Telset.id – Performa Intel Arc G3 yang disebut 42 persen lebih kencang dari AMD Ryzen Z2 Extreme membuat AMD harus berpikir ulang soal strategi FSR 4.1 untuk genggam. Di tengah persaingan sengit prosesor genggam, AMD justru belum memberikan kepastian tentang kehadiran fitur upscaling AI tersebut di handheld-nya.
Menurut laporan dari Tom’s Guide, Intel Arc G3 menunjukkan performa yang impresif dengan keunggulan 42 persen dibandingkan Ryzen Z2 Extreme milik AMD. Chip anyar Intel ini bahkan mampu menyamai frame rate ROG Xbox Ally X20 hanya dengan setengah konsumsi daya.
Kondisi ini memicu spekulasi bahwa AMD harus segera merespons dengan menghadirkan FSR 4.1 ke lini handheld-nya. Namun, pernyataan resmi dari eksekutif AMD justru menunjukkan sikap hati-hati.
Pernyataan Resmi AMD soal FSR 4.1
Head of AMD’s Client and Graphics Marketing, Frank Azor, menyatakan bahwa “no such decision” telah dibuat terkait pembawaan FSR 4.1 ke handheld. Pernyataan ini muncul setelah Videocardz melaporkan bahwa AMD “mungkin menjauhkan FSR 4.1” dari GPU terintegrasi handheld-nya.
Lebih lanjut, SVP of Computing and Graphics AMD, Jack Hyunh, menjelaskan filosofi perusahaan seputar FSR 4 pada produk non-RDNA 4. “Kami ingin memastikan pengalaman dan kualitasnya tepat, dan memiliki jumlah komputasi yang cukup dalam produk itu, baik itu GPU atau APU atau apapun, untuk memastikan Anda mendapatkan manfaat performa,” ujar Hyunh.
AMD berbasis handheld saat ini masih terkunci di FSR 3.1, yang merupakan versi upscaling dan frame generation tanpa AI. Teknologi ini murni mengandalkan perhitungan matematis dan kode, berbeda dengan FSR 4.1 yang sudah menggunakan AI.

Sementara itu, Intel Arc G3 sudah didukung oleh XeSS 3 yang merupakan teknologi AI-based upscaling dan frame generation. Teknologi ini tersedia di semua chip Intel dari Core 100 hingga Core 300, memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan.
Bukan Ya, Bukan Juga Tidak
Ketika ditanya apakah pernyataan Hyunh bisa diartikan sebagai “FSR 4.1 akan datang,” jawabannya justru membuat situasi semakin tidak jelas. “Saya tidak mengatakan itu akan datang. Saya mengatakan ada standar kualitas tinggi yang sangat kami pedulikan,” tegas Hyunh.
Ia menambahkan bahwa timnya membaca komentar dan ulasan tentang apa yang diumumkan, dan ada banyak minat untuk membawa FSR 4.1 ke bagian pasar lain. “Langkah pertama dalam roadmap kami ini sangat penting, karena kami membawanya ke arsitektur lain,” imbuhnya.
Secara arsitektural, membawa FSR 4.1 ke chip handheld sebenarnya mungkin dilakukan. Hal ini sudah terbukti dengan kehadiran FSR 4.1 di kartu grafis RDNA 3 seperti Radeon RX 7900. Tantangan utamanya adalah menjalankan upscaler AI yang berat di unit komputasi yang terbatas pada chip handheld.

Menariknya, Intel yang selama dua generasi terakhir tertinggal dalam hal performa dibandingkan silikon AMD, kini justru mampu menjalankan XeSS dengan baik. Ini menunjukkan bahwa secara teknis, AMD seharusnya bisa melakukan hal serupa.
AMD Harus Bergerak Cepat
Terlepas dari bagaimana AMD memutuskan untuk merespons, jelas bahwa perusahaan besutan Lisa Su ini perlu bergerak cepat. Dengan roadmap tahunan yang konsisten dalam meningkatkan hardware dan software untuk gaming, Intel kini berada dalam posisi untuk mengambil alih pasar handheld PC gaming.
Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh AMD. Pertama, menghadirkan FSR 4.1 ke handheld secara cepat. Kedua, mengembangkan teknologi baru dari hasil kerja sama dengan Sony pada PlayStation Spectral Super Resolution. Jangan lupa bahwa chip PS5 Pro berjalan pada kombinasi inti RDNA 2 dan RDNA 3, namun tetap bisa melakukan akselerasi AI.
Apapun keputusannya, alasan untuk memilih AMD dibandingkan Intel kini hampir semuanya hilang. Intel memiliki rencana GPU terintegrasi yang jelas untuk masa depan, ditambah kerja sama dengan Nvidia untuk grafis RTX dalam beberapa tahun ke depan.
Persaingan di pasar handheld PC gaming semakin memanas. Kehadiran Marshall Emberton III dan berbagai perangkat audio baru juga menunjukkan bahwa ekosistem gaming handheld terus berkembang.
Bagi para penggemar teknologi, situasi ini menjadi menarik untuk diikuti. AMD yang selama ini mendominasi pasar handheld dengan chip Z1 Extreme dan Z2 Extreme kini harus berhadapan dengan Intel yang tampil dengan fitur terbaru dan performa mengesankan.
Keputusan AMD soal FSR 4.1 di handheld akan menjadi faktor kunci dalam menentukan peta persaingan ke depan. Jika AMD gagal merespons dengan cepat, bukan tidak mungkin Intel akan menjadi pemimpin baru di segmen ini.





Komentar
Belum ada komentar.