Grafik lima vendor smartphone teratas di India Q2 2026 dan Q2 2025

Samsung, Nothing, dan Google Dominasi Pasar HP India di Q2 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pasar smartphone India turun 10% YoY di Q2 2026, lebih dalam dari penurunan global.
  • Samsung tumbuh 2% dan mendekati Vivo dengan selisih pangsa pasar hanya 0,2%.
  • Nothing mencatat pertumbuhan 105% YoY, Google tumbuh 68% YoY.
  • Apple justru turun 3% dengan pangsa pasar 7% di India.
  • Kenaikan biaya komponen diprediksi menyebabkan kenaikan harga lebih lanjut hingga 2027.

Telset.id – Pasar smartphone India mengalami penurunan signifikan pada kuartal kedua 2026, namun beberapa vendor justru mencatat pertumbuhan impresif. Samsung, Nothing, dan Google menjadi bintang kejutan di tengah lesunya pasar terbesar kedua di dunia tersebut.

Laporan terbaru dari Counterpoint Research dan Omdia mengungkapkan bahwa pengiriman smartphone di India turun 10% year-on-year (YoY) pada Q2 2026. Angka ini jauh lebih dalam dibandingkan penurunan global yang diperkirakan hanya 4% hingga 11%, serta kontraksi 2% di China.

Namun, di tengah tekanan pasar, Samsung berhasil mencatatkan pertumbuhan pengiriman sebesar 2% dibandingkan Q2 2025. Meskipun tipis, kenaikan ini cukup untuk mendorong pangsa pasar Samsung menjadi 17,6%, hanya terpaut 0,2% dari pemimpin pasar Vivo yang menguasai 17,8%.

“Vivo memang masih memimpin, tetapi Samsung terus mendekat. Jika Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 sukses, jarak 0,2% ini bisa terbalik di akhir kuartal ini,” tulis Adrian Diaconescu dalam laporannya di PhoneArena.

Pertumbuhan Samsung di India didorong oleh kombinasi strategi yang kuat di berbagai segmen, mulai dari seri Galaxy A entry-level hingga lini flagship Galaxy S26 dan Galaxy Z series. Khususnya, seri Galaxy A disebut menjadi tulang punggung kesuksesan Samsung di pasar India.

Di posisi ketiga, Oppo bertahan dengan pangsa pasar yang hampir tidak berubah, sementara Xiaomi (termasuk Poco) juga stagnan di angka 13%. Realme menjadi satu-satunya vendor lain di lima besar yang mencatat pertumbuhan, dari 9,6% menjadi 10%.

## Nasib Apple di India

Berbeda dengan para pesaingnya, Apple justru mengalami penurunan. Penjualan iPhone di India turun 3% YoY meskipun permintaan untuk seri iPhone 17 dilaporkan “kuat dan tangguh”. Pangsa pasar Apple saat ini hanya 7%, jauh di bawah para pemimpin pasar.

“Apple tidak serelevan Samsung di China, tapi pangsa 7% jelas bukan hasil yang membanggakan bagi CEO baru John Ternus,” tulis laporan tersebut.

India tetap menjadi pasar yang subur untuk perangkat Android terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, membuat iPhone kurang populer dibandingkan di AS, Eropa Barat, atau China.

## Kejutan dari Nothing dan Google

Dua nama yang paling menonjol dalam laporan ini justru bukan bagian dari lima besar. Nothing, perusahaan asal Inggris yang didirikan Carl Pei, mencatat pertumbuhan pengiriman regional sebesar 105% (!!!) dibandingkan Q2 2025. Sementara itu, Google menorehkan pertumbuhan 68% YoY, menjadikannya merek dengan pertumbuhan terbesar di segmen “ultra-premium”.

Nothing Phone (4a)

Nothing Phone (4a) disebut sebagai salah satu kejutan terbesar di India tahun ini. Sementara itu, perangkat Pixel Google tumbuh lebih cepat dibandingkan iPhone di India, meskipun perbandingan ini tidak sepenuhnya adil mengingat basis penjualan yang berbeda.

Pencapaian ini tentu mengesankan, namun perlu dicatat bahwa pertumbuhan tinggi tersebut dimungkinkan oleh angka penjualan yang relatif rendah sebelumnya.

## Ancaman Kenaikan Harga di Depan Mata

Laporan tersebut juga memberikan peringatan. Kenaikan biaya memori dan komponen lainnya yang “persisten” telah menyebabkan “beberapa putaran” kenaikan harga smartphone dari hampir semua merek selama paruh pertama 2026. Sayangnya, tren ini diperkirakan belum berakhir.

“Satu atau dua putaran kenaikan harga lagi bisa terjadi pada akhir tahun ini. Penurunan penjualan 10% di India mungkin akan bertambah buruk,” tulis laporan tersebut.

Situasi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga 2027. Artinya, konsumen dan vendor sama-sama harus bersiap menghadapi tekanan harga yang berkepanjangan.

## Prospek Samsung dan Kompetitor

Dengan jarak yang sangat tipis dari Vivo, Samsung memiliki peluang besar untuk merebut posisi puncak pasar India. Keberhasilan Galaxy Z Fold 8, Z Fold 8 Ultra, dan Z Flip 8 yang akan diluncurkan pada 22 Juli 2026 menjadi kunci.

Di sisi lain, pertumbuhan pesat Nothing dan Google menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pemain baru atau pemain kecil untuk berkembang di pasar India, asalkan mereka menawarkan produk yang tepat dengan strategi yang jitu.

Namun, ancaman kenaikan harga komponen menjadi bayang-bayang bagi seluruh industri. Konsumen mungkin harus merogoh kocek lebih dalam, sementara vendor harus pintar-pintar mengelola margin di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pasar smartphone India tetap menjadi salah satu medan pertempuran paling menarik di industri ini. Perubahan kecil dalam pangsa pasar bisa berdampak besar pada posisi global para vendor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.