📑 Daftar Isi

iPhone Ultra ponsel lipat Apple dengan desain premium

Apple Tingkatkan Target Produksi iPhone Ultra Jadi 10 Juta Unit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple meningkatkan target produksi iPhone Ultra dari 7-8 juta menjadi 10 juta unit
  • Harga iPhone Ultra diperkirakan mencapai USD 2.500 menurut analis IDC
  • Apple targetkan 85 juta unit iPhone baru untuk paruh kedua 2026
  • Samsung diperkirakan menjual 7 juta unit ponsel lipat pada 2026
  • iPhone Ultra akan bersaing dengan Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z TriFold
  • Kenaikan harga USD 500 dalam 12 bulan terakhir jadi kekhawatiran
  • Apple Vision Pro jadi pelajaran tentang risiko harga premium

Telset.id – Apple dikabarkan meningkatkan target produksi iPhone Ultra secara signifikan. Jika sebelumnya perusahaan menargetkan 7 hingga 8 juta unit untuk ponsel lipat pertamanya, kini angka tersebut melonjak menjadi 10 juta unit menurut laporan terbaru dari Nikkei Asia.

Keputusan ini menunjukkan ambisi besar Apple di pasar ponsel lipat. Meski 10 juta unit terdengar banyak, angka tersebut masih relatif kecil dibandingkan total produksi iPhone secara keseluruhan. Apple diperkirakan memesan 220 juta unit iPhone sepanjang tahun 2026.

Untuk paruh kedua 2026 saja, Apple menargetkan produksi sekitar 85 juta unit iPhone baru. Jumlah itu mencakup 70 juta unit iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, serta model lain seperti iPhone 17, iPhone Air, dan iPhone 17e yang masih akan tersedia setelah September. Menariknya, angka tersebut belum termasuk iPhone 18 atau iPhone Air 2 yang dijadwalkan hadir pada awal 2027.

Harga iPhone Ultra juga menjadi sorotan. Menurut analis IDC, perangkat ini diperkirakan dibanderol hingga USD 2.500. Angka ini naik dari estimasi awal sebesar USD 2.000 yang kemudian meningkat menjadi USD 2.400. Kenaikan harga sebesar USD 500 dalam 12 bulan terakhir tentu menjadi pertimbangan serius bagi konsumen.

iPhone Fold design

iPhone Ultra vs Samsung Galaxy Z Fold 8

Meskipun target 10 juta unit tergolong ambisius, angka ini perlu dibandingkan dengan pemimpin pasar saat ini. Samsung, yang saat ini memimpin pasar ponsel lipat di luar China, diperkirakan menjual 7 juta unit ponsel lipat sepanjang tahun ini. Samsung sendiri akan memiliki empat perangkat lipat pada 2026, termasuk Galaxy Z TriFold dan Galaxy Z Fold 8 dengan desain lebar yang akan bersaing langsung dengan iPhone Ultra.

Apple tampaknya ingin mengalahkan Samsung dengan hanya mengandalkan satu perangkat lipat. Strategi ini tentu berisiko tinggi mengingat Samsung memiliki portofolio yang lebih beragam di segmen ponsel lipat.

Samsung Galaxy Z Fold 8 leaked render

Namun, harga menjadi faktor krusial. Biaya komponen yang terus meningkat, terutama memori dan penyimpanan, berada di luar kendali Apple. Perusahaan hanya bisa melindungi konsumen dari kenaikan biaya sampai batas tertentu. Hal ini yang mendorong Apple menaikkan harga iPad dan Mac pekan lalu.

Pertanyaan besarnya adalah apakah konsumen bersedia membayar USD 2.500 untuk sebuah smartphone. Jika dibandingkan, iPhone 18 Pro Max diperkirakan akan lebih mahal USD 200 dibandingkan iPhone 17 Pro Max. Artinya, iPhone Ultra akan lebih mahal lebih dari USD 1.000 dibandingkan iPhone non-lipat termahal sekalipun.

Pelajaran dari Apple Vision Pro

Pengalaman dengan Apple Vision Pro memberikan pelajaran berharga. Perangkat yang dibanderol USD 3.500 (kini USD 3.700 setelah kenaikan harga) menunjukkan bahwa teknologi canggih sekalipun tidak bisa mengompensasi harga yang tidak terjangkau. Meskipun Apple mengandalkan skema cicilan dan program tukar tambah, faktanya konsumen tetap harus membayar lebih dari USD 1.000 di atas harga iPhone non-lipat termahal.

Pertanyaan pun muncul: apakah Apple terlalu percaya diri dengan strategi ini? Kenaikan harga iPhone Ultra sebesar USD 500 dalam setahun terakhir menunjukkan bahwa perusahaan mungkin kurang peka terhadap batas kemampuan konsumen. Ada kekhawatiran bahwa Apple bisa mengulangi masalah yang pernah terjadi dengan produk premium lainnya.

Belum diketahui bagaimana situasi ini akan berkembang hingga iPhone Ultra dirilis akhir tahun ini. Mungkin kekhawatiran ini tidak berdasar dan perangkat tersebut akan laris manis. Namun, ada juga kemungkinan Apple menghadapi masalah serupa dengan Vision Pro, di mana jutaan unit iPhone Ultra menumpuk di gudang.

Yang jelas, Apple mengambil risiko besar dengan target produksi 10 juta unit untuk ponsel lipat pertamanya yang dibanderol sangat mahal. Persaingan dengan Samsung di segmen ini akan menjadi salah satu pertarungan paling menarik di industri smartphone tahun ini.

Informasi lebih lanjut tentang produk terbaru Apple dapat disimak dalam artikel terkait.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.