya ada 1.000 PHK, dan jika Microsoft melanjutkan dengan penutupan lima studio, maka setidaknya 500 karyawan akan terkena dampak sebelum pemotongan yang lebih luas. Angka ini menunjukkan skala restrukturisasi yang sangat besar di divisi game Microsoft.

CEO Asha Sharma berulang kali memperingatkan bahwa bisnis Xbox tidak sehat, namun juga mengklaim bahwa mandatnya bukanlah margin akuntabilitas 30 persen, melainkan untuk menjadi perusahaan game dan hiburan nomor satu. Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar di balik keputusan sulit yang diambil.

Keputusan Microsoft untuk melakukan PHK massal dan menutup studio ini terjadi di tengah kondisi industri game yang sedang tidak menentu. Beberapa bulan terakhir, banyak perusahaan game besar juga melakukan PHK serupa sebagai bagian dari efisiensi bisnis.

Bagi para gamer, kabar ini tentu mengecewakan karena beberapa studio yang terancam tutup memiliki reputasi bagus dalam menghasilkan game berkualitas. Arkane Studios misalnya, dikenal dengan game-game inovatif seperti Dishonored dan Prey.

Restrukturisasi besar-besaran ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan game-game eksklusif Xbox yang sedang dalam pengembangan. Dengan potensi pembatalan Marvel’s Blade, para penggemar khawatir game-game lain juga bisa bernasib sama.

Microsoft sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai PHK dan penutupan studio ini. Namun, sumber internal mengonfirmasi bahwa rencana tersebut sudah matang dan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Keputusan untuk menutup studio dan membatalkan game menunjukkan bahwa Microsoft sedang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap portofolio game mereka. Perusahaan tampaknya lebih memilih untuk fokus pada proyek-proyek yang dianggap lebih menguntungkan.

Bagi karyawan yang terkena dampak, situasi ini tentu sangat berat. Compulsion Games misalnya, sudah mulai memberi tahu karyawannya untuk mencari pekerjaan lain, menandakan bahwa penutupan sudah dianggap pasti.

Ninja Theory, studio yang berbasis di Inggris dan dikenal dengan game Hellblade, juga berada dalam posisi yang tidak pasti. Karyawan mereka telah diberitahu bahwa Microsoft ingin menutup atau memisahkan studio tersebut.

Sementara itu, Undead Labs yang mengembangkan State of Decay sedang dalam proses mencari pembeli. Jika tidak ada pembeli yang tertarik, studio ini kemungkinan besar akan ditutup juga.

Gelombang PHK yang dimulai pada 6 Juli ini diprediksi akan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah divisi Xbox. Dengan potensi 1.000 PHK atau lebih, dampaknya akan terasa di seluruh ekosistem Xbox.

Para analis industri memperkirakan bahwa langkah Microsoft ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuat divisi game mereka lebih efisien dan kompetitif. Namun, biaya yang harus dibayar dalam bentuk PHK dan penutupan studio sangatlah tinggi.

Bagi para penggemar Xbox, berita ini mungkin menjadi pengingat bahwa industri game adalah bisnis yang keras. Keputusan bisnis seringkali harus diambil meskipun berdampak pada kreativitas dan inovasi.

Kita masih harus menunggu pengumuman resmi dari Microsoft untuk mengetahui detail lengkap dari restrukturisasi ini. Namun, berdasarkan informasi yang ada, perubahan besar akan segera terjadi di divisi Xbox.

Sumber juga menyebutkan bahwa negosiasi penjualan studio bisa memakan waktu berbulan-bulan. Ini berarti beberapa studio mungkin masih memiliki kesempatan untuk selamat jika menemukan pembeli yang tepat.

Namun, bagi studio yang tidak menemukan pembeli, penutupan adalah satu-satunya jalan. Ini adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh industri game saat ini.

Microsoft sendiri tampaknya sudah mengambil keputusan bahwa perubahan besar diperlukan untuk menyelamatkan bisnis Xbox. CEO Asha Sharma telah memberikan sinyal yang jelas bahwa perusahaan siap membuat keputusan sulit.

Dengan PHK yang dijadwalkan mulai 6 Juli, hitung mundur menuju pengumuman resmi pun dimulai. Para karyawan Xbox dan penggemar game di seluruh dunia akan menantikan keputusan akhir Microsoft.

Keputusan ini juga akan berdampak pada lanskap industri game secara keseluruhan. Jika Microsoft berhasil merestrukturisasi divisi Xbox-nya, perusahaan lain mungkin akan mengikuti jejak serupa.

Namun, jika langkah ini justru merusak reputasi Microsoft sebagai pengembang game, dampaknya bisa sebaliknya. Waktu yang akan menjawab apakah keputusan sulit ini adalah langkah yang tepat.

Bagi para gamer, yang terpenting saat ini adalah menunggu informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar. Kepastian akan datang dalam beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, beberapa studio yang terancam tutup masih berusaha mencari jalan keluar. Compulsion Games, Ninja Theory, dan Undead Labs masih memiliki harapan jika menemukan pembeli.

Arkane Studios juga masih dalam proses negosiasi, meskipun game Marvel’s Blade kemungkinan besar akan dibatalkan. Nasib studio ini akan ditentukan dalam beberapa bulan ke depan.

Restrukturisasi besar-besaran ini menunjukkan bahwa Microsoft serius dalam upayanya untuk membuat divisi Xbox lebih sehat secara finansial. Meskipun keputusan ini pahit, perusahaan tampaknya yakin bahwa ini adalah langkah yang diperlukan.

Kita akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca. Pastikan untuk mengikuti berita terbaru seputar Xbox di Telset.id.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.