Telset.id – Apple berhasil merebut kembali posisinya sebagai perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan Bloomberg, menjelang sesi perdagangan Jumat lalu, valuasi Apple mencapai $4,9 triliun, mengungguli Nvidia yang berada di angka $4,8 triliun.
Pencapaian ini menandai perubahan signifikan dalam persaingan ketat di industri teknologi. Apple sebelumnya sempat kehilangan posisi puncak saat Nvidia melesat berkat ledakan kecerdasan buatan (AI). Kini, Apple kembali menunjukkan dominasinya di pasar saham.
Persaingan Menuju Triliunan Dolar
Perjalanan Apple menuju puncak valuasi bukanlah hal baru. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menjadi perusahaan publik AS pertama yang mencapai valuasi satu triliun dolar pada awal Agustus 2018, mengalahkan Amazon yang saat itu menjadi favorit Wall Street. Hampir tepat dua tahun kemudian, pada Agustus 2020, Apple kembali menjadi yang pertama menembus angka dua triliun dolar. Apple juga memegang rekor sebagai perusahaan pertama yang mencapai valuasi tiga triliun dolar.
Namun, peta persaingan berubah drastis antara 2023 dan 2025. Peluncuran ChatGPT oleh OpenAI pada November 2022 memicu demam AI generatif di seluruh dunia. Setiap perusahaan ingin terlibat dalam pengembangan AI yang mampu menciptakan karya orisinal berdasarkan perintah pengguna.
Permintaan yang melonjak untuk chip GPU yang digunakan dalam pelatihan AI menjadi berkah bagi Nvidia. Sejak peneliti di University of Toronto menemukan pada 2012 bahwa GPU gaming Nvidia lebih efektif untuk menjalankan jaringan saraf dibandingkan CPU, Nvidia menjadi primadona di kalangan peneliti AI.
Perbedaan mendasar antara CPU dan GPU terletak pada metode pemrosesan. CPU menggunakan pemrosesan sekuensial yang menangani tugas satu per satu. Sebaliknya, GPU menggunakan pemrosesan paralel yang mampu menangani banyak tugas secara bersamaan. Kemampuan ini sangat ideal untuk melatih model AI karena GPU dapat menghitung ribuan operasi matriks dalam satu waktu.
Perusahaan-perusahaan Silicon Valley mulai berbondong-bondong membeli GPU Nvidia. Semakin banyak pusat data dibangun dan model AI dilatih, permintaan terhadap GPU Nvidia semakin meroket. Alhasil, tahun lalu Nvidia menjadi perusahaan publik pertama yang mencapai valuasi empat triliun dolar, mengakhiri dominasi Apple.
Pada Juni 2024, Nvidia untuk pertama kalinya mengalahkan Apple dalam hal valuasi, meskipun saat itu keduanya masih tertinggal dari Microsoft. Pada Oktober tahun yang sama, Nvidia tidak hanya kembali menjadi perusahaan paling bernilai, tetapi juga menjadi yang pertama menembus kapitalisasi pasar lima triliun dolar.
Apple Kembali ke Puncak
Situasi kembali berubah. Menurut Bloomberg, Apple berhasil merebut kembali gelar perusahaan publik AS paling bernilai dengan valuasi $4,9 triliun, unggul atas Nvidia yang berada di $4,8 triliun. Pada sesi perdagangan Jumat lalu, Apple memperlebar jarak setelah sahamnya naik 0,12% sementara saham Nvidia turun 2,71%.
Bloomberg menyebutkan bahwa Apple saat ini diuntungkan oleh rotasi pasar yang keluar dari saham-saham AI menuju pilihan teknologi yang lebih luas. Saham Apple tercatat telah naik 22% sepanjang tahun 2026, sementara Nvidia hanya naik 6,84% di periode yang sama.
Menariknya, kinerja gemilang Apple terjadi di tengah perubahan kepemimpinan yang akan datang. John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO Apple. Wall Street biasanya tidak menyukai ketidakpastian, apalagi pergantian CEO yang telah memimpin perusahaan sejak 2011. Namun, Apple justru menunjukkan performa luar biasa tahun ini.
Saham Apple pertama kali mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Mei saat ditutup di atas $300. Sejak saat itu, saham Apple berhasil menambah 10% lagi. Pencapaian ini dinilai sebagai indikasi bahwa Siri AI akan sukses di pasaran.
Siri AI sendiri telah dirilis dalam versi beta setelah keynote WWDC dan dirilisnya beta iOS 27. Pengguna iPhone yang terbiasa dengan Siri yang kerap mengalihkan pertanyaan ke situs web pihak ketiga akan menyukai Siri AI. Meskipun masih dalam tahap beta, fitur ini dinilai cukup menjanjikan. Namun, bagi pengguna yang telah terbiasa dengan Gemini sebagai asisten di perangkat Pixel, Siri AI masih membutuhkan waktu untuk berkembang lebih baik.
Baca Juga:
Analisis dan Implikasi
Kembalinya Apple ke puncak valuasi menunjukkan bahwa meskipun AI menjadi tren dominan, investor masih memberikan kepercayaan tinggi pada ekosistem produk Apple yang matang. Rotasi pasar dari saham AI ke saham teknologi yang lebih luas mengindikasikan bahwa investor mulai melakukan diversifikasi portofolio.
Apple telah membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi persaingan. Perusahaan yang dipimpin oleh Tim Cook ini berhasil mempertahankan loyalitas pengguna dan terus berinovasi. Peluncuran Siri AI menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme investor terhadap masa depan Apple.
Sementara itu, Nvidia yang sempat melesat berkat AI kini menghadapi tekanan. Meskipun permintaan chip AI diperkirakan masih akan terus tumbuh, persaingan di pasar chip semakin ketat. Beberapa perusahaan teknologi besar mulai mengembangkan chip AI mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada Nvidia.
Persaingan antara Apple dan Nvidia dalam hal valuasi pasar diperkirakan akan terus berlanjut. Kedua perusahaan memiliki keunggulan masing-masing. Apple dengan ekosistem produk dan layanannya yang terintegrasi, sementara Nvidia dengan dominasinya di pasar chip AI.
Kesimpulan
Apple berhasil merebut kembali posisi sebagai perusahaan publik AS paling bernilai dengan valuasi $4,9 triliun. Pencapaian ini menunjukkan kekuatan fundamental perusahaan di tengah dinamika pasar yang dipengaruhi oleh tren AI. Rotasi pasar dari saham AI ke saham teknologi yang lebih luas menjadi faktor utama di balik kembalinya Apple ke puncak.





Komentar
Belum ada komentar.