Telset.id – Samsung Electronics melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 740 karyawan di Amerika Serikat hanya beberapa jam sebelum acara Galaxy Unpacked yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026. Langkah ini diambil perusahaan saat bersiap meluncurkan lini Galaxy Z Fold 8, Z Flip 8, dan Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Menurut laporan Reuters yang dikutip pada Minggu (20/7/2026), pemangkasan tenaga kerja ini terutama berdampak pada karyawan di New Jersey dan Texas. Samsung memutuskan untuk memindahkan kantor pusat Amerika Serikatnya dari Englewood Cliffs, New Jersey ke Texas.
Dampak PHK di New Jersey dan Texas
Samsung Electronics America (SEA) yang berlokasi di Englewood Cliffs, New Jersey menangani bisnis konsumen Samsung, termasuk ponsel, televisi, dan peralatan rumah tangga. Namun divisi semikonduktor tidak termasuk dalam pemangkasan ini. Sekitar 740 posisi di lokasi tersebut terkena dampak keputusan perusahaan untuk merelokasi kantor pusatnya.
Perusahaan menyatakan sebagian besar karyawan yang terdampak telah ditawari kesempatan pindah ke Texas. Namun, posisi pekerjaan lainnya dihapus begitu saja. Untuk saat ini, Samsung tidak mengungkapkan berapa banyak pekerja yang benar-benar di-PHK.
Di kantor Samsung Plano, Texas, sekitar 100 karyawan, termasuk dari divisi ponsel, juga telah diberhentikan. Hal ini diungkapkan oleh seorang karyawan anonim yang terkena dampak PHK tersebut. Menurut perwakilan AS Josh Gottheimer, sekitar 1.200 orang bekerja di lokasi New Jersey.
Keputusan untuk meninggalkan New Jersey terbilang mengejutkan karena Samsung Electronics America baru pindah ke sana kurang dari setahun yang lalu. Dokumen perusahaan menunjukkan bahwa beberapa karyawan telah diberitahu pada 30 Juni tentang “enterprise-wide reduction-in-force” dan perubahan tersebut akan berdampak signifikan.
Baca Juga:
Kesenjangan Bisnis Samsung
PHK ini tidak hanya terkait dengan relokasi kantor pusat, tetapi juga menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara lini bisnis Samsung. Divisi semikonduktor perusahaan tengah berkembang pesat berkat permintaan tinggi terhadap chip AI, sementara bisnis elektronik konsumen menghadapi pertumbuhan yang lebih lambat dan biaya yang meningkat.
Dampak dari ledakan AI telah mendorong kenaikan harga chip, yang membuat ponsel, komputer, dan elektronik lainnya menjadi lebih mahal. Samsung memperkirakan laba operasional kuartal kedua akan melonjak 19 kali lipat dibandingkan tahun lalu, semuanya berkat permintaan chip AI.
Perusahaan juga mengumumkan rencana untuk menginvestasikan ratusan miliar dolar di pabrik semikonduktor baru. Namun, analis memperkirakan divisi ponsel Samsung bisa melaporkan kerugian operasional untuk pertama kalinya.
Samsung mengatakan pemindahan kantor pusat dapat menyebabkan perubahan tenaga kerja karena beberapa karyawan mungkin memilih untuk tidak pindah, sementara tim lain mungkin diatur ulang agar lebih sesuai dengan prioritas perusahaan.
Hingga akhir tahun 2025, Samsung Electronics mempekerjakan 11.770 orang di Amerika Serikat, termasuk pekerja di bisnis semikonduktornya. PHK ini terjadi di tengah persiapan Samsung untuk Galaxy Z Fold 8 Ultra yang kabarnya memiliki layar anti-lipatan dan kamera 200MP.





Komentar
Belum ada komentar.