Robot humanoid Digit buatan Agility Robotics yang akan melantai di bursa melalui merger SPAC

Agility Robotics SPAC, Robot Humanoid Digit Siap IPO Rp 40 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Agility Robotics mengumumkan rencana go public melalui merger SPAC dengan Churchill Capital Corp XI dengan valuasi USD 2,5 miliar
  • Transaksi diperkirakan menghasilkan lebih dari USD 620 juta, termasuk USD 200 juta dari investor institusi
  • Robot humanoid Digit telah digunakan di sembilan lokasi pelanggan termasuk Schaeffler, GXO, Toyota, dan Mercado Libre
  • Perusahaan mendapat dukungan dari Amazon, Nvidia, SoftBank Vision Fund 2, dan DCVC
  • Dana hasil merger akan digunakan untuk meningkatkan produksi Digit v5 dan memenuhi pesanan multi-tahun senilai USD 300 juta
  • Saham akan diperdagangkan dengan ticker AGLT di bursa Amerika Utara

Telset.id – Agility Robotics, perusahaan rintisan robot humanoid asal Amerika Serikat, mengumumkan rencana untuk melantai di bursa melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) Churchill Capital Corp XI. Kesepakatan ini menilai perusahaan tersebut sekitar USD 2,5 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun.

Langkah strategis ini menandai perkembangan signifikan bagi industri robot humanoid yang mulai memasuki fase komersialisasi. Agility Robotics dikenal luas melalui produk andalannya, Digit, robot berkaki dua yang telah dioperasikan di sembilan lokasi pelanggan di berbagai negara.

Transaksi merger ini diperkirakan akan menghasilkan lebih dari USD 620 juta, termasuk sekitar USD 200 juta dari kelompok investor institusi baru dan yang sudah ada. Dana segar tersebut akan menjadi katalis utama bagi Agility untuk meningkatkan kapasitas produksi robot generasi terbaru mereka.

Robot humanoid Digit telah digunakan oleh sejumlah perusahaan global ternama. Pelanggan yang telah mengimplementasikan robot ini antara lain Schaeffler, GXO, Toyota Motor Manufacturing Canada, dan Mercado Libre. Keberadaan pelanggan riil ini membuktikan bahwa teknologi robot humanoid tidak lagi sekadar konsep laboratorium.

Agility Robotics sendiri merupakan perusahaan yang lahir dari Oregon State University pada tahun 2015. Sejak didirikan, perusahaan ini berhasil menarik minat investor kelas berat seperti Amazon, Nvidia, SoftBank Vision Fund 2, dan DCVC. Dukungan dari raksasa teknologi ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap masa depan robot humanoid di sektor industri.

Dana hasil merger SPAC akan digunakan secara spesifik untuk meningkatkan kapasitas produksi Digit v5, robot generasi berikutnya yang lebih canggih. Selain itu, perusahaan berencana memenuhi pesanan yang sudah ada dan memperluas jangkauan ke pelanggan baru maupun yang sudah ada saat ini.

Agility mengklaim telah mengamankan pesanan multi-tahun senilai lebih dari USD 300 juta untuk model baru mereka. Tidak hanya itu, perusahaan juga memiliki pipa lebih dari 30 pelanggan potensial yang sedang mengevaluasi penerapan robot dalam skala besar. Angka ini menunjukkan permintaan pasar yang kuat terhadap solusi otomatisasi berbasis robot humanoid.

CEO Agility Robotics, Peggy Johnson, menyatakan optimismenya terhadap peran robot humanoid di masa depan. “Robot humanoid siap menjadi pendorong penting produktivitas, ketahanan rantai pasok, dan kepemimpinan teknologi Amerika,” ujar Johnson dalam pernyataan resmi.

Ia menambahkan bahwa dengan robot humanoid yang sudah diterapkan secara komersial di lingkungan pelanggan saat ini, Agility membantu perusahaan mengatasi kekurangan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi, dan mengintegrasikan otomatisasi bertenaga AI secara aman ke dalam operasi mereka.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Agility tidak hanya menjual visi masa depan, tetapi telah memiliki produk yang berfungsi dan bernilai tambah bagi pelanggan. Pendekatan komersial yang konkret ini membedakan Agility dari banyak pesaing di industri robot humanoid yang masih berada pada tahap pengembangan.

Perusahaan gabungan hasil merger ini diperkirakan akan diperdagangkan dengan kode ticker AGLT di bursa efek Amerika Utara. Namun, bursa spesifik yang akan digunakan belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan.

Keputusan Agility untuk go public melalui SPAC mencerminkan tren yang semakin populer di kalangan perusahaan teknologi. Jalur ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses pasar modal lebih cepat dibandingkan IPO tradisional, meskipun tetap melalui proses regulasi yang ketat.

Digit, robot andalan Agility, dirancang untuk bekerja di lingkungan yang dirancang untuk manusia. Dengan bentuk bipedal, robot ini dapat bergerak di ruang sempit, menaiki tangga, dan melakukan tugas-tugas yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi.

Implementasi Digit di berbagai lokasi pelanggan menunjukkan fleksibilitas robot ini. Di gudang logistik, Digit dapat membantu memindahkan kotak, mengambil barang dari rak, dan melakukan tugas repetitif lainnya yang selama ini menjadi tantangan bagi tenaga kerja manusia.

Keberhasilan Agility menarik investasi dari Amazon dan Nvidia memberikan sinyal kuat tentang arah industri. Amazon, sebagai perusahaan logistik terbesar di dunia, memiliki kepentingan langsung dalam otomatisasi gudang. Sementara Nvidia, sebagai pemimpin di bidang AI dan komputasi, menyediakan infrastruktur teknologi yang diperlukan untuk robot cerdas.

SoftBank Vision Fund 2 juga menjadi salah satu pendukung utama Agility. Dana investasi asal Jepang ini dikenal agresif dalam berinvestasi di perusahaan robotika dan AI, menunjukkan keyakinan mereka terhadap potensi pertumbuhan sektor ini.

Pesaing Agility di industri robot humanoid termasuk Tesla dengan Optimus, Boston Dynamics dengan Atlas, dan Figure AI dengan Figure 01. Masing-masing perusahaan memiliki pendekatan berbeda dalam mengembangkan dan mengomersialkan teknologi robot humanoid.

Dengan valuasi USD 2,5 miliar, Agility berada di posisi yang kompetitif untuk bersaing di pasar yang sedang berkembang ini. Dana segar dari SPAC merger akan memberikan modal yang diperlukan untuk mempercepat produksi dan memperluas basis pelanggan.

Pasar robot humanoid diperkirakan akan tumbuh signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Menurut berbagai analis, sektor ini bisa mencapai nilai puluhan miliar dolar pada akhir dekade ini, didorong oleh kebutuhan otomatisasi di berbagai industri.

Agility tampaknya berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan momentum ini. Dengan produk yang sudah berfungsi, pelanggan yang sudah ada, dan pesanan yang menunggu, perusahaan ini memiliki landasan yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan.

Bagi industri teknologi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Robot humanoid seperti Digit bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas di sektor manufaktur dan logistik yang selama ini menghadapi tantangan efisiensi.

Dengan rencana IPO ini, Agility Robotics menunjukkan bahwa era robot humanoid komersial telah tiba. Investor dan pelaku industri kini memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan yang diprediksi akan menjadi pemain kunci di masa depan otomatisasi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.