Telset.id – Google secara resmi menghentikan produksi Nest Audio dan Nest Mini, digantikan oleh speaker pintar anyar bernama Google Home Speaker yang ditenagai AI Gemini. Perangkat seharga USD 99,99 ini sudah bisa dipesan lebih dulu dan akan mulai dikirim pada 25 Juni 2026.
Langkah ini menandai kembalinya nama “Google Home” setelah bertahun-tahun vakum. Keputusan untuk memensiunkan dua perangkat sekaligus cukup mengejutkan, mengingat Nest Audio dirilis pada 2020 dan Nest Mini bahkan lebih lawas. Kini, Google Home Speaker menjadi satu-satunya speaker pintar buatan Google yang tersedia di pasaran.
Meskipun namanya kembali ke akar, desain Google Home Speaker tidak sepenuhnya baru. Perangkat ini pertama kali diumumkan lebih dari delapan bulan lalu, namun baru sekarang benar-benar dijual. “Better late than never,” tulis Adrian Diaconescu dari PhoneArena, mengomentari jeda waktu yang cukup panjang antara pengumuman dan ketersediaan.
Spesifikasi dan Desain yang Lebih Matang
Secara fisik, Google Home Speaker lebih ringkas dibanding Nest Audio. Dimensinya hanya 3,4 x 4,2 inci dengan bobot 0,9 pon (belum termasuk adaptor daya). Meski lebih kecil, Google mengklaim kualitas suara justru lebih memuaskan berkat driver full-range 58mm yang menghasilkan suara omni-directional 360 derajat.

Sebagai perbandingan, Nest Audio memiliki dual-driver (woofer 75mm dan tweeter 19mm), namun Google menjamin performa audio keseluruhan lebih baik di model baru ini. Speaker ini juga dibekali tiga mikrofon far-field, sakelar mute dua tahap, prosesor quad-core A55 2.0 GHz dengan NPU, RAM 1GB LPDDR4, dan penyimpanan 4GB EMMC.
Konektivitas mencakup Wi-Fi 6 dan Bluetooth 5.4, plus adaptor daya USB Type-C 30W. Pilihan warna yang tersedia adalah Hazel, Porcelain, Jade, dan Berry. Menariknya, warna Jade dan Berry merupakan varian eksklusif untuk pasar Amerika Serikat.
Dari segi estetika, Google Home Speaker menggunakan material “custom 3D-knit textile” yang memberikan kesan premium. Cincin cahaya baru di bagian bawah perangkat secara halus mengomunikasikan status speaker saat mendengarkan, berpikir, atau merespons perintah.
Keunggulan Utama: Integrasi Gemini
Daya tarik utama Google Home Speaker tentu saja adalah integrasi asisten AI Gemini. Dibandingkan Google Assistant yang kadang kaku dan terbatas, Gemini menjanjikan fleksibilitas lebih tinggi. Asisten ini mampu belajar secara berkelanjutan, menyesuaikan dengan nada suara, kosakata, dan bahkan aksen pengguna.

Pengguna bisa memberikan banyak perintah sekaligus, melakukan koreksi di tengah percakapan, dan mengajukan pertanyaan yang lebih kompleks. Fitur Voice Match tetap dipertahankan, memungkinkan speaker mengenali suara masing-masing anggota keluarga.
Untuk pengalaman yang lebih maksimal, langganan Google Home Premium membuka akses ke kemampuan AI lanjutan seperti Gemini Live, Camera History Search, dan Home Briefs.
Baca Juga:
Strategi Baru Google di Pasar Smart Speaker
Keputusan Google untuk menghentikan Nest Audio dan Nest Mini sekaligus menandai perubahan strategi yang cukup radikal. Tidak ada lagi lini produk speaker pintar Google yang beragam; Google Home Speaker kini menjadi satu-satunya opsi.
Meski demikian, Google masih mempertahankan Nest Hub (2nd Gen) seharga USD 99,99 dan Nest Hub Max seharga USD 229 sebagai smart display. Namun, masa depan kedua perangkat itu belum jelas.
Dengan banderol USD 99,99, Google Home Speaker berada di posisi harga yang menarik. Ia jauh lebih murah dibanding Amazon Echo Studio, namun sedikit lebih mahal dari Echo Dot Max. Perbandingan langsung dengan Echo Dot Max menunjukkan bahwa speaker Amazon tersebut memiliki woofer 2,5 inci dan tweeter 0,8 inci, namun dari segi asisten suara, Gemini dinilai lebih unggul dari Alexa dalam banyak aspek.
Bagi konsumen yang sudah lama menunggu penerus Nest Audio, kehadiran Google Home Speaker bisa menjadi jawaban. Perangkat ini tidak hanya membawa nama lama yang ikonik, tetapi juga teknologi AI terkini yang siap bersaing di pasar smart speaker 2026.





Komentar
Belum ada komentar.