Mac Studio dan Mac Pro yang sudah dihentikan oleh Apple

Apple Bikin Chip Extreme, Lalu Matikan Mac Pro Selamanya

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple mengembangkan chip "Extreme" dengan core dua kali lipat dari chip Ultra
  • Dua varian chip (M2 Extreme dan M3 Extreme) sudah dibuat tapi dibatalkan karena biaya dan permintaan rendah
  • Dua model Mac Pro (J170 berbasis Intel, J190 berbasis M3 Ultra) juga dibatalkan
  • Mac Pro resmi dihentikan pada Maret 2026 karena harga dua kali lipat Mac Studio dengan fungsi serupa
  • Apple diperkirakan tidak akan menghadirkan Mac Pro lagi; ambisi chip Extreme kemungkinan pindah ke Mac Studio M5 Ultra

Telset.id – Apple diam-diam membangun chip yang lebih bertenaga daripada lini Ultra miliknya sendiri, lalu membatalkan seluruh proyek tersebut. Chip “Extreme” itu dirancang untuk Mac Pro, tetapi kini desktop flagship Apple sudah resmi dihentikan.

Menurut laporan Mark Gurman dari Bloomberg dalam newsletter Power On, Apple mengembangkan chip dengan performa jauh di atas seri M2 dan M3 Ultra. Chip yang disebut “Extreme” tersebut memiliki jumlah core pemrosesan dan grafis yang kurang lebih dua kali lipat dari chip Ultra biasa. Dua varian nyata dari chip ini, yaitu M2 Extreme dan M3 Extreme, bahkan sudah berhasil dibuat secara fisik. Namun, keduanya akhirnya dihentikan karena masalah biaya dan kekhawatiran akan rendahnya permintaan pasar.

Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi lini Mac Pro yang memang sudah lama tidak mendapatkan pembaruan berarti. Desktop andalan Apple itu terakhir kali diperbarui pada 2023 dengan chip M2 Ultra. Sementara itu, Mac Studio yang lebih ringkas terus mendapatkan peningkatan spesifikasi secara berkala. Alhasil, Mac Pro resmi dihentikan penjualannya pada Maret 2026.

Selain chip, Apple juga membatalkan dua model Mac Pro yang sudah memasuki tahap pengembangan lanjutan. Model pertama, dengan nama kode internal J170, adalah Mac Pro berbasis prosesor Intel. Keputusan ini cukup aneh karena Apple sudah beralih ke chip buatannya sendiri (Apple Silicon) untuk seluruh lini produk lain. Model kedua, J190, adalah varian dengan chip M3 Ultra yang seharusnya dirilis bersamaan dengan Mac Studio M3 Ultra pada awal 2025. Kedua model tersebut tidak pernah dikirim ke pasar.

Masalah utama Mac Pro terletak pada harga dan nilai yang ditawarkan. Harganya dua kali lipat lebih mahal dari Mac Studio, namun dengan fungsionalitas yang hampir sama jika slot ekspansi internal tidak diperhitungkan. Slot PCIe menjadi satu-satunya keunggulan utama Mac Pro dibandingkan Mac Studio. Kesenjangan ini dinilai tidak bisa bertahan lama di tengah persaingan dan kebutuhan pengguna yang terus berubah.

Gurman tidak memperkirakan Apple akan menghadirkan kembali Mac Pro dalam waktu dekat. Semua tanda, mulai dari chip yang dibuat dua kali lalu dibatalkan dua kali, hingga dua model Mac Pro yang tidak pernah dirilis, menunjukkan bahwa Apple sudah berusaha keras mempertahankan lini ini dan akhirnya menyerah. Ke depannya, ambisi chip “Extreme” kemungkinan besar akan diimplementasikan pada generasi Mac Studio mendatang. Kabarnya, Mac Studio baru dengan chip M5 Ultra akan hadir pada musim gugur tahun ini.

Keputusan Apple untuk mengakhiri Mac Pro menimbulkan pertanyaan besar bagi para profesional kreatif yang sebelumnya mengandalkan Fitur Terbaru dan kemampuan ekspansi perangkat tersebut. Meskipun Mac Studio menawarkan performa komputasi yang sebanding, tidak adanya slot ekspansi PCIe menjadi kekurangan yang signifikan bagi pengguna yang membutuhkan kartu akselerasi khusus, seperti untuk rendering video atau komputasi ilmiah.

Laporan ini juga menjadi pengingat bahwa bahkan raksasa teknologi seperti Apple pun tidak kebal terhadap realitas pasar. Investasi besar dalam riset dan pengembangan terkadang harus dihentikan jika tidak ada prospek komersial yang jelas. Bagi pengguna yang masih menginginkan Mac Pro, opsi di pasar barang bekas mungkin menjadi satu-satunya jalan, namun perlu diingat bahwa dukungan perangkat lunak untuk model lama akan semakin terbatas seiring waktu. Untuk saat ini, Harga Terbaru Mac Studio menjadi alternatif yang lebih rasional bagi sebagian besar pengguna.

Di sisi lain, kabar tentang chip M5 Ultra yang akan datang memberikan secercah harapan. Jika Apple benar-benar mengalihkan ambisi chip “Extreme” ke Mac Studio, maka perangkat tersebut bisa menjadi workstation paling bertenaga yang pernah dibuat Apple. Namun, hal ini juga berarti bahwa era desktop modular andalan Apple benar-benar telah berakhir. Pengguna yang sangat bergantung pada slot ekspansi mungkin harus beralih ke ekosistem lain, seperti PC berbasis Windows atau Linux, untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka.

Kisah chip “Extreme” dan Mac Pro yang gagal ini menunjukkan betapa cepatnya lanskap teknologi berubah. Sebuah produk yang pernah menjadi simbol performa tertinggi dan fleksibilitas bisa lenyap dalam waktu singkat karena perubahan strategi perusahaan dan preferensi pasar. Bagi para penggemar Apple, ini adalah akhir dari sebuah era, tetapi juga awal dari babak baru yang berfokus pada efisiensi dan performa dalam kemasan yang lebih ringkas.

Dengan dihentikannya Mac Pro, fokus Apple kini sepenuhnya beralih ke Mac Studio dan MacBook Pro sebagai lini profesional utama. Kedua perangkat ini menawarkan portabilitas atau ukuran yang lebih kecil dengan performa yang tidak kalah impresif. Meskipun demikian, keputusan ini tetap menjadi catatan penting dalam sejarah Apple, menunjukkan bahwa bahkan produk yang paling ikonik sekalipun tidak kebal terhadap keputusan bisnis yang pragmatis.

Ke depannya, kita akan melihat bagaimana Apple mengintegrasikan pelajaran dari kegagalan Mac Pro ke dalam produk-produk mendatang. Apakah akan ada pendekatan baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang membutuhkan daya komputasi ekstrem? Ataukah Apple akan sepenuhnya meninggalkan konsep desktop modular? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, era Mac Pro sebagai workstation andalan Apple telah resmi berakhir.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.