📑 Daftar Isi

Samsung Galaxy Watch Ultra dengan fitur kesehatan terbaru

Samsung Hapus Fitur Vascular Load Galaxy Watch di AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Samsung menghapus fitur Vascular Load pada Galaxy Watch di Amerika Serikat mulai akhir Juli 2025
  • Fitur ini baru diperkenalkan setahun lalu bersamaan dengan Galaxy Watch 8 di Galaxy Unpacked 2025
  • Sebagai gantinya, Samsung menyediakan fitur Blood Pressure Trend yang hadir dengan pembaruan Samsung Health 7.0 dan One UI 9 Watch
  • Fitur Vascular Load masih tersedia untuk pengguna Galaxy Watch di luar Amerika Serikat
  • Pengguna di AS bisa mengunduh data lama melalui Samsung Health Settings sebelum fitur dinonaktifkan
  • Spekulasi pengguna menyebut keputusan ini terkait kepatuhan terhadap regulasi FDA
  • Blood Pressure Trend memerlukan manset tekanan darah dan kalibrasi setiap 28 hari
  • Samsung menegaskan fitur baru hanya untuk tujuan kebugaran, bukan diagnosis medis

Telset.id – Samsung secara resmi menghapus fitur Vascular Load pada Galaxy Watch di Amerika Serikat mulai akhir Juli 2025. Keputusan ini mengejutkan pengguna karena fitur tersebut baru diperkenalkan setahun lalu bersamaan dengan peluncuran Galaxy Watch 8 di Galaxy Unpacked 2025.

Sebagai gantinya, Samsung menyediakan fitur alternatif bernama Blood Pressure Trend yang akan hadir bersamaan dengan pembaruan Samsung Health 7.0 dan One UI 9 Watch. Perubahan ini memicu perdebatan di kalangan pengguna, dengan dugaan kuat bahwa keputusan ini terkait kepatuhan terhadap regulasi Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.

Menurut laporan dari TechRadar, fitur Vascular Load akan tetap tersedia bagi pengguna Galaxy Watch di luar Amerika Serikat. Pengguna di AS yang ingin menyimpan data lama bisa mengunduhnya melalui menu Samsung Health Settings, lalu pilih Samsung Health Information sebelum fitur tersebut benar-benar dinonaktifkan.

Pemberitahuan resmi sudah muncul di aplikasi Samsung Health, namun Samsung belum mengeluarkan pengumuman yang lebih luas. Hal ini dinilai kurang transparan oleh sebagian pengguna yang menginginkan kejelasan lebih dari perusahaan asal Korea Selatan tersebut.

Vascular Load vs Blood Pressure Trend

Fitur Vascular Load menggunakan data detak jantung untuk mengukur faktor seperti perubahan volume darah. Sementara itu, Blood Pressure Trend dirancang untuk memantau tekanan darah secara periodik dan menampilkan tren dari waktu ke waktu.

Untuk menggunakan Blood Pressure Trend, pengguna perlu menghubungkan manset tekanan darah dengan Galaxy Watch. Samsung menyarankan kalibrasi ulang setiap 28 hari untuk menjaga akurasi pengukuran, sebagaimana dilaporkan oleh Android Authority.

Penting untuk dicatat bahwa Samsung menegaskan Blood Pressure Trend hanya untuk tujuan kebugaran (wellness), bukan untuk diagnosis atau pengobatan kondisi medis apa pun. Pernyataan ini disampaikan langsung dalam pemberitahuan resmi kepada pengguna.

Fitur baru ini diperkirakan akan tersedia di Galaxy Watch generasi mendatang, yang diasumsikan merujuk pada Galaxy Watch 9. Samsung belum memberikan tanggal pasti ketersediaan fitur tersebut.

Reaksi Pengguna dan Spekulasi Regulasi

Sejak pemberitahuan muncul di forum Reddit, banyak pengguna Galaxy Watch yang berspekulasi tentang alasan penghapusan Vascular Load. Mayoritas komentar online meyakini bahwa Samsung khawatir terhadap masalah kepatuhan FDA. Salah satu pengguna menyebut bahwa FDA sering memperlambat proses persetujuan fitur kesehatan seperti ini.

Meskipun spekulasi ini memberikan kredibilitas pada keputusan Samsung, perusahaan belum merinci alasan resmi di balik penghentian akses ke fitur Vascular Load. Oleh karena itu, informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

Pengguna Galaxy Watch di Indonesia tidak perlu khawatir karena fitur ini hanya dihapus di pasar Amerika Serikat. Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan Fitur Lengkap Samsung, perubahan ini tidak berdampak langsung.

Keputusan Samsung ini menunjukkan betapa ketatnya regulasi perangkat kesehatan di Amerika Serikat. Perusahaan teknologi besar seperti Samsung harus menyesuaikan fitur produknya agar sesuai dengan aturan FDA, yang terkadang memakan waktu lama dalam proses persetujuan.

Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan fitur Vascular Load, transisi ke Blood Pressure Trend mungkin memerlukan adaptasi. Namun, fitur baru ini menawarkan pendekatan yang lebih langsung dalam memantau tekanan darah, meskipun membutuhkan perangkat tambahan berupa manset tekanan darah.

Samsung juga menambahkan bahwa Blood Pressure Trend akan memberikan tips dan trik untuk membantu menjaga kebiasaan sehat. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna yang ingin lebih proaktif dalam mengelola kesehatan mereka.

Sementara itu, pengguna di luar AS masih bisa menikmati fitur Vascular Load tanpa perubahan. Samsung tidak menyebutkan rencana untuk menghapus fitur tersebut di pasar global lainnya dalam waktu dekat.

Perubahan ini terjadi di tengah persaingan ketat pasar smartwatch. Apple Watch juga memiliki fitur kesehatan serupa yang sempat terkendala regulasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap regulasi menjadi tantangan umum bagi produsen perangkat wearable.

Bagi pengguna Galaxy Watch di Indonesia, informasi ini penting untuk diketahui sebagai referensi jika suatu saat fitur serupa dihapus di pasar Asia. Samsung biasanya menyesuaikan kebijakan fitur berdasarkan regulasi masing-masing negara.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan Galaxy Watch dan produk Samsung lainnya, pantau terus Telset.id. Kami akan menyajikan berita terbaru seputar Teaser Galaxy Z dan produk Samsung lainnya.

Kesimpulannya, penghapusan fitur Vascular Load di AS merupakan langkah strategis Samsung untuk menjaga kepatuhan regulasi sambil tetap menyediakan alternatif fitur kesehatan bagi pengguna. Meskipun mengecewakan bagi sebagian pengguna, langkah ini menunjukkan komitmen Samsung terhadap kepatuhan hukum dan keamanan pengguna.

Pengguna di AS disarankan untuk segera mengunduh data Vascular Load mereka sebelum akhir Juli 2025. Sementara itu, pengguna di luar AS bisa terus menggunakan fitur tersebut seperti biasa hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Samsung.

Samsung diperkirakan akan memberikan pengumuman resmi dalam waktu dekat untuk memberikan klarifikasi lebih detail mengenai alasan perubahan ini. Pengguna diharapkan bersabar menunggu informasi resmi dari perusahaan.

Bagi yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Strategi Samsung dalam pengembangan fitur kesehatan, simak terus artikel-artikel terbaru di Telset.id.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.