📑 Daftar Isi

Ilustrasi perangkat Amazon Echo Dot dengan label harga naik 60 persen

Amazon Naikkan Harga Perangkat hingga 60 Persen Akibat Krisis Memori

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon menaikkan harga perangkat keras hingga 60 persen, memengaruhi lini Fire TV, Echo, Kindle, dan Eero
  • Echo Dot naik dari USD 49,99 menjadi USD 79,99, kenaikan tertinggi yang tercatat
  • Penyebab utama adalah kelangkaan memori global akibat ledakan AI atau "RAMmageddon"
  • Amazon mengaku telah menyerap kenaikan biaya selama mungkin sebelum akhirnya menyesuaikan harga
  • Apple juga menaikkan harga dan memperkenalkan program sewa untuk mengimbangi biaya
  • Kelangkaan RAM diperkirakan berlanjut hingga 2027 sebelum stabil di 2028
  • Amazon akan terus menawarkan promosi sesekali selama setahun ke depan

Telset.id – Amazon secara signifikan menaikkan harga sejumlah perangkat kerasnya akhir pekan lalu, dengan kenaikan mencapai 60 persen untuk beberapa produk. Kenaikan ini berdampak pada lini Fire TV, Echo, Kindle, dan Eero, mempertegas bahwa saat ini adalah waktu yang buruk untuk membeli perangkat keras.

Contoh paling mencolok adalah Echo Dot, speaker pintar termurah Amazon, yang harganya melonjak dari USD 49,99 menjadi USD 79,99. Situs pelacak harga seperti CamelCamelCamel menunjukkan kenaikan tajam ini, yang sebelumnya harga perangkat tersebut jauh lebih rendah. Kenaikan harga ini terjadi di tengah kelangkaan memori global yang dipicu oleh ledakan AI, atau yang juga dikenal sebagai “RAMmageddon”.

Pernyataan Resmi Amazon soal Kenaikan Harga

Ketika dimintai komentar oleh TechCrunch, Amazon memberikan pernyataan resmi: “Industri elektronik konsumen menghadapi kenaikan biaya komponen memori dan penyimpanan yang signifikan. Setelah menyerap kenaikan ini selama yang kami bisa, kami baru saja menyesuaikan harga di seluruh lini produk kami.” Perusahaan juga menyatakan akan terus menawarkan promosi sesekali kepada pelanggan selama setahun ke depan.

Kenaikan harga ini bukan hanya terjadi pada satu lini produk. Fire TV, Echo, Kindle, dan Eero semuanya terkena dampak penyesuaian harga tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Amazon akhirnya menyerah pada tekanan biaya produksi yang terus meningkat, setelah sebelumnya berusaha menyerap kenaikan biaya tersebut.

Dampak Kelangkaan Memori Global

Kenaikan harga Amazon memperkuat kenyataan bahwa industri perangkat keras sedang berada dalam tekanan besar. Kelangkaan memori global yang didorong oleh ledakan AI meningkatkan biaya produksi berbagai perangkat. Akibatnya, perusahaan-perusahaan semakin banyak yang membebankan biaya tersebut kepada pelanggan mereka.

Amazon bukan satu-satunya perusahaan yang melakukan langkah ini. Apple baru-baru ini juga menaikkan harga produknya dan berupaya mengimbangi tarif baru yang tinggi dengan memperkenalkan program sewa perangkat. Program tersebut memungkinkan pengguna membayar perangkat mereka secara bertahap dari waktu ke waktu.

Lonjakan harga ini menjadi sinyal kuat bagi konsumen yang berencana membeli perangkat keras baru. Dengan kenaikan hingga 60 persen seperti yang terjadi pada Echo Dot, keputusan untuk menunda pembelian bisa menjadi pilihan bijak bagi mereka yang tidak terlalu mendesak membutuhkan perangkat baru.

Kelangkaan RAM diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2027 sebelum harga berpotensi mencapai puncaknya dan stabil pada tahun 2028. Artinya, tekanan harga pada perangkat keras diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, dan konsumen mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi mereka terhadap harga produk-produk teknologi.

Bagi pengguna yang tetap ingin membeli perangkat Amazon, perusahaan menyatakan akan terus menawarkan promosi sesekali selama setahun ke depan. Ini bisa menjadi peluang bagi konsumen untuk mendapatkan harga yang lebih baik dibandingkan harga normal yang baru saja dinaikkan tersebut.

Kenaikan harga ini juga berdampak pada lini Kindle yang merupakan salah satu produk populer Amazon untuk membaca ebook. Sebelumnya, Amazon juga telah menaikkan harga Kindle hingga 60 persen dalam pengumuman terpisah. Sementara itu, di sisi lain, produk-produk lain seperti CPU Intel masih menunjukkan performa penjualan yang baik di platform Amazon, menunjukkan bahwa pasar perangkat keras tetap aktif meskipun ada kenaikan harga.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi industri teknologi secara keseluruhan. Ketika dua raksasa seperti Amazon dan Apple sama-sama menaikkan harga, ini menjadi indikasi bahwa tekanan biaya komponen telah mencapai titik yang tidak bisa lagi ditahan oleh produsen. Konsumen perlu mempersiapkan diri menghadapi era baru harga perangkat keras yang lebih tinggi.

Bagi mereka yang berencana membeli perangkat baru dalam waktu dekat, keputusan untuk menunggu hingga harga stabil atau memanfaatkan momen promosi bisa menjadi strategi yang lebih hemat. Namun, bagi yang membutuhkan perangkat segera, kenaikan harga ini adalah kenyataan yang harus diterima.

Amazon sendiri belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai produk mana saja yang mengalami kenaikan harga terbesar selain Echo Dot. Namun, pernyataan resmi perusahaan yang menyebut penyesuaian harga di seluruh lini produk mengindikasikan bahwa hampir semua produk hardware Amazon terkena dampaknya.

Dengan proyeksi kelangkaan RAM yang berlanjut hingga 2027, industri perangkat keras diperkirakan akan terus menghadapi tekanan biaya. Ini berarti konsumen mungkin perlu menyesuaikan anggaran mereka untuk pembelian perangkat teknologi di masa mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.