iPhone Ultra dalam posisi terbuka dengan latar belakang gelap

Apple Tingkatkan Produksi iPhone Ultra Jadi 10 Juta Unit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple meningkatkan target produksi iPhone Ultra dari 7-8 juta unit menjadi 10 juta unit
  • Total produksi iPhone tahun 2026 mencapai 220 juta unit
  • iPhone Ultra diproduksi pada paruh kedua 2026
  • Harga mulai dari $2.500, varian tertinggi mencapai $3.000
  • Saham Apple naik 4,84% menjadi $308,63 setelah kabar ini
  • IDC memperkirakan pengiriman iPhone tahun ini mencapai 240 juta unit
  • iPhone Ultra dikabarkan bebas bekas lipatan (crease-free)
  • Apple mencari izin ke Gedung Putih untuk membeli chip dari CXMT

Telset.id – Apple secara agresif meningkatkan target produksi iPhone Ultra, dari 7-8 juta unit menjadi 10 juta unit pada tahun 2026. Keputusan ini mendorong nilai pasar Apple melonjak hingga $182 miliar dalam sehari, menandai kepercayaan investor yang kuat terhadap perangkat lipat pertama perusahaan.

Menurut laporan terbaru, Apple telah memerintahkan pemasoknya untuk menyiapkan komponen yang cukup guna memproduksi 10 juta unit ponsel lipat tersebut. Jumlah ini lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya berkisar antara 7 juta hingga 8 juta unit. Langkah ini menunjukkan keseriusan Apple dalam meramaikan pasar ponsel lipat yang selama ini didominasi oleh Samsung dan merek China.

Secara keseluruhan, Apple diperkirakan akan memproduksi total 220 juta unit iPhone tahun ini. Angka tersebut mencakup 70 juta unit iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, serta 10 juta unit iPhone Ultra yang akan diproduksi pada paruh kedua 2026. Sementara itu, iPhone 18 reguler, iPhone 18e, dan iPhone Air 2 dijadwalkan rilis pada musim semi tahun depan.

Lembaga riset IDC sebelumnya memperkirakan Apple akan mengirimkan 240 juta unit iPhone tahun ini. Sebagai perbandingan, pada tahun kalender 2025, Apple mengirimkan antara 243 juta hingga 247,4 juta unit iPhone. Peningkatan produksi iPhone Ultra menjadi salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut.

Apple juga dilaporkan secara agresif mencari sumber komponen untuk memenuhi kebutuhan produksi. IDC melaporkan bahwa Apple telah memberi tahu pemasoknya bahwa mereka membutuhkan komponen untuk membangun 85 juta iPhone baru selama paruh kedua tahun ini. Sumber juga mengatakan bahwa Apple meminta pemasok untuk menyisihkan komponen umum dari seri iPhone 17 untuk digunakan di iPhone 18 premium.

Di tengah kelangkaan chip memori dan penyimpanan akibat tingginya permintaan dari pusat data AI, Apple disebut-sebut sedang gencar mencari sumber pasokan. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, Apple telah meminta izin ke Gedung Putih untuk membeli chip dari ChangXin Memory Technologies (CXMT). Meskipun CXMT tidak masuk dalam daftar Entity List Departemen Perdagangan, perusahaan tersebut masuk dalam Chinese Military Company Blacklist, sehingga Apple merasa perlu berkonsultasi dengan pemerintahan Trump terlebih dahulu.

Soal harga, IDC memperkirakan iPhone Ultra akan dibanderol mulai dari $2.500 untuk varian dasar, sementara model dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi bisa mencapai $3.000. Angka ini sedikit lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang berkisar antara $2.000 hingga $2.500. Dengan harga tersebut, iPhone Ultra diprediksi menjadi model iPhone termahal yang pernah dijual.

iPhone Ultra dikabarkan akan bebas dari bekas lipatan (crease-free) dan diharapkan mampu memberikan dorongan signifikan bagi pasar ponsel lipat secara keseluruhan. Beberapa analis memperkirakan adanya peningkatan pengiriman global ponsel lipat hingga dua digit pada Q4 2026 berkat kehadiran iPhone di kategori ini. Untuk pertama kalinya, Apple akan memiliki pengaruh nyata di pasar ponsel lipat dengan perilisan iPhone Ultra.

Kabar peningkatan produksi ini langsung disambut positif oleh investor. Pada Kamis lalu, saham Apple naik $14,25 atau 4,84% menjadi $308,63. Ini merupakan hari terbaik Apple di bursa saham sejak harga sahamnya turun hampir $18 pada 25 Juni lalu. Penutupan harga saham Apple pada hari itu menjadi yang tertinggi sejak 5 Juni 2026.

Hambatan besar berikutnya bagi Apple adalah laporan laba kuartal fiskal ketiga yang akan dirilis pada 30 Juli 2026. Hasil tersebut akan menjadi indikator penting bagi kinerja perusahaan di tengah persiapan peluncuran iPhone Ultra.

Bagi pengguna yang penasaran dengan spesifikasi dan fitur ponsel lipat Apple, Anda bisa menyimak informasi lebih lanjut tentang Fitur Terbaru dari perangkat ini. Selain itu, bagi yang khawatir dengan masalah penyimpanan, ada solusi yang bisa dicoba. Sementara itu, informasi mengenai target produksi juga bisa menjadi gambaran keseriusan Apple di segmen ini.

Dengan harga yang fantastis dan target produksi yang ditingkatkan, iPhone Ultra jelas menjadi salah satu peluncuran paling dinanti tahun ini. Kehadirannya diprediksi akan mengubah lanskap pasar ponsel lipat global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.