Produk Apple MacBook dan iPad dengan label harga baru akibat krisis memori AI

Apple Naikkan Harga MacBook dan iPad Akibat Krisis Memori AI

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple resmi menaikkan harga seluruh lini Mac dan iPad akibat kelangkaan memori global yang dipicu booming AI
  • MacBook Neo naik dari USD 599 ke USD 699, MacBook Air dari USD 1.099 ke USD 1.299, MacBook Pro dari USD 1.699 ke USD 1.999
  • Mac Studio naik paling tajam dari USD 1.999 ke USD 2.499
  • iPad Air naik dari USD 599 ke USD 749, iPad Pro dari USD 999 ke USD 1.199, iPad dasar USD 349 ke USD 449, iPad Mini USD 499 ke USD 599
  • Perangkat smart home juga naik: HomePod USD 299 ke USD 349, HomePod Mini USD 99 ke USD 129, Apple TV USD 99 ke USD 129
  • Vision Pro naik dari USD 3.499 ke USD 3.699
  • CEO Tim Cook menyebut kenaikan harga "tidak terhindarkan" akibat lonjakan harga komponen memori
  • Analis Counterpoint prediksi produsen PC dan tablet lain akan ikut menaikkan harga

Telset.id – Apple secara resmi menaikkan harga jual seluruh lini Mac dan iPad di tengah kelangkaan memori global yang dipicu oleh pesatnya pembangunan infrastruktur AI. Kenaikan ini mencakup model-model terbaru seperti MacBook Neo, MacBook Air, MacBook Pro, Mac Studio, hingga seluruh jajaran iPad, iPad Mini, dan iPad Pro.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan mengalami tekanan luar biasa dari lonjakan harga komponen memori dan penyimpanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam pernyataannya kepada CNBC, Apple mengakui bahwa industri elektronik konsumen sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi akibat ekspansi pusat data AI secara masif.

“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini, secepat ini,” ujar perwakilan Apple dalam pernyataan resmi tersebut. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen dan menegaskan sedang bekerja keras mencari solusi.

Daftar harga terbaru menunjukkan kenaikan signifikan di hampir semua lini produk. MacBook Neo, yang merupakan model entry-level terbaru, kini dibanderol USD 699 dari sebelumnya USD 599. Sementara itu, MacBook Air dasar naik dari USD 1.099 menjadi USD 1.299, dan MacBook Pro naik dari USD 1.699 menjadi USD 1.999.

Untuk lini desktop, Mac Studio mengalami kenaikan harga paling tajam, dari USD 1.999 menjadi USD 2.499. Kenaikan ini juga terjadi pada lini iPad, di mana iPad Air naik dari USD 599 menjadi USD 749, iPad Pro naik dari USD 999 menjadi USD 1.199, iPad dasar dengan chip A16 naik dari USD 349 menjadi USD 449, dan iPad Mini dengan chip A17 naik dari USD 499 menjadi USD 599.

Tidak hanya lini komputasi, perangkat smart home Apple juga terkena dampak. HomePod standar naik dari USD 299 menjadi USD 349, HomePod Mini naik dari USD 99 menjadi USD 129, dan Apple TV box naik dari USD 99 menjadi USD 129. Sementara itu, headset Vision Pro kini dibanderol USD 3.699, naik dari harga sebelumnya USD 3.499.

CEO Apple Tim Cook sebelumnya telah mengisyaratkan kenaikan harga ini dalam wawancara dengan The Wall Street Journal pekan lalu. Cook menyebut kenaikan harga produk Apple sebagai sesuatu yang “tidak terhindarkan” karena harga komponen memori dan penyimpanan terus naik akibat booming AI.

Dalam panggilan pendapatan perusahaan pada April lalu, Cook juga mengungkapkan bahwa untuk iPhone, perusahaan menghadapi kendala pada chip pemrosesan utama, bukan pada memori. Ia juga mengatakan bahwa mungkin perlu “beberapa bulan untuk mencapai keseimbangan pasokan-permintaan” untuk Mac Studio dan Mac Mini.

Apple sebelumnya telah menghentikan produksi Mac Mini dasar 256GB seharga USD 599 pada Mei lalu, dan menjadikan model dasar 512GB seharga USD 799 sebagai model entry-level. Konfigurasi M4 Pro kini dibanderol USD 1.599, naik dari USD 1.399.

Analis dari firma riset Counterpoint, Tarun Pathak, memberikan perspektif lebih luas tentang situasi ini. Dalam wawancara dengan TechCrunch, Pathak mengungkapkan bahwa harga DRAM smartphone telah melonjak 50%, sementara harga penyimpanan NAND Flash melonjak lebih dari 90% secara kuartal-ke-kuartal pada Q1 2026.

“Kami telah mencapai titik di mana menyerap kenaikan harga memori tidak mungkin dilakukan kecuali seseorang ingin menjalankan bisnis dengan kerugian besar. Harga memori telah meningkat lebih dari empat kali lipat sejak Q4 2025, dan komponen tunggal ini telah mengikis margin keuntungan sebagian besar pemain elektronik konsumen,” ujar Pathak.

Pathak juga memprediksi bahwa produsen PC dan tablet lain kemungkinan akan mengikuti jejak Apple. “Mereka mungkin menaikkan harga pada produk tertentu, memotong diskon, atau menyesuaikan lini produk mereka untuk lebih fokus pada perangkat premium,” tambahnya.

Sementara konsumen merasakan dampak negatif dari krisis ini, pemasok komponen seperti Micron justru menuai keuntungan besar. Perusahaan tersebut mencatatkan lonjakan pendapatan tahun-ke-tahun sebesar 4 kali lipat dalam laporan keuangan terbarunya.

Meski demikian, Apple belum menaikkan harga iPhone untuk saat ini. Namun, ada kemungkinan kenaikan harga iPhone bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan jika tekanan biaya komponen terus berlanjut. Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan terbaru Apple, kamu bisa membaca artikel tentang industri ponsel pantau performa iPhone lipat dan iPhone lipat mulai produksi massal.

Kenaikan harga ini menjadi bukti nyata bagaimana booming AI tidak hanya mengubah lanskap teknologi, tetapi juga berdampak langsung pada harga produk konsumen. Konsumen kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan produk Apple favorit mereka, setidaknya hingga pasar memori global kembali stabil.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.