Kacamata pintar Amazon yang dikenakan kurir pengiriman untuk merekam foto selama pengiriman paket

Amazon Uji Kacamata Pintar Kurir, Rekam Ribuan Foto Tiap Shift

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Amazon uji kacamata pintar kurir yang bisa ambil ribuan foto per shift
  • Hasil foto diunggah ke platform AI Wellspring milik Amazon
  • Pelanggan belum bisa opt-out, Chatterjee: "Kami belum memikirkan soal itu"
  • Sistem akan blur orang dan plat nomor sebelum ditinjau manusia
  • Gambar bisa diperoleh dengan surat perintah, durasi penyimpanan tak disebut
  • 20.000 pasang kacamata tambahan direncanakan pada akhir 2027

Telset.id – Amazon dilaporkan tengah menguji kacamata pintar yang dikenakan kurir pengiriman, dan perangkat tersebut dapat mengambil ribuan foto selama satu shift kerja. Bloomberg melaporkan kacamata ini berpotensi menghasilkan “beberapa ribu jepretan dalam satu shift tipikal seorang kurir,” dan Amazon berencana mengunggah seluruh hasil tangkapan tersebut ke platform AI mereka, Wellspring. Langkah ini memunculkan pertanyaan besar soal privasi, terutama karena Amazon belum menyiapkan mekanisme bagi pelanggan untuk menolak atau keluar dari proses pengambilan gambar tersebut.

Ketika ditanya apakah pelanggan dapat memilih untuk tidak ikut serta dalam pengambilan foto ini, Viraj Chatterjee dari Amazon mengatakan kepada Bloomberg, “Kami belum memikirkan soal itu.” Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena menyangkut data visual yang mencakup orang dan properti pribadi yang terekam selama kurir menjalankan tugasnya.

Chatterjee menegaskan bahwa Amazon hanya menggunakan data dari kacamata pintar ini untuk “meningkatkan proses pengiriman.” Ia menambahkan, “Niatnya tidak pernah hal-hal seperti pengawasan.” Namun, pernyataan itu muncul di tengah rekam jejak teknologi pengawasan yang sudah lebih dulu diterapkan Amazon terhadap para kurirnya.

Dampak teknologi pengawasan bukan hal baru bagi para kurir Amazon. Mereka sebelumnya telah memiliki kamera AI yang mengawasi di dalam kendaraan mereka. Para kurir mengeluhkan sejumlah masalah, mulai dari kamera yang gagal mendeteksi sabuk pengaman yang sudah terpasang, keharusan menepi hanya untuk menyeruput kopi, hingga rekaman dari kamera tersebut yang bocor ke publik secara online. Rekam jejak ini menjadi konteks penting mengapa rencana kacamata pintar ini menuai pertanyaan soal privasi.

Chatterjee juga mengatakan kepada Bloomberg bahwa sistem Amazon akan mengaburkan (blur) setiap orang dan plat nomor dalam gambar sebelum diteruskan untuk ditinjau oleh manusia. Meski demikian, Bloomberg melaporkan bahwa Amazon mengonfirmasi “gambar dari kacamata pintar dapat diperoleh dengan surat perintah,” namun tidak merinci berapa lama perusahaan berencana menyimpan gambar-gambar tersebut.

Selain itu, dilaporkan tidak akan ada cara bagi pelanggan untuk melihat gambar apa pun yang dimiliki Amazon tentang mereka atau properti mereka, atau meminta Amazon menghapus foto-foto tersebut. Ketiadaan mekanisme opt-out maupun akses bagi pelanggan ini menjadi bagian dari kekhawatiran yang muncul dari rencana penggunaan kacamata pintar tersebut.

Kualitas foto dari kacamata ini dilaporkan akan serupa dengan foto cepat yang biasa diambil kurir saat menyerahkan paket. Amazon menyatakan berencana menempatkan 20.000 pasang kacamata tambahan di lapangan pada akhir tahun 2027. Para kurir yang mengenakan kacamata tersebut dalam program percontohan (pilot) sudah menyelesaikan lebih dari 275.000 pengiriman.

Rencana ekspansi kacamata pintar ini menjadi bagian dari rangkaian panjang inisiatif Amazon di berbagai lini bisnisnya. Perusahaan yang sama juga aktif mengembangkan produk konsumen seperti perangkat Fire TV, serta terlibat dalam berbagai persoalan hukum dan lingkungan yang menyertai operasinya.

Di sisi lain, Amazon juga menghadapi dinamika di sektor bisnis lainnya, termasuk proyek internet satelit mereka yang terus menjadi sorotan industri. Persaingan di sektor ini turut memengaruhi posisi Amazon di pasar teknologi global, sebagaimana terlihat dari perkembangan proyek satelit yang mereka kembangkan.

Ekspansi Amazon Leo juga menyasar pasar internasional, termasuk kehadiran layanan internet satelit mereka di sejumlah negara. Langkah ini menunjukkan bahwa Amazon tidak hanya berfokus pada bisnis pengiriman, tetapi juga pada pengembangan infrastruktur teknologi yang lebih luas, seperti yang terlihat dari upaya ekspansi satelit mereka.

Kembali ke isu kacamata pintar, kombinasi antara volume pengambilan gambar yang masif, ketiadaan mekanisme opt-out bagi pelanggan, serta rekam jejak pengawasan terhadap kurir menjadi tiga hal yang saling memperkuat kekhawatiran. Amazon menyatakan tujuannya adalah meningkatkan proses pengiriman, namun detail soal penyimpanan, akses pelanggan, dan durasi retensi data masih belum dijelaskan secara rinci.

Sementara itu, rencana penambahan 20.000 pasang kacamata pada akhir 2027 menandakan bahwa teknologi ini bukan sekadar uji coba jangka pendek. Dengan lebih dari 275.000 pengiriman yang sudah dilakukan dalam program percontohan, skala penggunaan kacamata pintar ini berpotensi tumbuh signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Bagaimana Amazon menyeimbangkan tujuan efisiensi pengiriman dengan perlindungan privasi pelanggan dan kurir akan menjadi hal yang terus disorot, terutama karena perusahaan belum memberikan jawaban konkret soal hak pelanggan atas data visual mereka sendiri.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.