Telset.id – Langkanya chip memori global akibat permintaan tinggi untuk kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan membuat harga iPhone dan produk Apple lainnya naik. Peringatan keras disampaikan langsung oleh CEO Apple yang akan segera lengser, Tim Cook, dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal (WSJ).
Cook menyebut kenaikan harga sebagai sesuatu yang “tidak bisa dihindari” (unavoidable), meskipun perusahaannya telah berupaya menyerap lonjakan biaya chip. Ia mengungkapkan bahwa harga chip memori dan penyimpanan telah meningkat empat kali lipat sejak tahun lalu, dan situasi ini digambarkannya sebagai “tidak berkelanjutan” (unsustainable).
Peringatan ini menjadi alarm bagi para konsumen yang menanti produk terbaru Apple. Meski belum disebutkan secara spesifik produk mana yang akan terkena dampak atau kapan kenaikan akan mulai berlaku, spekulasi langsung mengarah pada jajaran iPhone terbaru yang diperkirakan akan diluncurkan pada September 2026 mendatang.
Dampak RAMageddon pada Produk Apple
Ini bukan pertama kalinya Tim Cook menyuarakan kekhawatiran terkait fenomena yang disebut sebagai “RAMageddon” ini. Pada April lalu, setelah melaporkan penjualan kuartalan yang memecahkan rekor, Cook sudah mengisyaratkan bahwa biaya chip yang lebih tinggi dapat mempengaruhi hasil bisnis Apple selanjutnya. CEO yang akan datang, John Ternus, juga memberikan peringatan serupa pada bulan yang sama.
Para ahli pasokan memori yang dikutip oleh Financial Times meyakini bahwa jika Apple benar-benar menaikkan harga, lini iPhone hampir pasti menjadi yang paling terdampak. Peluncuran iPhone generasi terbaru pada September menjadi momen yang paling mungkin untuk mengumumkan harga baru. Selain iPhone, produk lain yang menggunakan chip memori (DRAM) dan penyimpanan (NAND) seperti Apple Watch, Mac, iPad, dan Apple Vision Pro juga berpotensi mengalami kenaikan harga.
Lonjakan biaya komponen ini tidak hanya dialami oleh Apple. Sebelumnya, pabrikan lain seperti Xiaomi juga telah memberikan peringatan serupa. Anda dapat membaca lebih lanjut mengenai hal ini pada artikel Xiaomi Peringatkan Kenaikan Harga.
Estimasi Kenaikan Harga iPhone Pro
Seberapa besar kenaikan harga yang harus ditanggung konsumen? Firma riset TechInsights memberikan perkiraan kepada WSJ. Menurut analisis mereka, Apple perlu menambahkan sekitar $270 pada harga iPhone Pro terbaru untuk menjaga margin keuntungannya tetap utuh. Sebagai perbandingan, iPhone 17 Pro saat ini dibanderol mulai dari $1.099. Jika estimasi ini akurat, harga iPhone 18 Pro bisa melonjak signifikan.
Fenomena kenaikan harga ini juga diperkuat oleh faktor lain, seperti penggunaan chip prosesor yang lebih canggih. Informasi lebih lanjut tentang hal ini bisa Anda simak dalam artikel iPhone 18 Bakal Lebih Mahal.
Baca Juga:
Tekanan AI dan Strategi Apple
Di balik lonjakan biaya ini, terdapat ironi bagi Apple. Sejauh ini, AI belum menjadi berkah besar bagi perusahaan. Apple justru berada di bawah tekanan untuk merumuskan strategi AI yang jelas untuk perangkat-perangkatnya. Bahkan, awal tahun ini, Apple harus membayar denda sebesar $250 juta untuk menyelesaikan gugatan iklan palsu terkait fitur AI yang dijanjikan dua tahun lalu namun gagal diwujudkan.
Konferensi Pengembang Sedunia (WWDC) yang digelar awal bulan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam memenuhi janji-janji AI tersebut, termasuk pembaruan besar pada Siri. Namun, peningkatan pemrosesan di perangkat (on-device processing) justru berarti kebutuhan memori yang lebih besar. Hal ini menciptakan sebuah lintasan yang tampaknya akan berakhir dengan konsumen yang harus membayar lebih mahal untuk produk-produk Apple.
Krisis chip global yang berkepanjangan ini terus memberikan tekanan pada industri teknologi. Untuk memahami dampak jangka panjangnya, Anda bisa membaca analisis lebih lanjut pada artikel Krisis Chip Global.
Belum ada konfirmasi resmi dari Apple mengenai berapa besar kenaikan harga atau produk mana yang pertama kali akan merasakan dampaknya. Namun, dengan peringatan langsung dari CEO-nya, konsumen di seluruh dunia harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa memiliki perangkat Apple generasi terbaru di tahun 2026 akan membutuhkan biaya yang lebih besar.





Komentar
Belum ada komentar.